KETIK, NGANJUK – Gerak cepat dilakukan Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi menanggapi keluhan petani Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Hartoyo yang kesulitan mendapatkan pupuk. Hartoyo merupakan petani yang sempat diajak ngobrol Presiden Prabowo Subianto di pinggir sawah setelah berziarah ke makam Marsinah.
Hartoyo dan teman-temannya sempat berbincang langsung dengan Presiden Prabowo yang secara mendadak berhenti dan mengajak ngobrol para petani di pinggir sawah di sela-sela kunjungan resmi peresmian Museum dan Ziarah ke Makam Marsinah pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Momen itu sempat diabadikan langsung Ketik.com. Usai, mengobrol dengan Prabowo, Hartoyo lantas menceritakan pengalamannya berbincang dengan Prabowo itu saat diwawancarai Ketik.com. Saat itu dia mengaku sempat mengeluh langsung ke Prabowo kesulitan mendapatkan pupuk.
“Kalau hasil alhamdulillah sudah mencukupi. Hanya pupuk yang masih sulit. Saya sudah cari kemana-mana ndak dapat. Alhamdulillah bisa bicara sama pak Prabowo langsung tadi,” ucap Hartoyo saat itu kepada Ketik.com.
Hartoyo dkk petani Nganjuk saat diajak ngobrol Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglundo, Nganjuk, 16 Mei 2026. (Foto: Rahmat Rifadin/Ketik.com)
Menindaklanjuti pemberitaan Ketik.com itu, Direktur Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi bergerak cepat. Dia bahkan turun langsung memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjutinya.
Selang sehari, pada Minggu, 17 Mei 2026, Tim Pupuk Indonesia Region Jatim langsung menemui Hartoyo ke rumahnya untuk dilakukan pendataan. Pupuk Indonesia juga mengajak Hartoyo bersama Kepala Kelompok Tani (Poktan) Basuki ke Gudang Pupuk Lini III Region Jatim yang berada di Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk.
Setelah dilakukan pengecekan, Hartoyo ternyata belum masuk dalam daftar petani yang menerima manfaat pupuk subsidi.
Petugas Pupuk Indonesia Region Jatim kemudian memasukkan Hartoyo ke dalam system e-RDKK yang merupakan aplikasi Kementerian Pertanian untuk mendata para petani dan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi.
“Setelah masuk dalam system e-RDKK (Rendana Definitif Kebutuhan Kelompok) Pak Hartoyo nanti langsung mendapat akses untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” ucap Aris, petugas Pupuk Indonesia Region Jatim yang mendampingi Hartoyo. (*)
