Kisah Bang Umar dan Pesantren Darma Nawa Malang, Dari Pekarangan Kosong Jadi 'Rumah' Teduh Bagi Mualaf

Jurnalis: Rosa Dwi Eliyah
Editor: Aziz Mahrizal

17 Mar 2026 13:10

Thumbnail Kisah Bang Umar dan Pesantren Darma Nawa Malang, Dari Pekarangan Kosong Jadi 'Rumah' Teduh Bagi Mualaf
Haji Umar Faruq, Pengasuh Pondok Pesantren Darma Nawa di Kabupaten Malang. (Foto: Aliyah/ Ketik.com)

KETIK, MALANG – Di sebuah sudut tenang wilayah Wagir, Kabupaten Malang, berdiri Pesantren Darma Nawa. Tempat ini bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan oase spiritual bagi mereka yang tengah mencari arah hidup.

Di bawah asuhan Haji Umar Faruq, S.Hum., M.Pd., atau yang akrab disapa Bang Umar, pesantren ini telah menjadi rumah bagi puluhan orang untuk memperdalam keyakinan mereka.

Berbeda dengan pesantren pada umumnya yang menonjolkan diksi Arab yang kental, Darma Nawa memilih identitas yang terasa lebih membumi dan netral. Strategi ini diambil Bang Umar sejak merintis pesantren pada 2013 guna menyesuaikan diri dengan kondisi sosial masyarakat setempat yang sangat heterogen.

“Agar masyarakat tetap merasa nyaman, kami memilih nama yang tidak terlalu ‘terkesan jauh’. Yang penting esensinya tetap ada,” ujar Bang Umar, Selasa, 17 Maret 2026.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Agar tidak menimbulkan jarak atau ketidaknyamanan secara emosional, dipilihlah nama Darur Ruhama Ahlussunnah Waljamaah (Darma Nawa). Nama ini tetap memiliki makna mendalam, namun dikemas dengan pendekatan yang lebih inklusif agar bisa diterima oleh semua kalangan.

Awal berdirinya pun sangat sederhana. Kegiatan mengaji pertama kali dilakukan di lahan kosong, bahkan di rumah yang sudah dibongkar. Tidak ada bangunan megah, hanya niat dan semangat untuk berbagi ilmu.

“Dulu kami mulai dari nol, ngaji di tempat seadanya. Belum ada bangunan seperti sekarang,” kenangnya.

Meski fasilitas terbatas, daya pikat spiritual tempat ini justru sangat kuat. Hanya dalam waktu empat bulan sejak aktivitas dimulai, seorang warga datang menyatakan niatnya untuk memeluk Islam. Momen tersebut menjadi titik balik Darma Nawa sebagai pusat pembinaan mualaf.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

“Sekitar empat bulan berjalan, sudah ada yang datang minta dibimbing syahadat. Dari situ mulai berdatangan yang lain,” jelasnya.

Seiring waktu, semakin banyak orang yang datang dengan berbagai latar belakang. Mereka bukan hanya ingin belajar Islam, tetapi juga mencari pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan beragama.

Menurut Bang Umar, pendekatan yang dilakukan tidak kaku. Ia lebih menekankan pada perubahan perilaku secara perlahan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal sederhana seperti bersikap baik kepada orang tua, menjaga hubungan keluarga, hingga menampilkan akhlak yang baik menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

“Kami tidak memaksa harus langsung berubah total. Yang penting pelan-pelan, dari sikap dan kebiasaan sehari-hari,” tuturnya.

Pendekatan yang humanis ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak kisah di mana perubahan kecil dalam sikap justru berdampak besar, bahkan mampu memengaruhi lingkungan sekitar.

Hingga kini, tercatat sedikitnya 34 orang yang secara resmi mengucapkan syahadat dan dibina di bawah naungan Darma Nawa. Namun, Bang Umar meyakini angka aslinya jauh lebih tinggi karena tidak semua yang datang ingin didata atau didokumentasikan.

“Ada juga yang datang tidak mau didata atau difoto, jadi jumlah aslinya kemungkinan lebih dari itu,” tambahnya.

Selain fokus pada mualaf, pesantren ini juga aktif menyelenggarakan pendidikan Al-Qur'an (TPQ) bagi anak-anak sekitar dengan kurikulum yang terstruktur. Hal ini dilakukan untuk membangun generasi muda yang memahami nilai-nilai agama sejak dini.

Perjalanan panjang dari tahun 2013 hingga sekarang menunjukkan bahwa keberadaan Pesantren Darma Nawa bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi tentang proses, pendekatan, dan ketulusan dalam membimbing masyarakat. 

“Yang kami lakukan sederhana, hanya mendampingi. Tapi semoga bisa memberi manfaat untuk banyak orang,” pungkas Bang Umar.

Dari sebuah pekarangan kosong, kini tempat ini telah menjadi ruang harapan bagi banyak orang untuk belajar, berubah, dan menemukan arah hidup baru. (*) 

Baca Sebelumnya

Geo Dipa Berbagi Salurkan 4.416 Paket Sembako untuk Warga Sekitar

Baca Selanjutnya

Ekonomi Melejit! BP Batam Ungkap Siapa Saja ‘Pahlawan’ Investasi 2025

Tags:

Darma Nawa Bang Umar Mualaf pesantren darma nawa Umar Faruq malang Wagir

Berita lainnya oleh Rosa Dwi Eliyah

Lolos SNBP Meningkat, SMK Negeri 4 Tekankan Kesiapan Siswa Bukan Sekadar Target PTN

13 April 2026 11:04

Lolos SNBP Meningkat, SMK Negeri 4 Tekankan Kesiapan Siswa Bukan Sekadar Target PTN

19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

12 April 2026 15:29

19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis, Dinilai Sebagai Jalur Prestasi

8 April 2026 08:28

UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis, Dinilai Sebagai Jalur Prestasi

Dari Kolong Jembatan Ke Balai Kota, Cara MAPAC Menjaga Nyala Seni di Malang

2 April 2026 13:04

Dari Kolong Jembatan Ke Balai Kota, Cara MAPAC Menjaga Nyala Seni di Malang

Halalbihalal UIN Malang, Muhadjir Effendy Ingatkan Mahasiswa Perkuat Mental dan Spiritual

31 Maret 2026 20:16

Halalbihalal UIN Malang, Muhadjir Effendy Ingatkan Mahasiswa Perkuat Mental dan Spiritual

Dari Selatan Pasar hingga Kirim ke Luar Negeri, Begini Perjalanan Bakso Solo Kidul Pasar

30 Maret 2026 10:31

Dari Selatan Pasar hingga Kirim ke Luar Negeri, Begini Perjalanan Bakso Solo Kidul Pasar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar