KETIK, MALANG – Pure matcha kini semakin populer. Bahkan, sejumlah artis papan atas memilih minuman ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat dibandingkan teh hijau biasa. Padahal, matcha dan teh hijau sama-sama berasal dari tanaman yang sama.
Lantas, benarkah mengonsumsi pure matcha secara rutin dapat membantu membuat kulit lebih sehat dan tampak lebih cantik?
Mengutip Alodokter, matcha telah dikonsumsi masyarakat Jepang selama ribuan tahun. Kini, minuman tersebut juga semakin digemari di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Secara umum, matcha merupakan salah satu jenis teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Meski demikian, proses budidaya dan pengolahannya berbeda dengan teh hijau biasa.
Daun yang akan dijadikan matcha dinaungi selama beberapa minggu sebelum dipanen. Proses ini bertujuan menghasilkan daun berkualitas tinggi yang kemudian dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk bertekstur sangat halus.
Berbeda dengan teh hijau yang hanya diseduh lalu ampasnya dibuang, matcha dikonsumsi bersama bubuk daun teh yang telah dihaluskan. Karena itu, kandungan nutrisi dalam daun teh dapat ikut dikonsumsi sehingga manfaatnya lebih optimal.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam matcha dapat membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang berperan dalam proses penuaan dini. Selain itu, kandungan katekin di dalamnya juga dipercaya membantu menjaga elastisitas kulit sehingga kulit tampak lebih sehat dan cerah.
Selain bermanfaat bagi kesehatan kulit, matcha juga memiliki sejumlah manfaat lain, di antaranya:
- Menambah energi.
- Membantu menurunkan berat badan.
- Meningkatkan fokus dan daya ingat.
- Menjaga kesehatan kulit.
- Menjaga kesehatan jantung.
- Menjaga kesehatan hati.
- Membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi matcha tetap perlu dibatasi karena mengandung kafein dalam jumlah yang cukup tinggi.
Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, seduh matcha menggunakan air hangat agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Sebaiknya hindari penambahan gula berlebihan karena dapat meningkatkan asupan kalori. Jika rasa matcha terasa terlalu kuat atau langu, tambahkan lebih banyak air agar rasanya lebih ringan.
Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi matcha secara rutin agar tetap aman bagi kesehatan.(*)
.png)