Kecam Serangan Israel atas Iran, UB Desak Pemerintah Indonesia Diplomasi Selesaikan Konflik Timur Tengah

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

4 Jul 2025 18:22

Thumbnail Kecam Serangan Israel atas Iran, UB Desak Pemerintah Indonesia Diplomasi Selesaikan Konflik Timur Tengah
Civitas Akademika UB mengecam serangan Israel terhadap Iran dan Palestina. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menentang konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang terjadi sejak 13 Juni 2025 lalu. Besarnya penderitaan yang ditanggung warga sipil, membuat jajaran Rektorat UB mendesak pemerintah Indonesia menggencarkan diplomasi untuk penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, per 25 Juni 2025 serangan yang dilakukan Israel menyebabkan lebih dari 600 korban jiwa, 4.700 orang luka-luka. Serangan di Jalur Gaza pun telah menewaskan lebih dari 55.000 jiwa yang mayoritas merupakan warga sipil.

Konflik bersenjata antara Israel-Palestina maupun Israel-Iran, berdampak pada ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz yang selama ini menyuplai 20 persen minyak dunia.

"Kami mendesak Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dan memimpin inisiatif diplomasi yang menjunjung penyelesaian damai, adil, dan bermartabat di Timur Tengah," ujar Rektor UB, Prof Widodo, Jumat 4 Juli 2025.

Baca Juga:
Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Pemerintah diharapkan mampu mengambil peran di berbagai forum internasional demi terciptanya penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Pendekatan militer maupun kekerasan bersenjata harus segera dihentikan dan menggerakkan forum PBB maupun Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Civitas Akademika UB sepakat bahwa operasi Rising Lion dan pengeboman fasilitas nuklir di Iran melanggar kedaulatan negara. Hal tersebut telah diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB dan Konvensi Jenewa.

"Gencatan senjata harus dipatuhi dan ditaati. Pengingkaran terhadap gencatan senjata akan berimplikasi pada semakin berkepanjangannya konflik. Revitalisasi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) perlu menjadi prioritas untuk menjaga transparansi dan stabilitas proyek nuklir kawasan," lanjutnya.

Penyerangan yang dilakukan militer Israel dinilai sebagai tindakan pembantaian manusia secara besar-besaran. Bukan hanya memakan korban jiwa, namun juga melanggar prinsip hukum humaniter internasional. Krisis kemanusiaan dan ketidakstabilan kawasan pun terjadi semakin besar.

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

"Pendekatan militer yang berakibat pada jatuhnya korban sipil, baik di Palestina, Iran maupun Israel, hanya akan memperparah situasi dan menciptakan siklus kekerasan tanpa akhir," katanya.

UB juga mendorong adanya solidaritas global dan bantuan kemanusiaan dari negara-negara lainnya. Termasuk organisasi dunia seperti United Nations Relief and Works Agency for Palestine (UNRWA) untuk bersatu mendukung perdamaian dunia.

"UB siap terlibat aktif dalam upaya pendidikan, riset aksi dan kebijakan, serta kerja sama lintas institusi untuk membangun dunia yang lebih aman, adil, damai, dan bebas dari kekerasan serta penindasan," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Komisi IV DPRD Sampang Soroti Buruknya Sistem Rujukan Darurat di Puskesmas Mandangin

Baca Selanjutnya

3Store Indosat Hadir di Kota Jambi, Usung Konsep Modern dan Layanan Digital Terintegrasi

Tags:

UB Israel Palestina Iran Perang Israel dan Iran Universitas Brawijaya Free Palestine

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar