Melihat Geliat Budidaya Ayam Kampung KUB Fena Farm di Kota Malang, Berkembang Pesat Tembus Pasar Luar Pulau

19 Juli 2026 16:05 19 Jul 2026 16:05

Kukuh Kurniawan, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Melihat Geliat Budidaya Ayam Kampung KUB Fena Farm di Kota Malang, Berkembang Pesat Tembus Pasar Luar Pulau

Pemilik peternakan ayam kampung Fena Farm, Fena Ria saat menunjukkan produk telur ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), Minggu, 19 Juli 2026 (Foto : Kukuh / Ketik)

KETIK, MALANG – Potensi ekonomi dari budidaya ayam kampung varietas unggul di Malang kini semakin berkembang pesat. Hal ini dibuktikan oleh peternakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Fena Farm milik Fena Ria di Malang.

Budidaya ayam kampung miliknya tidak hanya merambah pasar lokal di Malang Raya, melainkan juga berhasil memperluas jangkauan hingga tembus pasar luar pulau. 

Saat ditemui di peternakannya yang terletak di Perumahan Villa Bukit Tidar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Fena menjelaskan bahwa saat ini memiliki sekitar 140 ayam kampung yang terdiri dari varietas Pancamurti dan KUB.

Namun, populasi di peternakannya itu didominasi oleh KUB karena karakteristik genetiknya yang dinilai jauh lebih menguntungkan untuk skala usaha. 

Foto Fena Ria saat memberikan pakan kepada ayam-ayam kampung miliknya yang dipelihara di peternakan ayam kampung Fena Farm, Minggu, 19 Juli 2026 (Foto : Kukuh / Ketik)Fena Ria saat memberikan pakan kepada ayam-ayam kampung miliknya yang dipelihara di peternakan ayam kampung Fena Farm, Minggu, 19 Juli 2026 (Foto : Kukuh / Ketik)

"Ayam KUB ini pada dasarnya adalah ayam kampung hasil rekayasa genetik dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Bogor. Keunggulan utama ada pada fungsi ganda, yaitu bisa diambil telur sekaligus dagingnya," ujarnya Fena kepada Ketik.com, Minggu, 19 Juli 2026. 

Selain itu, ia juga menyebut ayam KUB juga memiliki keunggulan dari sisi produktivitas karena mampu menghasilkan 160 hingga 180 butir telur per ekor dalam setahun. Jauh melampaui kemampuan ayam kampung Jawa biasa yang dalam setahun hanya mampu menghasilkan antara 80 hingga 100 butir telur per ekor. 

"Apabila dipersentase, hasil harian bisa mencapai angka 70 persen atau dapat menghasilkan hingga 70 butir telur dari total 100 ayam kami yang sudah masuk tahap produktif," jelasnya. 

Ia juga menyebut, faktor penentu konsistensi produksi telur juga terletak pada metode pemeliharaannya. Yaitu, dengan tetap mempertahankan sifat naluri alamiahnya serta tidak dikurung dalam kandang yang sempit. 

Sehingga, ayam-ayam tersebut dapat bebas bergerak, bermain, dan mengais tanah. Ini terbukti ampuh membuat kondisi psikologis ayam tetap terjaga. 

"Karena sifat alaminya tidak dihilangkan dan mereka bisa bermain, ayam-ayam disini tidak stres. Maka otomatis produksi telurnya menjadi lebih bagus dan stabil setiap harinya," ungkap perempuan lulusan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya ini.

Perempuan kelahiran Lampung ini mengaku, bahwa harga telur ayam kampung relatif stabil yaitu Rp 2.500 per butir dibandingkan telur ayam negeri pada umumnya. Hal ini disebabkan, karena telah memiliki pangsar pasar tersendiri. 

Yang menjadi tantangan terbesar, justru datang dari konsumen atau pembeli yang kerap mengalami krisis kepercayaan terhadap keaslian produk telur ayam kampung. Untuk mensiasatinya, ia pun melakukan strategi edukasi yang masif lewat pembuktian kualitas produk telur. 

"Saya edukasi dengan membuka langsung telurnya, sehingga bisa terlihat jelas kualitasnya. Dari segi rasa, jauh lebih gurih dan enak serta kandungan nutrisinya lebih tinggi," ungkapnya. 

Setelah merambah pasar lokal Malang Raya, ia kini menjajaki pangsa pasar luar pulau seperti Sumatera maupun Sulawesi. Terlebih, telur ayam kampung banyak dicari masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan gaya hidup sehat hingga sebagai bahan campuran jamu tradisional. 

Selain telur dan daging, di peternakannya tersebut juga menyediakan bibit berupa telur fertil siap tetas dan anakan ayam. Kualitas bibit yang terjaga, membuat permintaannya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kalau untuk daging dan telur, kebanyakan permintaan dari Pulau Jawa utamanya Malang Raya. Tetapi kalau untuk lini pembibitan baik telur fertil dan anakan ayam, permintaan sudah tembus hingga luar pulau," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Peternakan Ayam Kampung Telur Ayam Kampung Fena Farm Kota Malang