Prabowo Targetkan Petani Punya Motor Listrik, Guru Besar UB Beri Catatan Penting Ini

19 Juli 2026 18:10 19 Jul 2026 18:10

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Prabowo Targetkan Petani Punya Motor Listrik, Guru Besar UB Beri Catatan Penting Ini

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam kegiatan Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: Kukuh/Ketik)

KETIK, MALANG – Presiden RI Prabowo Subianto berencana meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat. Ia berharap setiap petani di Indonesia nantinya dapat memiliki motor listrik sebagai sarana mobilitas sehari-hari.

Rencana besar tersebut mendapat tanggapan langsung dari Guru Besar Fakultas Bio-Industri, Pertanian, dan Kehutanan Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Agr. Sc. Ir. Hagus Tarno, SP., MP.

Hagus mengungkapkan, ada aspek penting yang berpengaruh terhadap hasil atau margin keuntungan petani, mulai dari input, proses produksi, panen, hingga pascapanen.

"Dalam konteks urgensi kendaraan listrik bagi petani, bukan hanya terletak pada aspek teknologi semata, melainkan juga pada kemampuannya meningkatkan efisiensi sistem usaha tani. Kendaraan listrik lebih tepat diposisikan sebagai pendukung produktivitas dan daya saing pertanian lewat penurunan biaya logistik, peningkatan mobilitas, serta percepatan distribusi hasil panen," jelasnya kepada Ketik.com, Minggu, 19 Juli 2026.

Akan tetapi, Hagus mengingatkan bahwa efektivitas motor listrik ini sangat bergantung pada kondisi riil di lapangan. Implementasinya tidak bisa dipukul rata secara nasional, melainkan harus bersifat spesifik lokasi.

"Kendaraan listrik dapat optimal, tentunya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pedesaan, kondisi jalan usaha tani, akses listrik, serta kesesuaian jenis kendaraan dengan karakteristik komoditas dan wilayah. Oleh karena itu, implementasinya perlu bersifat spesifik lokasi, bukan sebagai solusi yang diterapkan secara seragam di seluruh kawasan pertanian Indonesia," terangnya.

Meski demikian, ia mengakui kendaraan listrik untuk pertanian memiliki dampak positif yang signifikan bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Hal ini berbeda dengan kendaraan berbahan bakar fosil yang memicu polusi udara dan dapat memengaruhi rantai ekosistem pertanian.

Polusi udara yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar fosil bisa menyebabkan beberapa kelompok serangga penyerbuk mati atau berpindah tempat. Hal ini dapat menstimulasi peledakan hama, sehingga berpotensi membuat komoditas pertanian gagal menghasilkan buah.

"Produktivitas pertanian dipengaruhi oleh peningkatan kualitas udara, tanah, air, serta terpeliharanya jasa ekosistem seperti penyerbukan dan pengendalian hayati. Kendaraan listrik memiliki kontribusi untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan dan pendekatan ini sejalan dengan konsep Climate-Smart Agriculture, One Health, dan Nature-based Solutions yang menempatkan produktivitas pertanian sebagai hasil interaksi antara teknologi, lingkungan, dan fungsi ekosistem," bebernya.

Di bidang pertanian, Hagus juga menyampaikan bahwa kendaraan tidak sekadar berfungsi sebagai alat transportasi semata, melainkan menjadi komponen penting dalam sistem produksi.

"Produktivitas pertanian modern sangat dipengaruhi oleh kelancaran mobilitas petani, input, hasil panen dan informasi. Dalam konteks ini, kendaraan listrik dapat diposisikan sebagai inovasi yang mendukung efisiensi produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia akan segera memiliki motor listrik nasional yang siap diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang.

"Saya akan launching beberapa minggu ini, yaitu motor listrik nasional," ujar Prabowo dalam pidatonya di kegiatan Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat, 17 Juli 2026 lalu.

Prabowo berharap, kelak setiap petani di Indonesia minimal bisa memiliki motor listrik untuk menunjang aktivitas harian mereka.

"Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor, motor listrik. Siapa tahu ada yang pakai mobil semuanya," tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

motor listrik Presiden Prabowo Akademisi Universitas Brawijaya Universitas Brawijaya Prabowo Subianto Guru Besar UB