Warga Keluhkan Masalah Banjir di Gading Kasri Kota Malang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

23 Jan 2024 11:10

Thumbnail Warga Keluhkan Masalah Banjir di Gading Kasri Kota Malang
Indrawanto yang mewakili warga Gading Kasri menyampaikan keluhannya. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Sekelompok warga yang diwakili oleh Indrawanto, Ketua RW 6 Kelurahan Gading Kasri sambangi Balai Kota Malang, Selasa, (23/1/2023). Kedatangan warga tersebut untuk mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayahnya, terutama Galunggung. 

Indrawanto menjelaskan, salah satu penyebabnya ialah permasalahan jacking yang tak kunjung selesai sejak tahun 2013. Masyarakat merasa jenuh sebab setiap hujan dengan intensitas tinggi, wilayahnya selalu terdampak banjir. 

"Awal koordinasi itu pelaksanaan jacking pakai sistem bor. Tidak tahu waktu itu niru Jepang atau Cina. Tapi pelaksanaannya waktu itu pakai sistem garuk kalau orang Jawa bilangnya dipacul pakai alat berat. Itu saya sudah mikir, kok gini padahal saya juga ikut musyawarah," ujarnya kepada Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Indra menjelaskan pada 2018 mulai bermasalah dan tak juga terselesaikan. Bahkan saat hujan dengan intensitas tinggi, banyak kotoran yang datang dari daerah lain. Terlebih apabila pintu air di wilayah Sumbersari dibuka, sampah-sampah tersebut akan menumpuk di daerah Galunggung.

Baca Juga:
Resmi Jabat Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Siap Lanjutkan Program Strategis Teguh Pamuji

"Hujan pertama besar kemarin, banyak sekali kotoran yang datang dari Sumbersari. Kalau pintu air di sana sudah dibuka, sampah numpuk di makam Galunggung, Kaseman. Pak Pj Wali Kota juga sudah ke sana melihat langsung bagaimana kondisi kalau sudah pintunya dibuka," jelasnya. 

Terlebih setelah ditelurusi, saluran air yang berada di wilayah Galunggung rupanya mulai menyempit. Bahkan saluran yang berada di area salah satu sekolah di saerah tersebut telah ditutup.

"Mohon koordinasi, dengan sekolah tersebut. Kalau sudah masuk dari Galunggung, sungai makin mengecil sampai di sekolah tadi. Di sana bukan mengecil tapi ditutup. Masyarakat bingung, di Sukun dibenerin gorong-gorongnya tapi kenapa Gading Kasri belum," lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto turut menjelaskan.

Baca Juga:
Kisah Suryadi: Bermodal Mental Santri dan Aktivis Jalanan, Kini Pimpin Komisi D DPRD Kota Malang

Menurutnya selama ini DPUPRPKP Kota Malang telah melakukan normalisasi saluran air. "Kami rutin melakukan normalisasi dengan pengerukan sedimen dan pemeliharaan saluran," jelasnya. 

Ia membenarkan, bahwa saat saluran air di Sumbersari dibuka maka menyebabkan luapan air di sana mengalir ke Galunggung. Maka dari itu ia tengah merencanakan pembuatan sudetan di tahun 2024 ini.

"Untuk mengurangi luapan air di Sumbersari, Sigura-gura, yang ke arah Galunggung maka 2024 akan kami buatkan sudetan dari sakuran di depan ITN. Akan kami sudet ke barat ke arah Sigura-gura derah Ubud Hotel, tembus ke Sungai Metro," ujar Dandung. 

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat turut menambahkan, bahwa Kota Malang telah memiliki masterplan drainase. Namun tak dapat dipungkiri bahwa kontur tanah yang berada di Galunggung juga menjadi penyebab terjadinya banjir dan aliran air yang menuju ke daerah tersebut.

"Salah satunya dengan sudetan itu dari saluran yang ada, kita sudet ke arah sungai Metro. Kita bentuk konturnya, supaya nanti di wilayah yang tinggi itu langsung mengalir sendiri di sungai Metro," ucap Wahyu. (*)

Baca Sebelumnya

Kaesang Pangarep Beri Ucapan dan Doa untuk Ultah Megawati Soekarnoputri

Baca Selanjutnya

Menhan Prabowo Bantu Eksplorasi dan Pipanisasi Air Bersih 4 Kabupaten di Madura

Tags:

Banjir Kota Malang Gading Kasri Banjir Galunggung Sudetan Kali Metro #Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

19 April 2026 11:12

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

18 April 2026 18:16

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

18 April 2026 17:12

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

18 April 2026 15:52

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

17 April 2026 20:30

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda