KETIK, MALANG – Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mendorong peluang investasi pengolahan sampah di Kabupaten Malang.
Hal ini menyusul ketertarikan perusahaan asal Prancis, Veolia, untuk mengembangkan pengolahan sampah di kota-kota berukuran menengah di Indonesia.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Wakil Menteri dan Deputi Infrastruktur Bappenas telah menerima perwakilan Veolia dalam sebuah pertemuan.
Tujuannya untuk membahas peluang kerja sama pengelolaan sampah. Menurut Leonardo, Veolia sebelumnya telah mengembangkan fasilitas pengolahan sampah plastik jenis PET di Pasuruan bekerja sama dengan Danone. Fasilitas tersebut bahkan disebut sebagai salah satu pengolahan sampah PET terbesar di Indonesia.
“Pak Wamen dan saya serta Deputi Infrastruktur menerima perusahaan Prancis Veolia yang sudah mengolah sampah plastik PET di Pasuruan bekerja sama dengan Danone. Itu merupakan pengolahan sampah PET terbesar di Indonesia,” ujar Leonardo melalui keterangan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026.
Melihat pengalaman tersebut, Veolia kini tertarik memperluas investasinya untuk pengolahan sampah di sejumlah daerah. Dalam kesempatan itu, Leonardo mengusulkan Kabupaten Malang sebagai salah satu wilayah yang berpotensi untuk dijajaki kerja sama.
“Mereka tertarik ikut mengolah sampah di kota-kota ukuran sedang. Saya mengusulkan Malang, khususnya Kabupaten Malang, untuk dijajaki peluang kolaborasinya,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Veolia bersama Deputi Infrastruktur Bappenas akan melakukan penjajakan lebih lanjut untuk melihat potensi kerja sama tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian investor adalah komitmen pemerintah daerah dalam mengumpulkan dan menyediakan pasokan sampah untuk diolah.
Selain itu, Kabupaten Malang juga telah masuk dalam target program pengelolaan sampah melalui skema pinjaman Bank Dunia yang dijalankan bersama Kementerian Dalam Negeri.
Program tersebut dikenal sebagai Local Service Delivery Project (LSDP) yang dijadwalkan mulai berjalan tahun ini. Program ini akan membantu penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan layanan publik, termasuk sektor persampahan.
“LSDP nanti membantu penguatan kapasitas pemerintah daerah. Jika Veolia merasa cocok dengan Kabupaten Malang, mereka berpotensi melakukan investasi di wilayah tersebut,” tuturnya
Sebagai informasi, perusahaan Perancis tertarik berinvestasi ke Kabupaten Malang, bermula beberapa waktu lalu Wabup Lathifah Shohib aktif menjemput peluang berbagai program di berbagai kementerian
Salah satunya, Wabup Malang Hj Lathifah juga melakukan audiensi dengan Kementerian Bappenas untuk membahas berbagai program dan pilot project di Kabupaten Malang.(*)
Wabup Lathifah Buka Jalan! Investor Prancis Tertarik Investasi Proyek Sampah di Kabupaten Malang
Editor: Gumilang
14 Mar 2026 08:22
Baca Sebelumnya
Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Majelis Taklim Fina Qalbi Khairina dan Baznas Bontang Bagikan Paket Sembako di Loktuan
Baca Selanjutnya
PBHI: Teror terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Upaya Membungkam Kebebasan Bersuara
Tags:
Wabup Malang Hj Lathifah Shohib Wabup Lathifah Kabupaten Malang Pemkab Malang sampah PrancisBerita lainnya oleh Gumilang
Follow Us On:
Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!