MPR RI Kunjungi Fisip UB, Evaluasi Implementasi UUD 1945 hingga Buka Wacana Peluang Amandemen

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

6 Agt 2025 18:26

Thumbnail MPR RI Kunjungi Fisip UB, Evaluasi Implementasi UUD 1945 hingga Buka Wacana Peluang Amandemen
Pembahasan evaluasi dan peluang amandemen oleh K3 MPR RI bersama akademisi berbagai kampus di Fisip UB. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Komisi Kajian Ketatanegaraan (K3) MPR EI, Taufik Basari berkunjung ke Fisip Universitas Brawijaya (UB), Rabu 6 Agustus 2025. Kunjungan tersebut untuk diskusi terkait evaluasi pengimplementasian UUD 1945 termasuk peluanh terjadinya amandemen ke-5. 

Sejumlah akademisi dari UB, UM, UMM, Widyagama dan lainnya turut serta dalam pembahasan tersebut. Taufik menjelaskan evaluasi komprehensif dibutuhkan mengingat reformasi telah berjalan sejak 27 tahun yang lalu. 

Ia menjelaskan, UUD 1945 telah mengalami amandemen pad 1999-2002. Perubahan konstitusi tersebut bersumber dari dorongan gerakan reformasi untuk negara yang lebih demokratis, menghargai penegakan HAM, bebas dari militerisme hingga memberantas KKN. 

"Dari amanat reformasi itu kita bisa jadikan landasan untuk melihat apakah harapan tersebut sudah terwujud terkait konstitusi yang kita miliki," ujarnya. 

Baca Juga:
Anggota DPR RI Sadarestuwati Sosialisasikan Empat Pilar di Jombang, Tekankan Persatuan dan Ketahanan Bangsa

Ia mengharapkan agar amandemen tidak dilakukan hanya demi keinginan elitis namun didasarkan pada keinginan dan harapan kuat dari rakyat. Untuk itu K3 MPR RI mencoba menghimpun pandangan masyarakat khususnya dari akademisi untuk evaluasi. 

"Evaluasi komprehensif ini didasarkan wacana mengenai amandemen ke-5 UUD 1945. Bukan sekadar top down, tapi harus lihat apakah memang ada kebutuhan untuk perubahan konstitusi. Jika ada, dasarnya apa, harapan seperti apa," jelasnya. 

Menurutnya dalam sejarah perumusan UUD 1945 menjelang proklamasi didasarkan pada momen konstitusional yakni keinginan merdeka dan lepas dari penjajahan. Begitu pula saat amandemen pada 1999-2002, momentum konstitusionalnya ialah gerakan reformasi 98.

"Jika ada wacana mengevaluasi konstitusi, maka apa yang jadi momentum konstitusionalnya. Kita bisa ciptakan momen konstitusionalnya dengan mengajak seluruh pihak untuk mengevaluasi, membumikan konstitusi ini," jelasnya. 

Baca Juga:
Bernostalgia dan Perkuat Sinergi, IKA FISIP UB Gelar Buka Bersama Lintas Generasi

Pihaknya akan melanjutkan diskusi ke beberapa kampus lain, mulai dari Unhas, UI, beberapa kampus di Bandung, dan lainnya. Dari hasil diskusi di Fisip UB, pemikiran yang muncul masih dinamis. 

"Ada yang merasa kebutuhan untuk melakukan konstitusi, tapi ada juga berpendapat jawabannya lebih pada perbaikan UU, menjalankan pemerintahan, dan lainnya. Bisa saja hasil diskusi kesimpulannya bukan amandemen yang dibutuhkan tapi misalnya penguatan terhadap sistem ketatanegaraan," katanya. 

Dekan Fisip UB, Ahmad Imron Rozuli menjelaskan posisinya yang menghendaki penguatan, alih-alih perubahan konstitusi. Terdapat 3 aspek yang harus diperhatikan yakni filosofis, sosiologis, dan yuridis. 

"Pada sisi ini kami masih bicara penguatan, isu perubahan jangan dulu. Paling pokok ya penguatan. Paling penting situasinya pada dinamika sosiologis. Masyarakat kita pada aspek yuridis, filosofis, dinamika yang kita baca bahwa konstitusi belum membumi. Masih terlihat ada jarak dengan masyarakat di lapisan manapun," katanya. 

Untuk itu diharapkan ada gerakan simultan agar masyarakat paham konstitusi sebagai dasar dan landasan gerak dalam kehidupan sehari-hari. 

"Kita tidak ada niat untuk mengubah dulu, tapi pemikiran terus digerakkan maka akan ada gerakan sosial yang bertumbuh. Terutama dimotori oleh akademisi dan masyarakat sehingga menimbulkan sumbangsih," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Ratusan Ribu Pelanggan KAI Manfaatkan Diskon 30 Persen, Makin Ramah Lingkungan

Baca Selanjutnya

Dari Jojo Tumbuh Harapan, Semangat Bertani dari Lahan yang Terlupakan

Tags:

Amandemen uud 1945 mengubah konstitusi MPR RI Fisip UB amandemen UUD 1945

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

17 April 2026 20:30

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

17 April 2026 19:10

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

DLH Kota Malang Dorong Aktivasi Bank Sampah, Jalan Keluar dari Minimnya Armada

17 April 2026 16:29

DLH Kota Malang Dorong Aktivasi Bank Sampah, Jalan Keluar dari Minimnya Armada

Mengenal BOUMI, Brand Personal Care Anak Garapan UB dengan Inovasi Sunscreen Rambut Jagung

17 April 2026 16:25

Mengenal BOUMI, Brand Personal Care Anak Garapan UB dengan Inovasi Sunscreen Rambut Jagung

15 Petugas Haji Siap Dampingi 1.203 Jemaah Asal Kota Malang, Ada yang Berusia 16 Tahun

17 April 2026 15:45

15 Petugas Haji Siap Dampingi 1.203 Jemaah Asal Kota Malang, Ada yang Berusia 16 Tahun

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H