KETIK, MALANG – Suasana sejuk dan penuh inspirasi menyelimuti acara halalbihalal warga RT 06 Perumahan Cassablanca Residence, Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang, pada Minggu, 12 April 2026. Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran Aisyah Ar-Rumy, hafizah cilik yang baru saja mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Aisyah melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdu yang menyentuh kalbu. Alunan tersebut seketika membawa suasana menjadi hening. Para hadirin tampak takjub, bahkan sebagian besar mengaku merinding mendengar kefasihan bacaannya. Kehadiran sang juara dunia ini menjadi berkah sekaligus motivasi besar bagi warga setempat.
Aisyah, yang sebelumnya tumbuh besar di lingkungan Cassablanca ini, menjadi sorotan publik setelah mewakili Indonesia dalam ajang Dubai International Holy Quran 2026.
"Aisyah ini kalau bapak ibu tahu semuanya pas pada waktu bulan puasa kemarin puncak viralnya karena Ananda kita ini mewakili Indonesia untuk lomba atau turnamen Holy Quran sedunia," ujar Ketua RT 06, Kiagus Firdaus.
Prestasi Aisyah tergolong luar biasa. Berkat kemampuannya, ia telah mengantongi beasiswa pendidikan hingga jenjang S3 di Universitas Al-Azhar, Mesir. Ayah Aisyah, Muhammad Qowiyul Huda, menekankan bahwa keberhasilan putrinya tidak lepas dari peran lingkungan tempat tinggal yang kondusif.
"Awal Aisyah mulai dikasih panggung, awal Aisyah mulai mencintai Al-Qur'an. Masjid. Bahkan lingkungan ini adalah lingkungan yang kita pilih untuk anak-anak kami, untuk anak-anak saya pribadi lingkungan yang bagus untuk sebagai apa ya lingkungan Quran," jelas Abi Aisyah.
Motivasi Menyentuh dari Sang Hafizah
Meski masih belia, Aisyah memiliki kedewasaan berpikir dalam membagi waktu. Baginya, rasa lelah dalam menjaga hafalan jauh lebih berharga daripada lelah karena bermain.
"Kalau Aisyah motivasinya itu murajaah capek. Main capek. Tapi kalau murajaahnya capeknya enggak sia-sia, kalau main capeknya sia-sia," ungkap Aisyah dengan lugu.
Ia menambahkan bahwa manfaat murajaah (mengulang hafalan) memiliki nilai jangka panjang yang jauh melampaui kesenangan bermain semata. Saat disinggung mengenai pengalamannya berkeliling dunia hingga ke Dubai, Aisyah mengaku perasaannya sangat emosional.
"Perasaan Aisyah campur aduk. Terus antara senang bahagia sama deg-degan," tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan studi Aisyah di masa depan. Kehadirannya diharapkan mampu memicu semangat anak-anak lain di Kota Malang untuk mencintai Al-Qur'an.
"Saya doakan kuliah sampai S3, amin," pungkas Kiagus Firdaus yang langsung diamini secara serempak oleh seluruh warga yang hadir. (*)
