Kucing Liar Tak Terurus, Komunitas Desak Pemkot Malang Bangun Shelter dan Sterilisasi Gratis

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

28 Okt 2025 04:39

Thumbnail Kucing Liar Tak Terurus, Komunitas Desak Pemkot Malang Bangun Shelter dan Sterilisasi Gratis
Ilustrasi kucing liar di Kota Malang, Komunitas Peduli Kucing mendesak adanya shelter dan sterilisasi gratis. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Maraknya kucing liar yang tak terurus menjadi perhatian bagi Komunitas Peduli Kucing. Mereka mendesak agar Pemkot Malang membangun shelter dan melakukan sterilisasi secara gratis. 

Hal tersebut disampaikan Komunitas Peduli Kucing dalam audiensi bersama Komisi C DPRD Kota Malang, Selasa, 28 Oktober 2025.

Rudianto, Ketua Cat Lover RW 08, Kelurahan Sawojajar menjelaskan pemerintah harus hadir dalam upaya pengendalian populasi kucing liar. Terlebih saat ini mulai banyak kucing dan anakan yang dibuang tanpa induk. 

"Butuh alokasi APBD untuk steril kucing liar gratis karena ini merupakan masalah lingkungan jika over populasi. Menekan populasi dengan program sterilisasi adalah salah satu solusi yang dapat dilakukan," ujarnya, Selasa, 28 Oktober 2025. 

Baca Juga:
Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

Selama ini komunitas mengupayakan program sterilisasi kucing liar secara mandiri. Aksi tersebut akan lebih efektif apabila mendapat bantuan dari pemerintah. 

"Apabila pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk sterilisasi kucing liar maka langkah tersebut dapat mempercepat pengendalian populasi kucing liar dan lingkungan akan lebih kondusif," lanjutnya. 

Overpopulasi pada kucing dapat memicu kematian massal akibat dugaan peracunan. Pada Oktober 2024 terjadi 16 kasus kematian kucing di Danau Maninjau, 20 kasus di Januari-Februari 2025 di Lowokwaru, dan sekitar 15 kucing mati di Bunulrejo pada Mei 2025. Rudi menjelaskan kasus tersebut memiliki ciri yang sama dan mengarah pada keracunan. 

Ia juga menekankan bahwa pemerintah belum memikirkan kebutuhan shelter untuk kucing di Kota Malang. Lagi-lagi, setiap komunitas pecinta kucing harus menyediakan dan mengelola shelter secara mandiri. 

Baca Juga:
Apresiasi Prestasi LKS Jatim 2026! Kadisdik Aries Beri Penghargaan Peraih Medali dari Malang dan Kota Batu

"Saat ini shelter dikelola mandiri oleh perorangan maupun komunitas lokal namun semakin lama sudah tidak sanggup menampung berbagai kasus pembuangan baik karena keterbatasan lahan, mahalnya biaya sewa, biaya operasional, biaya pakan serta perawatan kesehatan," tegasnya. 

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Akhdiyat Syabril Ulum menjelaskan aspirasi akan disampaikan ke kalangan eksekutif. Menurutnya alokasi anggaran untuk Puskesmas Hewan (Puskeswan) perlu diperbesar. 

"Apa yang menjadi masalah tentang pengendalian hewan, terutama populasi kucing di Kota Malang bisa lebih diperhatikan lagi. Lalu alokasi anggaran untuk Puskeswan kalau bisa diperbesar," katanya. 

Dengan cara tersebut, kolaborasi antara dokter hewan hingga pecinta kucing dapat direkatkan. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami keberadaan hewan liar di sekitarnya. 

"Kolaborasi perlu kita rapatkan bersama, agar sosialisasi keberadaan hewan liar juga dipahami masyarakat. Lebih dinyaringkan lagi apa yang menjadi permasalahan sehingga solusi bisa ditemukan secara tepat dan mampu memastikan kesejahteraan hewan," tutupnya.  (*)

Baca Sebelumnya

Prabowo Cs Hisap Sabu di Toilet Musala, Ditangkap Polisi dan Pemuda Abdya

Baca Selanjutnya

Dharma Wanita Persatuan Asahan Gelar Rakor Perkuat Sinergi dan Program Kerja 2025

Tags:

Kucing Liar Kota Malang Shelter Kucing Sterilisasi Kucing Komunitas Pencinta Kucing Komunitas Peduli Kucing Cat Lovers

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

16 April 2026 18:38

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

16 April 2026 18:27

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

Pasar Sawojajar Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner, Lantai 2 Siap Tampung 30 UMKM

16 April 2026 15:35

Pasar Sawojajar Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner, Lantai 2 Siap Tampung 30 UMKM

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H