KETIK, MALANG – Video ceramah disampaikan penceramah Sisca Farisa Dona dan viral di media sosial menuai tanggapan dari Ketua PBNU Bidang Keagamaan sekaligus Ketua MUI Bidang Pesantren, KH Ahmad Fahrur Rozi.
Pengasuh Ponpes An Nur 1 Bululawang Kabupaten Malang ini menyayangkan adanya pernyataan menyebut banyak pesantren cabul di Malang tanpa disertai data dan fakta yang jelas.
Menurut Fahrur Rozi, tuduhan yang disampaikan di ruang publik harus didasarkan pada bukti yang valid agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap lembaga pendidikan pesantren yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter generasi bangsa.
"Saya menyayangkan adanya pernyataan yang menyebut seolah-olah banyak pesantren cabul di Malang tanpa disertai data dan fakta yang jelas. Tuduhan seperti ini tidak boleh disampaikan secara serampangan di muka publik karena dapat menimbulkan stigma dan merugikan ribuan santri, kiai, ustaz, serta lembaga pendidikan pesantren yang selama ini berjuang mendidik generasi bangsa," ujarnya dalam keterangan yang ditulis Ketik.com, Senin, 1 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa apabila memang terdapat kasus pidana atau kekerasan seksual di lingkungan tertentu, maka kasus tersebut harus disebutkan secara jelas dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun, menurutnya, tidak tepat apabila tindakan segelintir oknum dijadikan dasar untuk menggeneralisasi seluruh pesantren.
"Kalau memang ada kasus pidana atau kekerasan seksual di lingkungan tertentu, silakan disebutkan secara jelas dan diproses sesuai hukum. Kita semua mendukung penindakan tegas terhadap pelaku. Namun jangan karena beberapa oknum lalu seluruh pesantren di Malang digeneralisasi dan diberi cap buruk," tegasnya.
Fahrur Rozi juga menyoroti banyaknya jumlah pesantren di Kabupaten Malang yang selama ini aktif menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan moral. Menurutnya, tuduhan yang bersifat umum tanpa didukung data berpotensi menjadi fitnah dan merusak nama baik lembaga pendidikan Islam.
"Di Kabupaten Malang terdapat ratusan pesantren dengan puluhan ribu santri yang setiap hari belajar agama, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Pertanyaannya, berapa jumlah pesantren yang dimaksud? Di mana datanya? Jangan sampai pernyataan yang tidak didukung fakta justru berubah menjadi fitnah dan pembunuhan karakter terhadap lembaga pendidikan Islam," katanya.
Ia meyakini mayoritas pesantren di Malang menjalankan tugas pendidikan dengan baik dan penuh dedikasi. Karena itu, masyarakat diminta tetap bersikap adil dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul.
"Saya meyakini jauh lebih banyak pesantren yang baik, bersih, dan sungguh-sungguh mengabdikan diri untuk mendidik anak bangsa daripada oknum-oknum yang melakukan pelanggaran. Jika ada yang salah, sebut pelakunya dan tindak tegas. Tetapi jangan menghukum seluruh pesantren dengan tuduhan yang tidak proporsional," ujarnya.
Lebih lanjut, Fahrur Rozi mengingatkan bahwa setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik harus didasarkan pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai kebebasan berbicara harus dibarengi dengan tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Dalam tradisi keilmuan dan etika publik, setiap pernyataan harus didasarkan pada data yang valid, bukan asumsi atau sensasi. Kebebasan berbicara harus disertai tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang telah banyak berjasa bagi bangsa ini," tuturnya. (*)
Ketua PBNU Sesalkan Pernyataan Sisca Farisa Dona, Minta Jangan Generalisasi Pesantren di Malang
1 Juni 2026 08:47 1 Jun 2026 08:47
Gumilang
Editor
Ketua PBNU Bidang Keagamaan sekaligus Ketua MUI Bidang Pesantren, KH Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: Dok Pribadi Gus Fahrur)
Tags:
Ketua PBNU PBNU Ketua Mui MUI malang Kh Ahmad Fahrur Rozi Sisca Farisa DonaBaca Juga:
Gus Fahrur Bululawang Malang, Ketua PBNU Komisaris di Gag Nikel yang BermasalahBaca Juga:
Diterpa Wacana Muktamar Luar Biasa, Ketua PBNU Sebut Cuma Bikin GaduhBerita Lainnya oleh Gumilang
1 Juni 2026 08:47
Ketua PBNU Sesalkan Pernyataan Sisca Farisa Dona, Minta Jangan Generalisasi Pesantren di Malang
31 Mei 2026 10:30
Perebutan Kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Mengerucut ke 2 Nama, PAC Tegas: Imam Itu Laki-laki
30 Mei 2026 19:40
Kurban Sapi Bareng PAC, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Umumkan Kantor Baru Senilai Rp3 Miliar Segera Diresmikan
30 Mei 2026 15:23
Fraksi Gerindra Bongkar Kejanggalan Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang, Lokasi Baru Tak Sesuai RPJMD
30 Mei 2026 09:35
Satu Tiket untuk 3 Pantai! Wisatawan Rela Jauh-Jauh ke Pantai 3 In 1 Malang Selatan, Banyu Meneng Paling Diburu
30 Mei 2026 08:26
Polemik Proyek Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang, Fraksi NasDem Yakin Ada Titik Temu
Trending
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
Sumut Tuan Rumah Piala AFF U-19, Tiga Stadion Megah Siap Sambut Timnas 10 Negara!
