Harganas 2026 dan Upaya Pemkot Malang Mengikis Fatherless dari Bangku Sekolah

29 Juni 2026 16:48 29 Jun 2026 16:48

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Harganas 2026 dan Upaya Pemkot Malang Mengikis Fatherless dari Bangku Sekolah

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito menjelaskan tentang Harganas 2026 dan fenomena fatherless. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Hari Keluarga Nasional (Harganas) menjadi sorotan penting bagi Pemerintah Kota Malang. Saat ini, Pemkot Malang tengah merumuskan langkah strategis untuk menekan fenomena fatherless, kondisi di mana anak merasa kehilangan sosok ayah.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa berdasarkan pernyataan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, tingkat fatherless di Indonesia tergolong cukup tinggi.

"Di Indonesia ini fatherless-nya lumayan tinggi, ketidakhadiran sosok ayah pada pengasuhan anak," ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.

Fenomena ini dapat ditekan dengan mengubah pola asuh dalam keluarga, dengan mengubah pola pikir bahwa tugas ayah tidak sebatas mencari nafkah. Ayah diharapkan mampu hadir sebagai pendamping keluarga dan terlibat aktif dalam pengasuhan anak.

"Salah satunya, paling tidak dengan berkontribusi berperan dalam pendidikan anak. Bukan secara misalnya anak harus masuk sekolah favorit, tidak. Tetapi dengan mendampingi anak dalam belajar, proses selama anak sekolah, termasuk mengantar anak," lanjutnya. 

Sebagai langkah konkret, Kota Malang menggencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS). Arahan ini pun telah dituangkan dalam surat resmi dari Sekretaris Daerah Kota Malang.

"Diharapkan ayah bisa mengantar anaknya pada saat pertama kali masuk sekolah di tahun ajaran baru 2026/2027 nanti. Salah satunya itu dalam rangka Harganas 2026," sebutnya. 

Saat ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang tengah mengintensifkan sosialisasi terkait GAMAS. Menurut Donny, seharusnya tidak ada lagi alasan bagi ayah untuk tidak mengantar anaknya sekolah dengan dalih jam kerja.

"Jam sekolah anak di Kota Malang ini kebanyakan pagi, jam 7. Masuk kantor atau masuk kerja kebanyakan jam 8. Saya kira masih nutut," tegasnya. 

Meski tidak dilakukan pengawasan secara ketat, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang tetap berkomitmen untuk terus mengedukasi para orang tua.

"Kami tidak ada pengawasan secara khusus tapi selalu memberikan sosialisasi. Kebetulan setiap ada acara di dinsos, kebanyakan ibu-ibu yang hadir, tetapi dari situ materi sosialisasi yang kami berikan bisa lebih memberikan dampak khususnya kepada para ayah," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Harganas 2026 Hari Keluarga Nasional peran ayah pengasuhan anak Kota Malang Fatherless