KETIK, MALANG – Komunitas lokal dari Kota Malang, Manifolks telah meluncurkan mini bootcamp bertajuk Digicamp Vol. 01. Kegiatan tersebut berfokus pada pemberdayaan difabel agar dapat tercipta ekosistem yang inklusif di dunia teknologi.
Sarah Sahda Shabirah, founder Manifolks menjelaskan, sebelum program diluncurkan, Sarah dan tim telah melakukan survei dan berdiskusi bersama komunitas difabel. Hal tersebut untuk mengetahui model pembelajaran yang akses terhadap difabel.
"Kalau mengacu keyword digital era, kita fokus di bidang digital dan teknologi. Core projek kita Digicamp, mini bootcam untuk difabel yang mau belajar di bidang STEM (Science, Technologi, Engineering, and Mathematics). Tapi kita lebih merujuk ke technology skillsnya," ujar Sarah, Jumat (21/6/2024).
Dalam Digicamp, peserta akan diberikan topik pembahasan berupa coding, digital marketing, serta UI/UX design. Terdapat dua metode pembelajaran yang diterapkan yakni kelas visual dan non visual.
Kelas visual digunakan bagi peserta dengan jenis difabel tuli, daksa, dan lainnya. Sedangkan kelas non visual ditujukan bagi peserta netra maupun low vision yang memanfaatkan sistem pembelajaran auditori.
"Kita membuka peluang bagi non difabel, tapi tetap kita prioritaskan yang difabel karena kita ingin membangun ruang inklusi. Kita juga membangun networking berupa komunitas yang mungkin berguna bagi teman-teman untuk cari kerja di bidang teknologi," lanjutnya.
Melalui kegiatan tersebut, Manifolks membawa misi untuk membangun komunitas perubahan. Tak heran jika dalam pelaksanaannya mereka menggandeng Komunitas Peduli Inklusi Nusantara (Kopinus).
Menurut Sarah dengan melibatkan berbagai perspektif dapat menumbuhkan inovasi untuk menciptakan perubahan yang besar. Terbukti dari hasil diskusi bersama komunitas difabel, dapat menemukan solusi dari permasalahan yang ada.
"Mereka (difabel) merasa ruang belajar untuk teknologi sangat sempit. Di tingkat pekerjaan lebih banyak lagi hambatannya. Mereka sering merasakan diskriminasi, saat mencari kerja diharuskan sehat jasmani dan rohani padahal sebetulnya mereka bisa melakukan kerjaan seperti teman non difabel," kata Sarah.
Sebagai informasik Manifolks tak hanya menaruh perhatian terhadap isu-isu difabel namun juga terhadap kelompok perempuan dan anak-anak underprivileged. Digicamp sendiri akan dilaksanakan secara hybrid dari 22 Juni sampai 14 Juli 2024. Sedangkan final Digicamp pada 14 Juli 2024 dilaksanakan di Malang Creative Center.(*)
Gelar Digicamp Vol. 01, Manifolks Bangun Inklusifitas Difabel di Ruang Digital
21 Juni 2024 05:54 21 Jun 2024 05:54
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Kegiatan Digicamp Vol. 01 yang digelar oleh Manifolks. (Foto: Instagram @mani.folks)
Tags:
Manifolks Digicamp Mini Bootcamp Difabel inklusi DigitalBaca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam HariBaca Juga:
Dinas Pendidikan Lebak Gelar TOT Pengawas Sekolah, Dorong Transformasi Digital PendidikanBaca Juga:
Kenal Lebih Dekat IIP Unair, Jurusan yang Dibutuhkan di Era Informasi DigitalBaca Juga:
Ucapan Lebaran Beralih ke Digital, Media Sosial Jadi Sarana Utama SilaturahmiBaca Juga:
Silaturahmi Online! Tradisi Halal Bihalal di Era Video CallBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
15 April 2026 19:41
DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi
15 April 2026 17:57
DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH
15 April 2026 16:31
33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi
15 April 2026 14:28
Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!
15 April 2026 13:54
Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026
14 April 2026 16:31
Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Dulu PDIP Kini Gerindra, Perjalanan Politik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Kandas di Tangan KPK
