KETIK, MALANG – Hari ini, Selasa 1 Oktober 2024 tepat dua tahun pasca Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang korban. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) mengajak masyarakat merawat ingatan tersebut melalui pameran seni yang digelar di Ruang Pamer FIB A.
Muhammad Febbyzio Damoesya selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, dalam pameran tersebut berisi infografis yang menjelaskan proses hukum dan perjuangan keluarga korban mencari keadilan.
Tak hanya itu, foto-foto dan karya seni berupa puisi, lukisan, bahkan poster protes dan dukungan pun turut hadir sebagai bentuk dukungan kepada keluarga dan para korban.
"Pameran ini kita ingin menjaga memori terkait Tragedi Kanjuruhan. Kita isikan infografis untuk memberi informasi kepada teman-teman bahwa ini loh proses hukum yang sudah dilakukan dari awal kejadian hingga 21 juli 2024," ujarnya saat dijumpai.
Dalam pameran juga menghadirkan bongkahan dari gate 13 Stadion Kanjuruhan yang dipinjamkan oleh Jaringan Solidaritas Keadilan Keluarga Korban (JSKK). Pameran ini sudah dua kali dilakukan oleh Mahasiswa FIB UB sebagai upaya untuk menuntut keadilan.
"Kami saling koordinasi dengan keluarga korban, JSKK, dan aktivis area Malang. Keluarga korban juga dilibatkan, lebih ke kita meminta izin.Respon mereka baik dan mendukung," lanjutnya.
Mengangkat tema Tragedi yang Terlupakan, Belum Terurai Namun Dianggap Usai ini telah digelar sejak 26 September 2024 hingga 1 Oktober 2024. Tak hanya pameran, diskusi umum bersama Akademisi, Antropolog, dan keluarga korban pun telah dilaksanakan.
"Nanti kita juga ada kontemplasi dan doa bersama. Sejauh ini respon dari pengunjung tentu lebih tinggi rasa empatinya. Apabila tahun berikutnya tidak ada perkembangan apapun, kemungkinan besar kami akan selenggarakan lagi," ucap Mahasiswa Sastra Inggris itu.
Ia berharap melalui pameran tersebut semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap nasib korban dan keluarga yang belum juga mendapatkan keadilan.
"Kita harus lebih aware dengan Tragedi Kanjuruhan, lebih mendampingi terutama keluarga korban. Saya bukan asli Malang, tapi dengan pameran ini ayo lebih tergugah dan mengenal perasaan keluarga korban atas tragedi yang terjadi," tutupnya.(*)
Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Mahasiswa FIB UB Ajak Masyarakat Rawat Ingatan Lewat Pameran Seni
1 Oktober 2024 15:55 1 Okt 2024 15:55
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Bongkahan dari gate 13 yang dipamerkan oleh mahasiswa FIB UB. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Tragedi Kanjuruhan pameran seni FIB UB Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Pameran Tragedi Kanjuruhan Dua Tahun Tragedi KanjuruhanBaca Juga:
Solidaritas Tanpa Batas! IMPALA UB Gelar UB Loop Run 50K, Alumni Turun GunungBaca Juga:
Mengenal Mind Matrix, Aplikasi Pendeteksi Kesehatan Mental untuk Pekerja Industri Garapan Dosen UBBaca Juga:
Alumnus Doktor Jepang dan Ahli Biologi Molekuler, Ini Profil Prof. Widodo Rektor Universitas BrawijayaBaca Juga:
Unjuk Gigi di Filipina, FTUB Paparkan Inovasi Pendidikan Teknik BerkelanjutanBaca Juga:
FKH UB Turunkan Ratusan Mahasiswa dan Puluhan Dosen untuk Periksa Hewan Kurban Jelang IduladhaBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
30 Mei 2026 17:07
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tiap Senin, Minta Masyarakat Tak Lakukan Vandalisme
30 Mei 2026 14:23
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!
30 Mei 2026 13:25
Heboh di TikTok! Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Jadi Buruan Wisatawan Kuliner dari Berbagai Daerah
30 Mei 2026 12:15
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pemkot Malang Hadirkan WTI di 2 Pasar
29 Mei 2026 15:50
Penambahan 3 Koridor Trans Jatim di Malang Masih Digodok, Gubernur Khofifah: Masih Hitung Anggaran
29 Mei 2026 15:40
Momen HLUN 2026, Pemprov Jatim Guyur Bantuan Jaminan Hidup hingga Rp108 Miliar untuk Lansia
Trending
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
