DPRD Kota Malang: Wisata Terpadu Mustahil Tanpa Pedestrian Layak

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Dendy Ganda Kusumah

22 Jan 2026 17:50

Thumbnail DPRD Kota Malang: Wisata Terpadu Mustahil Tanpa Pedestrian Layak
Ilustrasi kawasan Balai Kota Malang yang akan menjadi wisata terpadu, oleh DPRD Kota Malang diimbau adanya pedestrian layak. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menyoroti konsep wisata terpadu yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ia menilai wisata terpadu mustahil terealisasi apabila tidak disertai dengan kelayakan jalur pedestrian atau pejalan kaki.

Trio menjelaskan bahwa kemudahan akses bagi wisatawan menjadi kunci penting dalam mewujudkan wisata berkelanjutan. Konektivitas kawasan Balai Kota Malang, Splendid, Kayutangan Heritage, dan Alun-Alun Merdeka harus terwujud melalui perbaikan infrastruktur.

“Kita ingin orang keluar dari Stasiun Kota Malang bisa langsung jalan kaki ke titik-titik wisata terpadu tanpa kendaraan. Konsep ramah pejalan kaki itulah yang menjadi fokus kita,” ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menyayangkan kondisi pedestrian di Kota Malang yang belum terawat dan belum representatif bagi pejalan kaki, khususnya jalur padat di Jalan Majapahit, sekitar Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM).

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Trio menilai akses pedestrian dari Balai Kota Malang menuju Kayutangan atau Splendid masih jauh dari kata ideal. Hal tersebut, sambungnya, disebabkan oleh kondisi jalur yang sempit serta padatnya kendaraan yang melintas.

“Padahal nanti bisa nyambung dengan Taman Rekreasi Kota (Tarekot) di kawasan Splendid. Di situ orang bisa berjalan kaki sambil menikmati kawasan sekitar. Akan bagus kalau memang konsepnya seperti itu. Pedestriannya yang harus ditonjolkan,” tegas politisi PKS Kota Malang itu.

Apabila Kota Malang menyediakan konsep pedestrian yang nyaman, wisatawan dapat menikmati pengalaman berjalan kaki menyusuri bangunan-bangunan tua sejak keluar Stasiun Kota Malang hingga ke Alun-Alun Merdeka.

“Banyak titik yang bisa dinikmati ketika berada di kawasan wisata terpadu ini. Jadi cukup berjalan kaki, wisata heritage Kota Malang bisa dinikmati,” katanya.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Melihat kondisi anggaran Kota Malang tahun 2026, konsep wisata terpadu dapat diawali dengan tahap perencanaan, yakni Detail Engineering Design (DED). Selain menghadirkan pedestrian yang representatif, konsep ini juga perlu disertai penataan kantong parkir dan pedagang kaki lima (PKL).

Ia mengapresiasi upaya Pemkot Malang dalam penataan parkir melalui Gedung Parkir Kayutangan. Kini tinggal penataan PKL, agar nantinya tidak berjualan di kawasan pedestrian.

Trio menyebut penataan PKL dan UMKM direncanakan berada di area Pasar Senggol Splendid. Namun, ia memberikan catatan agar PKL di kawasan Alun-Alun Merdeka juga mendapatkan perhatian. Salah satu opsi yang disampaikan ialah membangun sentra UMKM atau pujasera di kawasan Alun-Alun Merdeka.

“Kalau dari segi anggaran, tahun ini memungkinkan dilakukan secara bertahap. Namun lebih ke aspek DED atau perencanaan. Jadi pemerintah dalam membuat konsep wisata terpadu jangan setengah-setengah,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sebanyak 3015 Rumah Terdampak Banjir, Ini Kata Wabup Situbondo Saat Tinjau Lokasi

Baca Selanjutnya

Serah Terima Jabatan di Polres Kendal, Kapolsek hingga Kasat Intelkam Berganti

Tags:

Wisata Terpadu Kota Malang Wisata Terpadu Kota Malang DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Pedestrian Pedestrian Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H