Darurat Lingkungan! DAS Brantas Terkepung Polutan Mikroplastik

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

30 Jan 2026 14:41

Thumbnail Darurat Lingkungan! DAS Brantas Terkepung Polutan Mikroplastik
Tim PSPK Sedang Melakukan Pengambilan Sampling air untuk mengetahui kandungan mikroplastik. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Peneliti dari Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) Universitas Brawijaya (UB) menemukan ancaman serius terhadap ekosistem sungai. Saat ini Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas telah terkepung oleh polutan mikroplastik. 

Ketua Tim Riset Penelitian Mikroplastik, Prof Andi Kurniawan menjelaskan riset dilakukan di mata air atau bagian hulu hingga mencapai muara Brantas. Kawasan perairan pesisir seperti Pulau Lusi dan Sendang Biru pun tak luput dari temuan kandungan mikroplastik. 

Besaran mikroplastik yang ditemukan cukup beragam di setiap lokasi dan waktu yang berbeda. Namun rata-rata mikroplastik yang berada di layaran sungai menyentuh 2-8 partikel per liter. Prof Andi menjelaskan semakin menuju ke arah pantai, kandunhan mikroplastik yang ditemukan semakin tinggi. 

"Jumlah tertinggi yang ditemukan dalam studi kami, sampai 40 partikel per liter di daerah pesisir, di daerah pantai," ujarnya, Jumat 30 Januari 2026.

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Berdasarkan riset yang dilakukan, Prof Andi dan tim menemukan fakta bahwa mikroplastik telah menyebar di seluruh rantai ekosistem perairan. Mulai dari sumber mata air hingga laut. 

Ia pun mendesak agar pemerintah melakukan mitigasi dari masalah besar tersebut. Terlebih partikel mikroplastik telah masuk ke dalam rantai makanan yang berpotensi berpengaruh pada kesehatan masyarakat. 

“Tidak hanya penelitian hari ini, kami juga telah mengidentifikasi keberadaan mikroplastik hampir di semua ekosistem perairan yang menjadi objek utama penelitian yang mengindikasikan mikroplastik menjadi emerging pollutant,” katanya. 

Menurutnya diperlukan standar baku mutu untuk mengendalikan pencemaran mikroplastik. Salah satunya dengan menguatkan perlindungan konsumen dengan pengecekan standar botol air minum dalam kemasan. 

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

"Penting melakukan perlindungan konsumen, misalnya mengecek standar botol air kemasan atau air yang dikonsumsi masyarakat. Itu perlu recheck, sehingga meminimalkan keberadaan mikroplastik," tegasnya. 

Tak hanya itu, pemerintah juga hatus memerhatikan kelestarian lingkungan dan pengawasan ketat agat tidak ada bahan tercemar yang masuk ke aliran sungai. Kementerian Kesehatan harus memberi stimulus penelitian yang mengarah ke mikroplastik dan kesehatan meskipun baku mutu belum ditetapkan oleh WHO. 

“Oleh karena itu, regulasi yang harus diusung, melengkapi regulasi perlindungan air dan lingkungan yang sudah ada, termasuk menata regulasi untuk melindungi hewan ataupun manusia,” pungkasnya.  (*)

Baca Sebelumnya

Pejabat Eselon II Jatim Siap-Siap! Gubernur Khofifah Pastikan Mutasi Putaran Kedua Dalam Waktu Dekat

Baca Selanjutnya

Kesal Dua Tahun Jalan ke Makam Rusak, Warga Mojowarno Jombang Tanami Pisang dan Singkong

Tags:

DAS Brantas mikroplastik Kandungan Mikroplastik Darurat Lingkungan Sangai Tercemar Riset UB Universitas Brawijaya UB

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar