Anies Baswedan Soroti 'Migrasi Paksa' Kelas Menengah Jakarta Akibat Ketimpangan Kebijakan Properti

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Fisca Tanjung

10 Mar 2026 16:08

Thumbnail Anies Baswedan Soroti 'Migrasi Paksa' Kelas Menengah Jakarta Akibat Ketimpangan Kebijakan Properti
Anies Baswedan menyoroti ketimpangan kebijakan perumahan yang membuat warga kelas menengah seolah termigrasi paksa. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti ketimpangan kebijakan perumahan bagi warga kelas menengah khususnya di Jakarta. Timpangnya kebijakan properti membuat masyarakat kelas menengah seolah dimigrasi secara paksa untuk bertempat tinggal di luar Jakarta. 

Sorotan tersebut ia sampaikan ketika menjadi pemateri di Bincang Plano atas undangan dari Fakultas Teknik (FT) UB. Ia diminta menjadi narasumber untuk membahas topik 'Menavigasi Perencanaan Perkotaan Menuju Keadilan Ruang dan Sosial di Tengah Krisis dan Ketidakpastian.'

Menurutnya, perumahan di Jakarta merupakan persoalan struktural. Kebutuhan perumahan masyarakat kelas atas dilayani oleh perusahaan properti. Sedangkan kebutuhan rumah bagi kelompok miskin dilayani lewat subsidi yang diberikan pemerintah.

"Pertanyaannya, yang di tengah siapa yang melayani. Enggak ada. Mereka yang di tengah itu didiamkan. Efeknya apa, yang di tengah pindah dari dalam Kota Jakarta, ke luar," ujarnya, Selas,a 10 Maret 2026.

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Bahkan Anies menyebutkan upaya pemerintah selama bertahun-tahun untuk membangun jalan tol ke luar kota, justru memudahkan orang untuk pergi dari Jakarta. Kelompok kelas menengah ini lah yang memiliki potensi besar keluar dari Jakarta mencari rumah terjangkau. 

"Ini adalah penggeseran struktural di Jakarta. Kalau Anda jadi pengelola kota, harus berpikir, sudah adilkah kota ini bagi semua orang sampai harus pergi dari kota ini. Kalau kita menangkap di luar harganya lebih murah. Banyak sekali kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada yang di tengah dan di bawah," tegasnya. 

Kondisi tersebut yang mendasari Anies Baswedan mengeluarkan Program Rumah DP 0 Rupiah sebagai janji kampanye saat menjabat Gubernur DKI Jakarta (2017–2022). Meskipun banyak menuai persoalan, namun banyak pengembang perumahan yang menggunakan DP 0 Rupiah dalam mempromosikan perumahan. 

"Di situlah kenapa kita menyiapkan program hunian dengan DP 0 Rupiah. Mereka itu adalah orang-orang yang mampu bayar bulanan, tapi tidak punya tabungan untuk bayar DP. Jadi DP diambil alih negara," terangnya. 

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Anies juga mendorong peninjauan kembali kebijakan pajak properti agar lebih berkeadilan. Menurutnya, penduduk yang memiliki jasa bagi negara seharusnya diberikan pengecualian berupa pembebasan PBB agar dapat mempertahankan tempat tinggalnya.

"Banyak sekali orang-orang berjasa terusir dari rumahnya. Masa keluarga pahlawan nasional terusir dari rumahnya hanya karena nggak bisa bayar PBB. Ironis betul," tutur Anies. (*)

Baca Sebelumnya

PWI Sumenep Berbagi di Ramadan, Santuni Penyandang Disabilitas dan Bagikan Takjil

Baca Selanjutnya

H-7 Lebaran, Pekerja di Pacitan Bisa Mengadu Jika THR Belum Dibayar Perusahaan

Tags:

Anies Baswedan Migrasi Paksa kelas menengah Kebijakan Perumahan Jakarta Universitas Brawijaya FT UB

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar