KETIK, MADIUN – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Madiun menyoroti pernyataan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan tentang statementnya yang mengklaim bahwa PAN adalah kepanjangan dari "Partai Anak Nahdliyin".
Ketua PC GP Ansor Madiun, Ali Mahrus menegaskan bahwa Nahdliyin bukan pasar suara.
Ia juga menyatakan bahwa kader muda NU bukanlah properti politik yang hanya dirangkul saat butuh dukungan.
"Kami tidak memusuhi PAN. Namun jika PAN mengklaim sebagai "Partai Anak Nahdliyin", maka klaim tersebut harus dibuktikan dengan keberpihakan nyata," tegasnya pada Minggu, 6 September 2026.
"Nahdliyin itu bukan pasar suara. Pun, kami juga menyampaikan bahwa kader muda NU bukanlah properti politik yang hanya dirangkul saat membutuhkan dukungan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ali juga menyoroti adanya laporan dan keluhan dari kader Nahdliyin yang menjadi tenaga pendamping desa di bawah naungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang saat ini dipimpin oleh elite PAN, yaitu Yandri Susanto, yang ditempatkan jauh dari domisili.
"Di sisi lain kami juga mendapatkan laporan dan keluhan dari kader Nahdliyin yang menjadi tenaga pendamping desa yang ditugaskan dengan penempatan jauh dari domisilinya. Kebijakan penugasan seharusnya mempertimbangkan kompetensi, kebutuhan desa, kinerja, dan kondisi sosial," jelasnya.
"Pastikan kebijakan dijalankan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Jangan sampai menimbulkan ketidakpastian dan beban yang tidak proporsional bagi pendamping desa," pungkasnya.(*)
