Angka Kemiskinan Kota Madiun Terendah Keempat di Jawa Timur

Jurnalis: Ian Alfatih
Editor: Mustopa

27 Mei 2024 10:49

Thumbnail Angka Kemiskinan Kota Madiun Terendah Keempat di Jawa Timur
Adanya berbagai program bantuan berdampak pada angka kemiskinan di Kota Madiun (Dokumentasi Kominfo Kota Madiun)

KETIK, MADIUN – Angka kemiskinan di Kota Madiun sebesar 4,74 persen dan menempati urutan keempat daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Jawa Timur. Namun, Kota Madiun masih kalah dengan Kota Batu, Malang, dan Surabaya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Madiun, Suwarno mengklaim angka kemiskinan di Kota Madiun lebih rendah dari hasil penghitungan tersebut.

Sebab, angka tersebut termasuk warga luar daerah yang bertempat tinggal di Kota Madiun saat dilakukan survei.

"Jadi setelah kami telusuri, ternyata BPS (Badan Pusat Statistik) dalam menghitung angka kemiskinan menggunakan azas domisili bukan KTP. Jadi setiap yang bertempat di sini, kalau dia masuk kategori miskin maka akan dimasukkan biarpun secara KTP bukan warga Kota Madiun,’’ kata Suwarno, Senin (27/5/2024).

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Karenanya, Suwarno optimistis angka kemiskinan di Kota Madiun bisa turun drastis atau bahkan nol persen jika hanya mengacu warga dengan KTP Kota Madiun. Apalagi, ada banyak bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah, baik Pemerintah Kota Madiun maupun pemerintah provinsi dan pusat.

Bantuan yang dimaskud di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNT), Bantuan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), bantuan lansia non potensial, dan lain sebagainya.

Pemerintah Kota Madiun juga memberikan jaminan kesehatan secara gratis melalui Penerima Bantuan Iuran Darah (PBID). Yakni, kepesertaan BPJS kesehatan yang biayanya di-cover pemerintah. Kemudian juga ada jaminan sosial untuk kecelakaan kerja dan kematian melalui program JKK-JKM.

Setidaknya, hampir 15 ribu masyarakat yang telah diasuransikan dalam program tersebut. Mulai dari pekerja sektor informal seperti tukang becak, penjual pentol keliling, penarik gerobak sampah, pelaku UMKM, imam masjid, marbot, penggali makam, Ketua RT, RW, dan LPMK, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga:
Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

"Dengan bantuan-bantuan itu harusnya sudah bisa mengangkat warga yang masuk kategori miskin tadi. Tetapi karena dihitung semua yang berdomisili di sini, sedangkan mereka yang bukan warga Kota Madiun secara administratif pastinya tidak mendapatkan bantuan, jadi ya tetap termasuk kategori miskin,’’ jelasnya.

Di sisi lain, secara aturan pemerintah tidak bisa melarang warga luar daerah untuk datang dan tidak ada aturan untuk harus pindah administratif ke Kota Madiun. Selain itu, diakuinya ada banyak masyarakat yang sejatinya tidak tergolong miskin tetapi memaksakan untuk masuk miskin hanya karena ingin dapat bantuan.

"Ya kami hanya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa angka kemiskinan cukup sulit ditekan bukan karena pemerintah tidak bergerak, tetapi karena ada faktor-faktor lain yang menjadikan kemiskinan ini sulit untuk ditekan habis," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

8 Nama Kembalikan Formulir, Pendaftaran Bacawali PDIP Kota Batu Laris Manis

Baca Selanjutnya

Kekeringan Mulai Landa Pacitan, Warga Belum Ajukan Permintaan Air Bersih

Tags:

Angka Kemiskinan Kota Madiun Jawa timur

Berita lainnya oleh Ian Alfatih

Waspadai Pita Cukai Palsu, Satpol PP- Bea Cukai-Damkar Gelar Sisak Gabungan

26 Agustus 2024 12:00

Waspadai Pita Cukai Palsu, Satpol PP- Bea Cukai-Damkar Gelar Sisak Gabungan

Sinergi Berantas Peredaran Rokok Tanpai Cukai di Magetan

12 Agustus 2024 11:00

Sinergi Berantas Peredaran Rokok Tanpai Cukai di Magetan

Satpol PP, Bea Cukai dan Polres Magetan Kian Aktif Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Warung dan Toko

17 Juli 2024 05:52

Satpol PP, Bea Cukai dan Polres Magetan Kian Aktif Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Warung dan Toko

Angka Kemiskinan Kota Madiun Terendah Keempat di Jawa Timur

27 Mei 2024 10:49

Angka Kemiskinan Kota Madiun Terendah Keempat di Jawa Timur

Polres Madiun Kota Kantongi 3 Terduga Pelaku Penganiayaan dan Pengrusakan Gerombolan OTK

26 Mei 2024 12:31

Polres Madiun Kota Kantongi 3 Terduga Pelaku Penganiayaan dan Pengrusakan Gerombolan OTK

KPU Magetan Tetapkan Calon Anggota PPS Terpilih Pilkada 2024

25 Mei 2024 05:13

KPU Magetan Tetapkan Calon Anggota PPS Terpilih Pilkada 2024

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar