KETIK, KEDIRI – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman belajar secara langsung dengan terlibat dalam berbagai kegiatan di lapangan.
Melalui program magang di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DIPERTAHANKAN) Kabupaten Ponorogo, mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Gerakan Pangan Murah adalah salah satu upaya pemerintah daerah yang dilakukan melalui distribusi dan pemasaran produk. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar.
Barang-barang yang dipasarkan dalam kegiatan GPM ini antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, daging, ayam, ikan, komoditas hasil pertanian dari poktan, dan kebutuhan dasar lainnya yang tentu dibutuhkan oleh masyarakat khususnya menjelang HBKN.
Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, terlihat bahwa antusiasme masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan ini cukup tinggi. Itu karena harga kebutuhan pangan cenderung meningkat pada periode HBKN tersebut.
Sehingga masyarakat antusias untuk mendapat bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau melalui GPM ini. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh banyak pengalaman secara langsung mengenai adanya kolaborasi antar mitra dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Pelaksanaan GPM melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah, yang dalam hal ini yaitu DIPERTAHANKAN Kab. Ponorogo sebagai penyedia fasilitas kegiatan, distributor pangan seperti Perum Bulog, Siantrah (pelaku usaha daging ayam potong), Rajawali Nusindo ID Food, Lantabuur Beef (pelaku usaha daging sapi), berbagai distributor lainnya, serta Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di setiap kecamatan yang membawa hasil pertanian dari kelompok tani untuk dipasarkan dalam kegiatan GPM.
Dalam kegiatan GPM tersebut, mahasiswa magang tidak hanya mengikuti jalannya kegiatan, tetapi juga turut aktif dalam membantu pencatatan stok terjual dan tersedia sekaligus membuat laporan keuangan sederhana sebagai bentuk dokumentasi pelaksanaan kegiatan secara administratif.
Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri mendokumentasikan antusiasme masyarakat dalam kegiatan GPM sebagai bahan publikasi berita pada website dinas. ( Foto : Naswa/Mahasiswi UB Kediri for Ketik.com)
Keterlibatan inilah yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang betapa pentingnya administrasi dan pengelolaan distribusi pangan untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakat. Selain membantu proses administrasi kegiatan, mahasiswa juga terlibat dalam pembuatan poster digital sebagai media promosi untuk menginformasikan kegiatan GPM kepada masyarakat luas.
Poster digital tersebut memuat informasi tentang waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan, daftar komoditas pangan yang dijual, serta harga dari setiap komoditas pangan tersebut. Dengan adanya poster digital yang dipublikasikan 3 hari sebelum kegiatan GPM berlangsung, diharapkan informasi mengenai GPM dapat menyebar luas di berbagai kalangan masyarakat sehingga masyarakat bisa memahami informasi secara jelas sebelum kegiatan dimulai.
Selain membuat poster digital sebagai sarana promosi, mahasiswa juga membuat video after event yang dipublikasikan di media sosial DIPERTAHANKAN serta meliput kegiatan melalui artikel berita yang kemudian dipublikasikan di website DIPERTAHANKAN. Hal ini bertujuan untuk menyebarkan informasi secara luas kepada masyarakat dan juga meningkatkan minat mereka terhadap pelaksanaan GPM selanjutnya.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Gerakan Pangan Murah tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, serta mempromosikan pertanian berkelanjutan.
Kegiatan ini menunjukkan hubungan antara sektor pertanian, distribusi pangan, dan upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara lebih merata dan terjangkau.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah mendukung SDG 2 (Zero Hunger) karena pelaksanaannya tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga mendukung pemanfaatan hasil pertanian dari kelompok tani yang dibawa oleh BPP setiap kecamatan untuk dipasarkan secara langsung kepada masyarakat.
Hal tersebut menunjukkan upaya mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemberdayaan hasil produksi petani lokal agar dapat tersalurkan dengan baik dan memiliki nilai ekonomi yang lebih optimal. Dengan adanya keterlibatan kelompok tani dalam kegiatan GPM, hasil pertanian lokal dapat lebih mudah dipasarkan sekaligus membantu menjaga keberlangsungan produksi pangan daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ketika harga bahan pangan cenderung mengalami kenaikan. Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. Dampak positif kegiatan ini juga terlihat dari tanggapan masyarakat sebagai pembeli sekaligus penerima manfaat.
“Saya belanja daging sapi dan nila, harga lebih murah daripada harga di pasar dan ini sangat membantu karena bisa berhemat. Harapannya GPM terus ditingkatkan dan rutin diadakan ditambah lebih banyak lagi varian yang dijual.” ujar Andriyani, salah satu pembeli dalam kegiatan GPM. Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan GPM mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. (*)
.png)