Verifikasi Data Kemiskinan, Pemkab Jember Temukan 14.462 Penerima Bansos Tercatat Sudah Meninggal

25 Juni 2026 19:06 25 Jun 2026 19:06

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Verifikasi Data Kemiskinan, Pemkab Jember Temukan 14.462 Penerima Bansos Tercatat Sudah Meninggal

Pertemuan antara Bupati Jember, Muhammad Fawait (kiri) dan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono untuk menyerahkan hasil verifikasi data kemiskinan ekstrem di kantor Kemensos di Jakarta. (Dok Diskominfo)

KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mengungkap temuan mengejutkan setelah melakukan verifikasi faktual data kemiskinan ekstrem. Sebanyak 14.462 warga yang tercatat sebagai penerima berbagai program bantuan sosial diketahui telah meninggal dunia, namun namanya masih tercantum dalam basis data penerima bantuan.

Temuan tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait usai menyerahkan hasil verifikasi data kemiskinan ekstrem kepada Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta.

Menurut Fawait, pemerintah daerah mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) hingga tingkat bawah untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Verifikasi dilakukan terhadap 16.775 warga kategori miskin ekstrem atau Desil 1 guna memastikan akurasi data penerima bantuan.

Hasilnya, ribuan data ditemukan tidak lagi sesuai kondisi riil di lapangan karena penerima yang tercatat telah meninggal dunia.

“Pemkab Jember bergerak cepat menerbitkan 14.462 akta kematian secara massal. Data warga yang telah wafat ini tercatat masih aktif menerima berbagai bantuan, dengan rincian 10.480 jiwa penerima Bansos PBI-JK, 2.845 penerima PKH, dan 3.317 penerima Program Sembako (BPNT),” kata Fawait, Kamis, 25 Juni 2026.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa pembaruan data menjadi langkah penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Ia menilai validitas data sangat menentukan efektivitas penggunaan anggaran negara maupun daerah dalam program pengentasan kemiskinan.

"Ketepatan data adalah kunci utama agar APBN maupun APBD dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus membuka ruang kuota baru bagi warga miskin lain yang selama ini terlewat dari bantuan," ujarnya.

Verifikasi data untuk kelompok Desil 1 kini telah rampung. Pemkab Jember berencana melanjutkan proses serupa pada kelompok Desil 2 hingga Desil 5 agar pembaruan data sosial berjalan lebih menyeluruh.

“Kami akan terus melanjutkan langkah ini guna membantu verifikasi data untuk Desil 2, Desil 3, hingga Desil 4 atau 5," tuturnya.

Sementara itu, langkah yang dilakukan Pemkab Jember mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono. Menurutnya, upaya verifikasi langsung yang melibatkan ASN dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kemensos juga berencana menindaklanjuti temuan tersebut melalui proses cleansing data. Data penerima bantuan yang telah meninggal dunia akan dihapus sehingga kuota yang tersedia dapat dialihkan kepada warga miskin lain yang lebih berhak menerima bantuan.

"Validitas data ini krusial agar bantuan sosial tepat sasaran serta program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat berjalan optimal guna memutus rantai kemiskinan," kata Agus. (*)

Tombol Google News

Tags:

Muhammad Fawait Bansos Jember Verifikasi Data Kemiskinan Dtsen Kemensos Gus Fawait Bupati Jember Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono