Menlu Sugiono Dikritik Terlalu “Pendiam”, Dibandingkan dengan Menkeu Purbaya

Editor: Muhammad Faizin

23 Des 2025 10:05

Headline

Thumbnail Menlu Sugiono Dikritik Terlalu “Pendiam”, Dibandingkan dengan Menkeu Purbaya
Menlu Sugiono yang juga menjabat sebagai Sekjan DPP Partai Gerindra. (IG: Pak Soegi)

KETIK, JAKARTA – Diplomat senior Dino Patti Djalal menyampaikan kritik terbuka kepada Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, terkait minimnya komunikasi publik mengenai arah dan langkah politik luar negeri Indonesia. Dino menilai, diplomasi tidak cukup dijalankan di panggung internasional, tetapi juga harus dipahami dan didukung oleh publik di dalam negeri.

Menurut Dino, terdapat prinsip dasar dalam diplomasi yang sering dilupakan, yakni foreign policy begins at home. Artinya, keberhasilan kebijakan luar negeri sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah mampu menjelaskan dan membangun dukungan publik di dalam negeri.

“Langkah diplomasi di luar negeri akan percuma jika tidak dijelaskan, dipahami, dan didukung oleh publik di dalam negeri,” kata Dino dalam pesannya yang diunggah di media sosial, Senin, 22 Desember 2025. 

Ia membandingkan gaya komunikasi Menlu Sugiono dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilainya berhasil membangun kepercayaan publik melalui penjelasan rutin mengenai kebijakan keuangan negara.

Baca Juga:
Menlu Sugiono Gantikan Presiden Prabowo Jadi Ketum IPSI Periode 2026-2030

“Dalam waktu singkat, Menteri Keuangan menjadi sangat populer dan dihormati publik karena rajin menjelaskan kebijakan. Sementara dalam satu tahun terakhir, Menlu Sugiono belum pernah menyampaikan policy speech mengenai politik luar negeri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

 

Dinilai Terlalu Senyap di Ruang Publik

Dino menyoroti absennya wawancara khusus Menlu Sugiono dengan media terkait substansi politik luar negeri. Selain pidato awal tahun yang bersifat rutin, hampir tidak ada penjelasan publik mengenai langkah diplomasi Indonesia dalam setahun terakhir.

Baca Juga:
Indonesia Desak Sidang Darurat DK PBB, Buntut Gugurnya Tiga Prajurit di Lebanon

“Kami tidak ingin Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister,” tegas Dino.

Ia juga mengkritik pola komunikasi Menlu yang dinilai lebih banyak dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram, namun minim pesan substantif.

“Media sosialnya penuh foto dan video, tapi tidak ada suaranya. Tidak ada penjelasan kebijakan luar negeri,” katanya.

Dino menilai, pola komunikasi semacam itu justru memperlebar jarak antara Kementerian Luar Negeri dan publik, khususnya komunitas hubungan internasional di dalam negeri.

 

Absen di Forum-forum Strategis Nasional

Kritik Dino juga diarahkan pada ketidakhadiran Menlu Sugiono dalam sejumlah forum strategis politik luar negeri di dalam negeri. Salah satunya adalah Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP), konferensi politik luar negeri terbesar di dunia yang dihadiri ribuan pemuda dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Menurut Dino, berbagai upaya untuk mengundang Menlu Sugiono—mulai dari surat resmi, telepon, pesan WhatsApp, hingga permohonan pertemuan—tidak pernah mendapat respons selama berbulan-bulan.

“Pengalaman saya, menteri luar negeri negara mana pun akan langsung membatalkan agenda lain jika ada konferensi politik luar negeri sebesar ini di negaranya,” ujar Dino.

Hal serupa, lanjutnya, juga terjadi pada ASEAN for the People’s Conference, sebuah inisiatif masyarakat sipil Indonesia dan menjadi perhelatan ASEAN terbesar di Indonesia tahun ini. Menlu Sugiono tidak hadir, sementara Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak, justru menyempatkan diri datang di sela agenda bilateralnya.

 

Peringatan soal Wibawa dan Kredibilitas Diplomasi

Dino berharap Menlu Sugiono dapat bertransformasi dari sosok yang dinilai absen menjadi pemimpin yang hadir dalam urusan hubungan internasional di dalam negeri. Ia mendorong agar dalam empat tahun ke depan, Menlu secara rutin berkomunikasi dengan rakyat melalui pidato publik atau policy speech, idealnya setiap pekan.

“Itulah tugas utama seorang menteri luar negeri,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jika komunikasi publik tetap diabaikan, Menlu dan Kementerian Luar Negeri berisiko kehilangan wibawa dan kredibilitas di mata publik maupun komunitas internasional.

“Dalam dunia diplomasi, yang paling unggul adalah mereka yang paling vokal dan persuasif. Jika tidak, Indonesia akan dianggap remeh,” pungkas Dino.

Baca Sebelumnya

PT Wijaya Karya Serang‑Panimbang Tanam 100 Pohon di SDN Cimaung 4, Luncurkan “TJSL Hijauku, Harapanku”

Baca Selanjutnya

Cuaca Kota Jakarta 23 Desember 2025 Diprakirakan Cerah Berawan, Sorong Hujan Ringan

Tags:

Dino Patti Djalal Sugiono Menteri Luar Negeri Menlu Sugiono diplomat Diplomasi Kemlu Kementerian luar negeri

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar