KETIK, JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia dalam audiensi bersama Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia HE. Faisal Abdullah H. Amodi di Kantor Kedutaan Besar Saudi Arabia, Jakarta Selatan, Senin, 27 April 2026.
Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi di sektor investasi, ekonomi, pariwisata, hingga logistik jamaah haji guna mendorong pertumbuhan ekonomi kedua pihak.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan pentingnya penguatan hubungan Indonesia khususnya Jawa Timur dengan Saudi Arabia agar berkembang menjadi kerja sama yang saling menguntungkan.
"Alhamdulillah, kami diterima oleh Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia, Yang Mulia Bapak Faisal pada Senin, 27 April 2026 di kantor kedutaan Saudi Arabia di Jakarta. Kami mendapatkan kesempatan yang cukup strategis untuk bisa berdiskusi membangun kerjasama di bidang ekonomi, pariwisata, terutama untuk membuka ruang investasi dari pelaku-pelaku usaha industri di Saudi Arabia ke Indonesia, terutama Jawa Timur," ujarnya.
Selain sektor ekonomi, kedua pihak juga menjajaki kerja sama di bidang investasi, pariwisata, budaya, dan pendidikan. Turut dibahas pula peluang kemudahan akses mobilitas, termasuk opsi fasilitasi bebas visa bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi bilateral.
Khofifah menilai upaya menarik investasi menjadi langkah penting di tengah dinamika ekonomi global untuk memperluas ruang pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ini masukan penting bagi Indonesia. Saat-saat seperti sekarang tentu mendatangkan investor menjadi bagian yang sangat penting untuk membangun ruang tumbuh perekonomian, terutama bagi kami di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pangeran Mohammed bin Salman atas dukungan bagi Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan layanan jamaah haji asal Indonesia.
Ia menambahkan terdapat peluang bagi pelaku usaha Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam penyediaan kebutuhan logistik, terutama konsumsi bagi jamaah haji.
"Jadi ada ruang untuk kami melayani dan menyiapkan konsumsi logistik bagi seluruh jamaah haji asal Jawa Timur. Mudah-mudahan pada musim haji yang akan datang, bahkan juga saat umrah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Indonesia pada umumnya mendapatkan kesempatan untuk suplai logistik bagi jamaah haji juga jamaah umroh," ungkapnya.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku, terutama dalam penyediaan logistik makanan bagi jamaah haji dan umrah yang memiliki persyaratan ketat.
Menutup pertemuan, Khofifah berharap kerja sama ini segera terealisasi dan memberi manfaat luas.
"Sekali lagi, terima kasih untuk Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Salman atas kesempatan yang diberikan kepada pelaku usaha Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya. Terima kasih juga kepada YME. Bapak Duta Besar Saudi Arabia atas sambutan hangat hari ini untuk kami. Semoga kerjasama ini bisa membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak," pungkasnya. (*)
