Sentilan Stella Christie untuk Alumni LPDP: Beasiswa Itu Utang Budi!

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

23 Feb 2026 05:01

Headline

Thumbnail Sentilan Stella Christie untuk Alumni LPDP: Beasiswa Itu Utang Budi!
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. (Foto: Dok. UGM)

KETIK, JAKARTA – Riuh rendah di media sosial soal alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bangga anaknya menjadi Warga Negara Asing (WNA) sampai ke telinga pemerintah. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie angkat bicara. Dengan nada taktis, ia mengingatkan bahwa setiap rupiah beasiswa negara adalah "utang" yang harus dibayar lewat kontribusi.

Polemik ini bermula dari unggahan akun Instagram @sasetyaningtyas milik seorang alumni LPDP berinisial DS. Dalam videonya, DS memamerkan paspor Inggris milik anaknya sembari berujar, "Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan." Sontak, pernyataan itu memicu gelombang kritik netizen.

Moralitas di Atas Birokrasi

Stella Christie menilai fenomena ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan cermin kegagalan pendidikan moral sejak dini. Menurutnya, penerima beasiswa seharusnya memandang bantuan negara sebagai amanah, bukan sekadar fasilitas cuma-cuma.

Baca Juga:
LPDP Jadi Perbincangan, Ini Profil Beasiswa Bergengsi Incaran Mahasiswa Indonesia

"Setiap beasiswa dari negara adalah utang budi," tegas Stella (22/2/2026). Meski begitu, ilmuwan kognitif ini tak setuju jika solusinya hanya sekadar memperketat aturan atau menambah lapisan pembatasan birokrasi.

Menurut Stella, pembatasan berlebihan justru berisiko:

  • Memicu Sikap Sinis: Penerima beasiswa merasa terkekang dan kurang bersyukur.
  • Mencari Celah: Fokus mahasiswa beralih dari belajar menjadi mencari cara menghindari kewajiban (pinalti).

Belajar dari Diaspora

Alih-alih memberi sanksi kaku, Stella mendorong narasi kontribusi yang lebih luas. Ia memuji para ilmuwan diaspora seperti Prof. Vivi Kashim (Tiongkok), Prof. Sastia Putri (Jepang), hingga Prof. Haryadi (AS) yang tetap mengharumkan nama Indonesia meski berkarier di luar negeri.

Baca Juga:
Hanya Sampai 11 Februari! ITS Buka Pendaftaran S2 dan S3 Jalur Beasiswa LPDP

"Memberi kembali kepada negara itu banyak bentuknya. Kita butuh kepercayaan untuk memberi ruang bagi mereka agar bermanfaat bagi bangsa dengan cara masing-masing," imbuhnya.

Akhir Cerita: Permohonan Maaf

Sadar dirinya menjadi bulan-bulanan publik, DS akhirnya melayangkan permohonan maaf secara terbuka pada Jumat (20/2/2026). Ia mengakui bahwa narasinya di media sosial sangat tidak tepat dan terkesan merendahkan identitas WNI.

"Saya mengakui kesalahan dalam pemilihan kata di ruang publik," tulis DS dalam klarifikasinya. Kasus ini pun menjadi alarm keras bagi pengelola beasiswa negara untuk lebih selektif, tak hanya soal kecerdasan akademik, tapi juga nasionalisme. (*)

Baca Sebelumnya

PSI Cilacap Bagikan 1.000 Takjil di Momen Ramadan, Partai Gajah Membawa Berkah

Baca Selanjutnya

Pernyataan Dubes AS Picu Amarah Dunia Arab, RI Ikut Mengecam Keras

Tags:

lpdb beasiswa lpdp Alumni LPDP

Berita lainnya oleh M. Rifat

Rupiah Terkapar di Level Rp17.188, Terburuk Sepanjang Sejarah

17 April 2026 16:49

Rupiah Terkapar di Level Rp17.188, Terburuk Sepanjang Sejarah

Kompas Umat di Tengah Dunia yang Terbakar

17 April 2026 09:47

Kompas Umat di Tengah Dunia yang Terbakar

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H