Resmi Islah, Gus Yahya Akui Isu Tambang Jadi Salah Satu Pemantik Konflik Internal PBNU

Editor: Muhammad Faizin

31 Jan 2026 08:41

Headline

Thumbnail Resmi Islah, Gus Yahya Akui Isu Tambang Jadi Salah Satu Pemantik Konflik Internal PBNU
Ketua PBNU Gus Yahya Cholil Staquf. (Foto: nahdlatululama)

KETIK, JAKARTA – KH Yahya Cholil Staquf akhirnya bisa bernafas lega. Jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang nyaris hilang, kini resmi dikembalikan kepadanya oleh Syuriah PBNU. Hal ini secara resmi tercapai dalam rapat Syuriah PBNU pada Jumat, 30 Januari 2026.

Setelah konflik terbuka resmi berakhir, pria yang akrab disapa Gus Yahya ini angkat bicara. Pria yang karib disapa Gus Yahya ini mengakui konsesi tambang menjadi salah satu hal yang memicu konflik di ormas Islam tersebut. Namun ia menegaskan, itu bukan satu-satunya.

“Mungkin memang tambang menjadi salah satu faktor, tapi pastinya bukan satu-satunya. Isu yang berkembang sangat kompleks, dan semua orang tahu percakapan di seputar hal ini. Tambang bukan faktor tunggal,” ujar Gus Yahya dalam jumpa pers yang digelar di kantor PBNU pada Jumat, 30 Januari 2026, seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com.

Ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini PBNU belum menjalankan aktivitas pertambangan sebagaimana yang banyak diasumsikan publik. Menurutnya, konsesi yang ada belum menghasilkan kegiatan nyata di lapangan.

Baca Juga:
PBNU Harap Perbedaan Awal Ramadan 1447 H Tak Jadi Biang Perpecahan

“Tambang itu sendiri sampai sekarang belum membuahkan hasil. Jadi, belum ada operasi sesungguhnya yang berjalan mengenai tambang ini,” katanya.

Seiring berkembangnya polemik, sejumlah pihak mendorong agar PBNU meninjau ulang bahkan mengembalikan konsesi tambang tersebut. Menanggapi hal itu, Gus Yahya menyatakan bahwa pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus melalui proses musyawarah internal organisasi.

“Semua itu harus didiskusikan. Tidak mungkin saya sebagai Ketua Umum atau Rais Aam membuat keputusan sendiri. Ini harus melibatkan semua pihak dan menjadi keputusan bersama, sebagaimana saat PBNU menyatakan menerima konsesi tersebut. Itu keputusan organisasi, bukan perorangan,” tegasnya.

Gus Yahya mengakui adanya perbedaan sudut pandang di internal NU. Sebagian kalangan menilai keterlibatan NU dalam pengelolaan tambang berisiko menimbulkan persoalan baru, sementara pihak lain memandangnya sebagai potensi sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

Baca Juga:
Lonjakan Pengakuan Warga NU Capai 56,9 Persen, Gus Yahya Ingatkan Risiko Identitas Larut

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa konsesi tambang yang diberikan kepada NU merupakan bagian dari kebijakan strategis negara. Oleh karena itu, pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara bebas tanpa memperhatikan ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan bersama pemerintah.

“Ini bukan seperti pemberian permen yang bisa dibawa lari semaunya. Ini adalah agenda negara. NU tidak bisa mempergunakannya sewenang-wenang; semua harus sesuai maksud, tujuan, serta strategi yang disepakati bersama pemerintah,” ujarnya.

Menurut Gus Yahya, sejak awal PBNU memahami posisinya dalam skema tersebut, yakni tetap berada dalam kerangka pengawasan negara dan menjalankan peran sesuai dengan mandat yang diberikan.

Meski sempat memunculkan ketegangan dan perdebatan, Gus Yahya memastikan bahwa kondisi internal PBNU saat ini mulai kembali stabil. Ia optimistis organisasi mampu menjaga soliditas dan fokus pada agenda besar peringatan satu abad NU.

Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025 lalu, Gus Yahya menyatakan siap membahas pengembalian konsesi tambang karena dianggap sebagai salah satu pemicu konflik. Pengembalian itu dilakukan setelah digelar rapat bersama. Pernyataan Gus Yahya itu dilontarkan menanggapi usulan dari mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang mendesak PBNU mengembalikan konsesi tambang ke pemerintah karena bisa memicu konflik.

Baca Sebelumnya

Dari Generasi ke Generasi, 5 Rekomendasi Minuman Legendaris Kota Malang yang Tak Pernah Kehilangan Peminat

Baca Selanjutnya

Kota Surabaya dan Magetan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Tags:

konsesi tambang Gus Yahya Ketua Umum PBNU Syuriah PBNU

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar