KETIK, JAKARTA – Kegiatan Indonesia Walk For Peace 2026 akan menjadi salah satu rangkaian penting dalam menyambut Hari Raya Waisak. Perjalanan spiritual yang akan diikuti 50 biksu ini dimulai pada 9 Mei 2026 dari Brahmavihara Arama, Buleleng, Bali, dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026.
Sebelumnya, pada 7 Mei 2026, para biksu dari Thailand dijadwalkan tiba di Bali dan menjalani rangkaian persiapan. Perjalanan kemudian resmi dimulai dua hari setelahnya, dengan rute panjang melintasi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di Bali, para biksu berjalan dari Buleleng menuju Jembrana sebelum menyeberang ke Banyuwangi. Dalam penyeberangan Selat Bali, mereka dijadwalkan membaca Paritta serta melakukan ritual tabur bunga. Memasuki Jawa Timur, perjalanan berlanjut ke Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, hingga Jombang dan Nganjuk, dengan berbagai titik singgah di vihara dan kelenteng.
Di Surabaya, rombongan juga akan mengunjungi Balai Kota serta Gereja Katedral Hati Kudus sebagai simbol lintas iman. Kemudian, pada Minggu, 17 Mei 2026, mereka dijadwalkan akan mengunjungi Mahavihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Jawa Tengah melalui Ngawi dan Sragen, sebelum tiba di Solo untuk mengikuti Kirab Waisak dan kegiatan budaya di Pura Mangkunegaran.
Memasuki Yogyakarta, para biksu dijadwalkan bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta mengunjungi sejumlah titik seperti Prambanan dan Pakualaman. Perjalanan kemudian berlanjut ke Muntilan sebelum akhirnya mencapai kawasan Borobudur pada 28 Mei 2026 melalui Vihara Mendut.
Dalam dokumen resmi panitia, kegiatan ini disebut sebagai simbol perjalanan batin menuju kedamaian, sekaligus upaya memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi antarumat beragama.
Pembina acara, Romo Wawan, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini berbeda dengan thudong lintas negara dari Thailand ke Indonesia, seperti sebelumnya. Hal ini tak lepas dari kondisi di Malaysia, yang menjadi salah satu rute thudong.
Namun, ia memastikan bahwa kendati berbeda, Indonesia Walk For Peace 2026 tetap memiliki nilai tinggi sebagai sebuah perjalanan spiritual dan pesan perdamaian lintas budaya. (*)
