Bocah SD di NTT Akhiri Hidup karena Ibu Tak Mampu Beli Buku, Hasto: Negara Gagal Lindungi Anak

Editor: Muhammad Faizin

8 Feb 2026 06:00

Thumbnail Bocah SD di NTT Akhiri Hidup karena Ibu Tak Mampu Beli Buku, Hasto: Negara Gagal Lindungi Anak
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto prihatin tragedi di Ngada, NTT, di mana seorang anak usia 10 tahun akhiri hidup karena ibu tak sanggup beli buku dan pena. (Foto: Bagaskara/Suara.com)

KETIK, JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto melontarkan kritik keras menyusul meninggalnya seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi keluarga. Tragedi tersebut dinilai menjadi cermin pahit kegagalan negara dalam melindungi hak dasar anak, khususnya di bidang pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan Hasto saat memberikan sambutan dalam acara Fatmawati Trophy 2026 yang digelar di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 Februari 2026. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tamparan keras bagi nurani bangsa sekaligus pengingat bahwa cita-cita kemerdekaan belum sepenuhnya terwujud.

Dalam pidatonya, Hasto mengaitkan tragedi di NTT dengan amanat luhur yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ia menilai bangsa ini kerap abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan para pendiri bangsa.

“Betapa kita sering meninggalkan suatu amanat-amanat suci yang terkandung dalam lagu itu (Indonesia Raya III Stanza) ‘Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, bangunlah budinya’. Ketika kita melihat yang di NTT seorang anak yang harus meregang nyawa karena tidak bisa membeli alat tulis,” ujar Hasto seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com. 

Baca Juga:
Peringati Hari Seni Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

Bocah berinisial YBS (10) tersebut diketahui merupakan siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada. Berdasarkan informasi yang beredar, korban ditemukan meninggal dunia di sebuah pohon cengkeh di sekitar tempat tinggalnya. Ia diduga nekat mengakhiri hidup setelah permintaan sederhana untuk membeli buku dan pena tidak dapat dipenuhi sang ibu karena keterbatasan ekonomi.

Hasto menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi keluarga, melainkan duka nasional yang seharusnya menggugah kesadaran seluruh elemen bangsa. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan masih jauhnya realitas kehidupan masyarakat kecil dari nilai keadilan sosial yang dijanjikan negara.

Ia juga menyinggung perjuangan Fatmawati Soekarno yang sepanjang hidupnya menaruh perhatian besar pada kemanusiaan, pendidikan, dan martabat bangsa. Tragedi kematian anak di NTT, kata Hasto, semestinya menjadi alarm keras agar negara tidak lagi lalai dalam memastikan hak dasar anak-anak Indonesia.

Lebih lanjut, Hasto mengajak semua pihak untuk melakukan refleksi mendalam atas arah pembangunan nasional, terutama dalam menjamin akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Menurutnya, tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depan—bahkan nyawanya—hanya karena persoalan kemiskinan dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pendidikan paling dasar

Baca Sebelumnya

Dramatis! Timnas Futsal Indonesia Paksa Iran Adu Penalti di Final Piala Asia Futsal 2026

Baca Selanjutnya

Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam

Tags:

Bocah SD bunuh diri karena tak sanggup beli buku di Ngada NTT Hasto PDIP kritik pemerintah Anak tak bisa beli pena Hak pendidikan anak Perlindungan anak Indonesia Tragedi kemiskinan anak Negara gagal lindungi anak

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar