Bahlil ke Pengguna Mobil Mewah: Pakailah Hati, Jangan Ngeyel Gunakan BBM Subsidi

17 September 2026 21:35 17 Sep 2026 21:35

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Bahlil ke Pengguna Mobil Mewah: Pakailah Hati, Jangan Ngeyel Gunakan BBM Subsidi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Bahlil mengimbau masyarakat mampu, termasuk pemilik mobil mewah, tidak menggunakan BBM bersubsidi. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi memadai, termasuk pemilik mobil mewah, untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Imbauan tersebut disampaikan Bahlil setelah mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Bahlil mengatakan pemerintah terus menyiapkan stok BBM, khususnya BBM bersubsidi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, pada saat yang sama, pemerintah mendorong agar penyaluran subsidi semakin tepat sasaran.

“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah melihat adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Karena itu, ia meminta masyarakat yang mampu secara ekonomi tidak menggunakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok yang berhak.

“Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” ucapnya.

Bahlil menegaskan BBM bersubsidi disediakan untuk masyarakat yang berhak menerima manfaat tersebut. Ia menyebut ketepatan sasaran menjadi bagian penting dalam pengelolaan subsidi.

“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” lanjutnya.

Terkait kemungkinan penguatan regulasi mengenai penggunaan BBM bersubsidi, Bahlil mengatakan pemerintah akan mempertimbangkannya. Ia menyebut perubahan regulasi membutuhkan proses, tetapi imbauan kepada masyarakat mampu dapat disampaikan sejak sekarang.

“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” ujarnya.

Bahlil kembali mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk memberikan ruang kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan subsidi.

“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” tegasnya.

Pemerintah tetap berkomitmen menjaga ketersediaan BBM sekaligus mendorong penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran sehingga manfaatnya diterima masyarakat yang memang berhak.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bahlil Lahadalia Kementerian ESDM BBM bersubsidi Mobil Mewah Pemilik Bmw Subsidi Tepat Sasaran stok BBM bbm nonsubsidi Dewan Energi Nasional Istana Merdeka Jakarta Berita Jakarta info jakarta