67 Ribu Pekerja Migran Ilegal Indonesia Tertangkap di Luar Negeri, Kemlu Ingatkan Prosedur Resmi

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

20 Sep 2025 09:10

Thumbnail 67 Ribu Pekerja Migran Ilegal Indonesia Tertangkap di Luar Negeri, Kemlu Ingatkan Prosedur Resmi
WNI yang Dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (12/6/2025) (Foto: KJRI Johor Bahru)

KETIK, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu)  mengimbau masyarakat yang berkeinginan bekerja ke luar negeri untuk selalu menempuh prosedur resmi dan menghindari segala bentuk jalur ilegal.

Imbauan itu disampaikan menyusul maraknya pekerja migran ilegal asal Indonesia yang tertangkap oleh otoritas negara tujuan, termasuk yang baru-baru ini terjadi di Amerika Serikat.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu Judha Nugraha menegaskan,  jalur ilegal seringkali terlihat mudah dan menggiurkan di awal, namun justru akan berakhir menyulitkan dan penuh masalah saat pekerja sudah berada di luar negeri.

“Jalan-jalan ilegal yang justru terlihat mudah di depan tapi akhirnya kemudian menemukan masalah di luar negeri yang tujuannya tadi ingin mencapai kesejahteraan, justru malah kemudian mendapatkan masalah,” ujar Judha dalam Roundtable Decision bertema ‘Penguatan Pekerja Migran Indonesia’ di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga:
Cerita PMI Ilegal asal Pacitan, Dieksploitasi hingga Miliki Dua Anak di Malaysia

Penekanan pada pentingnya keberangkatan secara legal ini didasari data empiris yang mengkhawatirkan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Data menunjukkan bahwa pekerja migran ilegal jauh lebih rentan mengalami permasalahan, dengan proporsi lebih dari 90 persen kasus dialami oleh mereka yang berangkat secara tidak resmi.

Kemlu mencatat adanya lonjakan tajam kasus yang menimpa pekerja migran. Pada tahun 2021, tercatat 29 ribu kasus, angka ini meningkat menjadi 35 ribu kasus pada 2023. Yang lebih mencengangkan, sepanjang tahun 2024 ini, Kemlu telah menangani 67 ribu kasus.

Judha menyatakan, bahwa mayoritas dari 67 ribu kasus tahun lalu bersifat preventable atau dapat dicegah sejak di hulu, yakni di Indonesia. “Proses pelindungan itu dilakukan sebelum, selama, dan sesudah. Nah, utamanya sebelum,” tegasnya.

Baca Juga:
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Tembus 180 Ribu

Salah satu kasus yang mengalami lonjakan signifikan adalah penipuan berkedok pekerjaan melalui online scam. Kasus ini banyak terjadi di Kamboja, dimana dari hanya 15 kasus pada 2020, meledak menjadi lebih dari 4.000 kasus sepanjang 202.

Fenomena serupa juga telah merambah ke negara-negara lain seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Laos.

Judha memberikan ciri khas yang sangat mencolok dari korban online scam ini.

“Dari total hingga tahun ini ada 10 ribu kasus online scam yang dihadapi luar negeri, tidak ada satupun yang tanda tangan kontrak di dalam negeri. Harusnya kan kita kritis kalau ditawari bekerja luar negeri jauh dari keluarga kok tidak tanda tangan kontrak di dalam negeri?” ujarnya.(*)

Baca Sebelumnya

Tepis Dugaan Korupsi, Direktur Pastikan Pembangunan Gedung RSUD Karsa Husada Sesuai Prosedur

Baca Selanjutnya

Pemkab Tulungagung Gelar Karya UMKM, Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal

Tags:

Migran Pekerja Migran pekerja ilegal TKI TKW Kemenlu

Berita lainnya oleh M. Rifat

Rupiah Terkapar di Level Rp17.188, Terburuk Sepanjang Sejarah

17 April 2026 16:49

Rupiah Terkapar di Level Rp17.188, Terburuk Sepanjang Sejarah

Kompas Umat di Tengah Dunia yang Terbakar

17 April 2026 09:47

Kompas Umat di Tengah Dunia yang Terbakar

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H