Selalu Ditunggu hingga Perayaan Idulfitri, Ternyata Begini Sejarah Angpau dan THR

Editor: Al Ahmadi

20 Mar 2026 17:00

Headline

Thumbnail Selalu Ditunggu hingga Perayaan Idulfitri, Ternyata Begini Sejarah Angpau dan THR
Anak-anak menerima angpau Lebaran dalam suasana ceria, melanjutkan tradisi berbagi yang telah ada sejak masa lampau. Pemberian uang ini kini menjadi simbol kebahagiaan dan silaturahmi antar keluarga. (Foto: iStok)

KETIK, JAKARTA – Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan yang sangat khas yang selalu ditunggu hingga perayaan Idulfitri: berbagi uang Lebaran atau angpau. 

Usut punya usut, tradisi ini disebut berkaitan erat dengan akulturasi antara Islam, Tionghoa dan kebudayaan lokal.

Sejumlah catatan menyebutkan, pemberian uang saat Lebaran rupanya sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16 hingga ke-18. 

Pada masa itu, para raja dan bangsawan memberikan hadiah berupa uang baru kepada anak-anak para pengikutnya sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Baca Juga:
Perkuat Visi Misi, Pakaidonk Siapkan Ekspansi Luar Negeri

Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan rasa syukur, tetapi juga merupakan bagian dari budaya sedekah dalam Islam. 

Islam mengajarkan umatnya untuk berbagi dengan sesama, terutama selama Ramadan dan saat merayakan Idulfitri.

Sementara itu, menurut Moordiati SS MHum, Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), tradisi memberi uang saat Lebaran tidak ditemukan dalam catatan sejarah Islam, namun lebih merupakan hasil akulturasi budaya Islam dan Tionghoa. 

Angpau, yang dikenal dalam budaya Tionghoa, adalah amplop merah berisi uang yang diberikan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Baca Juga:
Tinjau Pasar Legi Ponorogo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil Usai Lebaran

Dalam masyarakat Indonesia, pemberian uang ini akhirnya diadopsi sebagai tradisi Lebaran.

“Pemberian ini awalnya sebagai hadiah dari orang tua kepada anak yang telah menjalankan puasa selama sebulan. Namun seiring waktu, sesuatu yang awalnya dianggap hadiah kini berubah menjadi keharusan,” ungkap Moordiati, dikutip Ketik.com, Minggu, 15 Maret 2026.

Pemberian angpau kini menjadi simbol kasih sayang antar keluarga, terutama dari orang yang lebih tua kepada yang lebih muda.

Awal Mula THR dalam Dunia Kerja

Selain pemberian angpau dalam keluarga, ada juga tradisi lain yang kini menjadi bagian dari dunia kerja, yaitu Tunjangan Hari Raya (THR). 

Dilansir dari laman resmi Universitas Airlangga (Unair), sejarah THR bermula pada awal 1950-an, ketika Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo memberikan tunjangan berupa uang persekot kepada para pamong praja, yang kini dikenal sebagai pegawai negeri sipil (PNS). 

Tunjangan ini diberikan menjelang Lebaran untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Pada 1954, tuntutan dari buruh untuk mendapatkan tunjangan serupa akhirnya diterima oleh pemerintah.

Sejak saat itu, pemberian THR mulai diterapkan secara lebih luas, bahkan kepada pekerja di sektor swasta. 

Pada 1994, istilah "Hadiah Lebaran" kemudian diubah menjadi Tunjangan Hari Raya (THR) yang mulai diwajibkan bagi pekerja dengan masa kerja minimal tiga bulan.

Makna yang Semakin Luas

Kini, makna THR semakin meluas. Selain diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, THR juga sering diberikan oleh individu kepada keluarga, kerabat, atau teman.

Sementara, untuk istilah angpau umumnya digunakan untuk pemberian uang lebaran kepada keluarga khususnya anak-anak.

Tradisi berbagi uang saat Lebaran, baik dalam bentuk angpau atau THR, adalah salah satu wujud kebersamaan dan rasa syukur yang terus berkembang di masyarakat.

Dampak Positif dan Negatif Pemberian Uang Lebaran

Meskipun pemberian uang lebaran memberikan dampak positif, yaitu meningkatkan semangat silaturahmi, Moordiati mengingatkan bahwa silaturahmi tidak lagi murni sebagai ajang untuk saling bermaaf-maafan, tetapi lebih karena harapan mendapat uang.

“Dampak negatifnya adalah memberi kesan bahwa silaturahmi bukan lagi untuk saling bermaaf-maafan, tapi menjadi sebuah kewajiban. Ini juga bisa membentuk mental seseorang menjadi peminta, di mana mereka datang ke rumah saudara hanya untuk meminta uang,” tuturnya.(*)

Baca Sebelumnya

Sambut Hari Jadi ke 80 Kabupaten Asahan Taufik Zainal Abidin Bagikan Beras kepada Kaum Dhuafa

Baca Selanjutnya

Pemkab Asahan Gelar Buka Puasa Bersama di Kantor Dinas Keseahatan Santuni Puluhan Anak Yatim

Tags:

angpau lebaran sejarah angpau tradisi lebaran THR Kebudayaan Indonesia tradisi berbagi idul fitri Idulfitri

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar