Tembus 41,7 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Landa Jerman hingga Bikin Aspal Meleleh

29 Juni 2026 18:55 29 Jun 2026 18:55

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Tembus 41,7 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Landa Jerman  hingga Bikin Aspal Meleleh

Gelombang panas ekstrem melanda Jerman hingga suhu mencapai 41,7 derajat Celsius, menyebabkan rel trem dan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat aspal yang meleleh. (Foto: Facebook/Tablelander)

KETIK, JAKARTA – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa kembali memecahkan rekor di Jerman. Suhu udara di negara tersebut mencapai 41,7 derajat Celsius, tertinggi sepanjang sejarah pencatatan resmi, hingga menyebabkan gangguan pada infrastruktur transportasi, termasuk rel trem dan jalan raya.

Berdasarkan data Layanan Cuaca Jerman (DWD), suhu 41,7 derajat Celsius tercatat di wilayah Coschen, Brandenburg bagian timur, yang berada di dekat perbatasan Polandia, pada Minggu, 28 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 41,5 derajat Celsius yang baru tercipta sehari sebelumnya, Sabtu, 27 Juni 2026, di wilayah Drewitz.

Tak hanya siang hari, DWD juga mencatat malam menjelang Minggu, 28 Juni 2026, sebagai malam terpanas sepanjang sejarah pengamatan cuaca di Jerman.

Suhu udara saat malam hari mencapai 29,4 derajat Celsius di wilayah Kubschütz, Saxony.

Cuaca panas yang ekstrem berdampak langsung terhadap fasilitas publik. Pemerintah Kota Leipzig menghentikan sementara operasional trem setelah suhu tinggi menyebabkan kerusakan pada jalur rel dan sejumlah komponennya.

Selain itu, suhu yang sangat tinggi membuat lapisan aspal dan bitumen di beberapa ruas jalan mulai meleleh.

Kondisi tersebut memaksa otoritas transportasi melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum layanan kembali dioperasikan.

Sejumlah ruas jalan tol juga mengalami kerusakan. Permukaan jalan dilaporkan melengkung hingga terangkat akibat paparan panas berkepanjangan.

Salah satu ruas yang terdampak adalah Jalan Tol A2 di wilayah Saxony-Anhalt yang sempat ditutup sebelum akhirnya kembali dibuka. Sementara beberapa ruas jalan lain di Brandenburg dan Saxony-Anhalt masih belum dapat dilalui karena proses perbaikan.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara karena kondisi jalan yang berubah dapat membahayakan pengguna jalan.

Gelombang panas tidak hanya melanda Jerman. Sejumlah negara di Eropa juga mengalami kondisi serupa dengan dampak yang cukup serius.

Prancis melaporkan sekitar 1.000 kematian yang diduga berkaitan dengan cuaca panas sejak Selasa, 24 Juni 2026. Sebagian besar korban merupakan kelompok lanjut usia, sementara otoritas kesehatan memperkirakan jumlah tersebut masih dapat bertambah.

Republik Ceko juga mencatat rekor suhu tertinggi nasional setelah wilayah Doksany mencapai 41,1 derajat Celsius.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gelombang Panas Eropa Jerman Panas Ekstrem Cuaca Jerman Perubahan iklim Suhu 41 Derajat Infrastruktur Jerman Leipzig Jerman Brandenburg Jerman Info Dunia Berita Internasional