KETIK, JAKARTA – Rosan Perkasa Roeslani menjadi salah satu figur yang mendapat kepercayaan besar dari Presiden Prabowo Subianto.
Selain menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan juga dipercaya memimpin Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Dua posisi strategis tersebut menempatkan Rosan di tengah agenda besar pemerintahan Prabowo, terutama dalam mendorong investasi, hilirisasi industri, serta optimalisasi aset strategis negara.
Kedekatan Rosan dengan Prabowo sudah terlihat sebelum dirinya masuk dalam jajaran pemerintahan.
Pada Pemilihan Presiden 2024, Rosan dipercaya menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Setelah pasangan tersebut memenangkan Pilpres 2024, Rosan masuk dalam pemerintahan dan dipercaya mengemban tugas di sektor investasi.
Rosan dilantik sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM pada 21 Oktober 2024. Sebelumnya, ia telah menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM sejak 19 Agustus hingga 21 Oktober 2024.
Tak berhenti di sektor investasi, Rosan kemudian mendapat mandat lain. Pada 24 Februari 2025, Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara.
Danantara dibentuk sebagai badan yang memiliki peran strategis dalam mengelola dan mengoptimalkan aset serta investasi negara, termasuk aset perusahaan BUMN strategis.
Dalam menjalankan tugasnya, Rosan didampingi sejumlah tokoh, termasuk Pandu Sjahrir dan Dony Oskaria.
Kepercayaan besar yang diberikan kepada Rosan tidak terlepas dari rekam jejaknya yang panjang di dunia usaha, organisasi pengusaha, pemerintahan, hingga diplomasi.
Sebelum masuk pemerintahan, Rosan dikenal sebagai pengusaha yang memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan dan kewirausahaan.
Ia pernah menjadi penasihat keuangan Asosiasi Koperasi Batik Indonesia pada 1997-2002.
Rosan juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan pernah menjabat Wakil Bendahara Umum pada 2005-2008.
Kariernya di dunia usaha kemudian membawanya ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Rosan dipercaya menjadi Ketua Kadin Indonesia periode 2015-2021.
Pengalaman memimpin organisasi dunia usaha tersebut menjadi salah satu modal bagi Rosan ketika dipercaya pemerintah menangani sektor investasi dan hilirisasi.
Selain dunia usaha, Rosan juga memiliki pengalaman di bidang diplomasi.
Pada 2021-2023, ia dipercaya menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.
Selepas dari tugas sebagai duta besar, Rosan kembali masuk ke pemerintahan. Ia menjabat Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 17 Juli hingga 24 Oktober 2023.
Rosan kemudian kembali dipercaya menangani sektor investasi hingga akhirnya menjadi Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
Pria kelahiran Jakarta, 31 Desember 1968, tersebut juga memiliki latar pendidikan bisnis dari luar negeri.
Rosan meraih gelar Bachelor of Arts (BA) bidang Administrasi Bisnis dari Oklahoma State University, Amerika Serikat, pada 1993.
Ia kemudian memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Antwerpen European University, Belgia, pada 1996.
Dengan pengalaman yang cukup panjang, Rosan kini memegang dua posisi yang berkaitan erat dengan agenda ekonomi pemerintah.
Sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, ia bertugas mendorong masuknya investasi sekaligus memperkuat kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Sementara melalui Danantara, Rosan memiliki tanggung jawab dalam mengawal pengelolaan aset dan investasi strategis negara.
Kombinasi pengalaman sebagai pengusaha, Ketua Kadin, diplomat, pejabat BUMN, menteri, serta orang yang dipercaya memimpin TKN Prabowo-Gibran membuat Rosan menjadi salah satu figur penting dalam pemerintahan saat ini.(*)
