Tak Ada Suasana Perang, Hanya Ada Suara Zikir dan Kekhusyukan Ramadan

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Mustopa

8 Mar 2026 21:13

Headline

Thumbnail Tak Ada Suasana Perang, Hanya Ada Suara Zikir dan Kekhusyukan Ramadan
Di saat dunia luar diguncang oleh berita eskalasi militer di wilayah utara, pemandangan berbeda justru tersaji di jantung Kota Suci Madinah. Tiap hari jutaan tamu Allah dari berbagai belahan dunia duduk bersimpuh dalam shaf-shaf yang rapi, menanti detik-detik kumandang azan Magrib di bawah naungan payung-payung raksasa Masjid Nabawi. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Di tengah kecamuk perang antara Iran dan Israel yang kini memasuki hari kedelapan, denyut nadi ibadah di dua kota suci, Makkah dan Madinah, dilaporkan tetap stabil dan kondusif.

Berdasarkan pengamatan langsung jurnalis Ketik.com, yang telah berada di Madinah sejak Kamis malam, 5 Maret 2026. Hingga Minggu, 8 Maret 2026, suasana Ramadan di Masjid Nabawi sama sekali tidak terpengaruh oleh eskalasi militer yang mengguncang wilayah utara Teluk Persia.

Jutaan jemaah umrah dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Indonesia, tetap menjalankan rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Suasana di Masjid Nabawi justru kian syahdu seiring masuknya fase pertengahan Ramadan 1447 Hijriah.

Ritual buka puasa bersama yang membentang di sepanjang pelataran masjid tetap menjadi momen paling dinanti, di mana ribuan orang berkumpul dalam suasana damai tanpa sedikit pun raut kepanikan. Fokus utama para tamu Allah tetap tertuju pada aktivitas iktikaf dan salat tarawih berjamaah di dalam masjid maupun di bawah payung-payung raksasa Nabawi.

Foto Satu potret dari sudut kota Madinah, Sabtu 9 Februari 2026, menceritakan kisah ketenangan yang kontras dengan berita peperangan. Di toko-toko seperti Jawa Al Madina, aktivitas perdagangan tetap berdenyut kencang. 
(Foto: Mira/Ketik.com)Satu potret dari sudut kota Madinah, Sabtu 9 Februari 2026, menceritakan kisah ketenangan yang kontras dengan berita peperangan. Di toko-toko seperti Jawa Al Madina, aktivitas perdagangan tetap berdenyut kencang. (Foto: Mira/Ketik.com)

Ketenangan ini juga diamini oleh Gofur, jemaah umrah asal Jambi yang tengah berada di Madinah. Ia mengaku sempat merasa khawatir saat mendengar kabar pecahnya konflik di hari-hari awal keberangkatannya, namun kecemasan itu sirna begitu menginjakkan kaki di Tanah Suci.

"Awalnya keluarga di Jambi sempat cemas dan terus bertanya kondisi di sini. Tapi setelah saya sampai dan melihat sendiri betapa damainya suasana di Masjid Nabawi, saya justru merasa sangat tenang. Di sini kita fokus beribadah saja, tidak ada suasana perang sama sekali," ungkap Gofur diamini istrinya.

Kondisi serupa terjadi di Kota Suci Makkah. Sapto, narasumber Ketik.com yang saat ini sedang menjalankan ibadah di Makkah, mengonfirmasi bahwa aktivitas di Masjidil Haram berjalan normal dan sangat padat oleh jamaah yang mengejar keutamaan Ramadan.

Baca Juga:
Eskalasi Perang Timur Tengah Meningkat, OJK Jabar: Kondisi Perekonmian Tetap Stabil

Foto Meski beda rombongan kalau sudah ketemu orang dari Indonesia di sini rasanya langsung akrab. Saling menyapa, bertukar kabar, dan mendoakan keselamatan satu sama lain. Kondisi Madinah sangat aman dan damai, membuat jemaah bisa leluasa bersilaturahmi. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Meski beda rombongan kalau sudah ketemu orang dari Indonesia di sini rasanya langsung akrab. Saling menyapa, bertukar kabar, dan mendoakan keselamatan satu sama lain. Kondisi Madinah sangat aman dan damai, membuat jemaah bisa leluasa bersilaturahmi. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Menurut Sapto, arus jemaah yang melakukan tawaf dan sai tetap mengalir lancar meskipun terdapat pemeriksaan keamanan yang lebih teliti namun tetap humanis di pintu-pintu masuk kawasan haram. Ia menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pembatasan ibadah yang diberlakukan otoritas setempat terkait situasi keamanan regional.

Kekhusyukan ini juga dirasakan langsung oleh Hariyanto, jamaah umrah asal Yogyakarta yang di temui Ketik.com sedang berada di Madinah. Ia mengungkapkan bahwa pelayanan di Masjid Nabawi tetap prima dan komunikasi dengan keluarga di tanah air tetap lancar.

Berdasarkan pantauan di lapangan sejak tiba tiga hari lalu, otoritas keamanan Arab Saudi memang terlihat berjaga seperti biasa dengan tetap mengedepankan pendekatan pelayanan. Tidak terlihat adanya mobilisasi militer yang mencolok di area perhotelan maupun pusat keramaian di sekitar situs-situs suci.

Kehidupan ekonomi di sekitar masjid, mulai dari pertokoan hingga layanan katering bagi jamaah, dilaporkan tetap beroperasi penuh tanpa kendala logistik berarti.

Meskipun beberapa maskapai internasional melakukan penyesuaian rute penerbangan untuk menghindari zona konflik di utara, operasional bandara di Jeddah dan Madinah terpantau tetap terjaga, memberikan kepastian bagi jamaah untuk menyelesaikan seluruh rangkaian umrah hingga akhir.

Laporan dari Madinah dan Makkah ini menjadi penegas bahwa wilayah Hijaz tetap menjadi zona aman bagi para tamu Allah di tengah panasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. (*)

Baca Juga:
Pemkab Jember Siapkan Skema WFH dan Pembelajaran Fleksibel, Tunggu Instruksi Resmi Pusat
Baca Sebelumnya

Kapolresta Bandung Bersama Petani Tanam Jagung 4 Hektar, Dukung Program Swasembada Pangan

Baca Selanjutnya

Dokter Ruly Rahadian Bongkar Rahasia Puasa, Bisa Redakan Peradangan Pemicu Penyakit Kronis

Tags:

Perang Iran - Israel Konflik Timur Tengah 2026 Umrah Ramadan 1447 H Kondisi Terkini Madinah Masjid Nabawi masjidil Haram Fajar Rianto Jamaah Indonesia Keamanan Arab Saudi Harga minyak dunia Berita Internasional Terkini Ramadandimakkah Lebarandimakkah

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar