Menguat Desakan Indonesia Menarik Diri dari UNIFIL di Lebanon, Ini Tanggapan Kemlu

Editor: Muhammad Faizin

9 Apr 2026 07:00

Headline

Thumbnail Menguat Desakan Indonesia Menarik Diri dari UNIFIL di Lebanon, Ini Tanggapan Kemlu
Foto BTR-80A UNIFIL dari Kontingen Indonesia saat parade di komplek Indonesia di Lebanon. (Foto: Kontingen Garuda/Wikimedia Commons)

KETIK, JAKARTA – Pasca gugurnya tiga prajurit TNI saat bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, muncul wacana Indonesia agar menarik diri dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). 

Sebab, hingga kini PBB belum juga bisa bertindak tegas untuk mengungkap pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. Diduga kuat, peluru yang menewaskan para prajurit terbaik Indonesia itu berasal dari tentara Israel atau Israel Defence Force (IDF). 

Menanggapi desakan tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan penjelasan resmi. Kemlu menegaskan bahwa keputusan terkait penarikan pasukan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa kajian yang komprehensif.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa posisi Indonesia dalam misi internasional tersebut memiliki nilai strategis yang tidak bisa diabaikan. Ia menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) merupakan wujud nyata komitmen bangsa dalam menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Dalam keterangannya di Jakarta, Yvonne menegaskan bahwa aspek keselamatan seluruh prajurit menjadi perhatian utama pemerintah dalam melakukan evaluasi terhadap situasi yang berkembang.

“Sehingga, berbagai keputusan terkait isu ini, termasuk soal usulan penarikan, perlu melalui pertimbangan yang sangat-sangat matang, baik dari sisi keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, dan kontribusi RI terhadap stabilitas kawasan,” kata Yvonne, seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com, Rabu, 8 April 2026.

Kemlu juga mempertimbangkan peran penting Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Pasukan yang tergabung dalam UNIFIL menjalankan mandat resmi yang diberikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebagai salah satu negara kontributor pasukan terbesar, Indonesia terus berkoordinasi secara intensif dengan PBB dalam menjalankan misi tersebut. Setiap langkah atau penyesuaian strategi di lapangan, menurut Yvonne, akan tetap mengacu pada mekanisme dan protokol yang telah ditetapkan oleh PBB.

Baca Juga:
Markas UNIFIL PBB di Lebanon Diserang Israel, Satu Anggota TNI Tewas

Pemerintah juga menegaskan bahwa kondisi faktual di lapangan menjadi faktor utama dalam menentukan kebijakan terkait keberlanjutan penugasan pasukan di Lebanon. Dalam situasi yang dinamis, keselamatan prajurit tetap ditempatkan sebagai prioritas tertinggi.

Sebelumnya, desakan agar prajurit TNI ditarik dari misi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon disuarakan antara lain oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani.

Politikus Partai Gerindrea itu meminta agar pemerintah mulai mengkaji kemungkinan penarikan pasukan dari wilayah konflik tersebut.

Muzani menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko keselamatan prajurit Indonesia di tengah situasi keamanan yang belum stabil. Ia menilai bahwa opsi pemulangan pasukan perlu dipertimbangkan secara serius.

Menurutnya, langkah penarikan pasukan sejalan dengan kewajiban negara dalam melindungi seluruh warga negara Indonesia. Ia menegaskan bahwa perlindungan tersebut merupakan amanat langsung dari konstitusi.

Hingga saat ini, tercatat tiga prajurit TNI telah gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Kondisi ini semakin memperkuat urgensi evaluasi menyeluruh terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia di kawasan tersebut. (*)

Baca Sebelumnya

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Baca Selanjutnya

Bupati Subandi Bakal Telisik PAD Sidoarjo di Setiap Dinas, Ini Alasan Kuatnya

Tags:

TNI Lebanon UNIFIL Kemlu RI Yvonne Mewengkang  Ahmad Muzani penarikan pasukan misi perdamaian PBB

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

16 April 2026 08:00

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

16 April 2026 06:58

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

16 April 2026 05:50

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H