Mengenal Simone de Beauvoir dan Pemikirannya tentang Opresi Perempuan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

25 Mar 2026 16:00

Thumbnail Mengenal Simone de Beauvoir dan Pemikirannya tentang Opresi Perempuan
Simone de Beauvoir Feminis Eksistensialis yang mengungkapkan opresi perempuan sebagai Liyan. (Foto: www.britannica.com)

KETIK, JAKARTA – Simone de Beauvoir merupakan filsuf dan feminis dari Prancis yang dikenal akrab oleh masyarakat luas dari karyanya, The Second Sex. Dalam karya tersebut membedah keliyanan perempuan dan akar dari opresi (perlakuan kejam dan tidak adil) terhadap perempuan. 

Beauvoir juga dikenal sebagai partner intelektual dari filsuf Jean Paul Sartre. Keduanya saling berbagi pikiran terkait filsafat eksistensialisme.

Gagasan Sartre tentang ke-Ada-an manusia menjelaskan bahwa dalam relasi dengan orang lain, manusia sering memandang dirinya sebagai subjek dan melihat orang lain sebagai objek atau Liyan. Manusia berusaha mempertahankan dirinya sebagai subjek bebas, tetapi selalu berhadapan dengan kesadaran orang lain yang juga ingin menjadi subjek.

Dalam menempatkan dirimu sebagai Diri, setiap Diri menggambarkan dan mengatur peran bagai Liyan. Singkatnya, subjek membangun dirinya sendiri sebagai transenden dan bebas, dan memandang Liyan sebagai imanen dan diperbudak. 

Baca Juga:
Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Bagi seorang Eksistensialis seperti Sartre, eksistensi mendahului esensi. Manusia hanyalah organisme hidup yang tidak punya bentuk ajeg hingga menciptakan identitas yang terpisah dan esensial bagi diri sendiri melalui tindakan yang sadar. 

Beauvoir mengemukakan laki-laki kerap dianggap sebagai Diri, dan perempuan adalah Liyan. Agar laki-laki merasa bebas, mereka melakukan subordinasi terhadap perempuan. 

Melalui bukunya The Second Sex, Beauvoir menganalisis bagaimana perempuan inferior terhadap laki-laki. Anggapan tersebut bukan semata berasal dari faktor biologis. 

Tubuh perempuan memang memiliki fungsi biologis yang berbeda, terutama dalam hal reproduksi. Namun perbedaan biologis tersebut sering kali dijadikan dasar untuk menempatkan perempuan pada peran yang lebih sempit, seperti hanya dikaitkan dengan fungsi keibuan atau domestik. 

Baca Juga:
Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Beauvoir juga mengkritik pandangan psikoanalisis dari Sigmund Freud yang menjelaskan posisi perempuan melalui konsep “penis envy”. Perempuan menjadi Liyan bukan karena tidak memiliki penis, namun tidak memiliki kekuasaan yang umumnya dimonopoli oleh laki-laki. 

Ia berkata, "baik untuk menuntut perempuan tidak merasa rendah karena datang bulannya, merasa konyol karena kehamilannya. Bahwa perempuan dapat bangga akan rubuh, seksualitas perempuannya."

Menurutnya perempuan memiliki hal penuh untuk bangga menjadi perempuan. Tubuh perempuan tidak harus mendasari cara bereksistensi yang ajeg bagi perempuan. Hal tersebut disebabkan perempuan harus membentuk cara bereksistensi sendiri yang seringkali berbeda dengan perempuan lain. 

Beauvoir juga menegaskan meskipun terdapat berbagai pembatasan situasi hukum, politik, ekonomi, sosial dan budaya, perempuan tetap memiliki kemungkinan untuk menjadi subjek yang bebas.

Artinya, perempuan diminta melepaskan semua beban yang menghambat kemajuan menuju Diri yang autentik. Beban tersebut dapat diringankan melalui pemberdayaan kolektif. 

Bahwa tidak ada seseorang maupun sesuatu yang dapat menghambat perempuan dengan ketetapan hati untuk maju. 

(Sumber: Rosemarie Putnam Tong, Feminist Thought)

Baca Sebelumnya

Soroti Soliditas! PWNU Jatim Inginkan Muktamar ke-35 Tanpa Perselisihan

Baca Selanjutnya

Polsek Bacan Barat dan PT IMM Berbagi Sembako untuk Warga

Tags:

Simone de Beauvoir Opresi Perempuan Liyan Feminis Eksistensialis

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H