Menembus Lautan Manusia, Siasat Ibadah Nyaman di Penghujung Ramadan 1447 H

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Mustopa

14 Mar 2026 12:34

Thumbnail Menembus Lautan Manusia, Siasat Ibadah Nyaman di Penghujung Ramadan 1447 H
Lautan manusia memadati pelataran luar Masjidil Haram, Makkah, di tengah fase sepuluh malam terakhir Ramadan. Lonjakan jumlah jemaah yang mengejar malam Lailatul Qadar membuat otoritas Arab Saudi memperketat manajemen arus massa menggunakan teknologi kecerdasan buatan guna mencegah penumpukan di titik-titik krusial seperti area mataf dan akses masuk utama. (Foto: Muhsin Budiono/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Gemuruh selawat dan langkah kaki ribuan jemaah bergema di bawah pilar-pilar marmer Masjidil Haram. Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadan, kiblat umat Islam ini berubah menjadi lautan manusia yang tak pernah tidur.

Gelombang jemaah dari berbagai penjuru dunia tumpah ruah, mengejar keberkahan malam Lailatul Qadar yang dinanti dalam suasana spiritual yang sangat kental.

Bagi jemaah yang hendak melaksanakan umrah di masa puncak ini, niat tulus saja tidak cukup karena dibutuhkan strategi matang untuk menembus kepadatan area mataf agar ibadah tetap khusyuk dan kondisi fisik tetap terjaga.

Ahmad, seorang jemaah asal Madura, Jawa Timur, tampak menyeka keringat setelah berhasil menyelesaikan tawaf di tengah kepungan massa yang luar biasa padat.

Ia mengakui bahwa tantangan fisik di akhir Ramadan jauh lebih berat dibanding hari-hari awal karena arus manusia yang seolah tak terputus.

Baca Juga:
Jalan Longsor di Cijaku Mulai Diperbaiki, Akses Tiga Kecamatan Segera Pulih

Menurut pengamatan Ahmad, jemaah perlu memiliki strategi khusus dan memilih waktu tersendiri agar tidak terjepit dalam kerumunan yang berisiko.

Ia menyebutkan bahwa waktu paling padat terjadi pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21 atau yang sering disebut selikuran, hingga puncaknya pada malam ke-27 saat jemaah dipastikan akan berjubel memenuhi setiap jengkal lantai masjid.

Senada dengan Ahmad, Ubaidillah jemaah asal Jepara, Jawa Tengah, berbagi pengalamannya saat mencoba menembus barisan jemaah di area Sa'i. Ubaidillah menekankan pentingnya kesabaran ekstra dan pemilihan momentum yang tepat agar tidak kehabisan tenaga sebelum rangkaian ibadah usai.

Menurutnya, beribadah di tengah jutaan orang membutuhkan manajemen energi yang baik. Ubadillah mengisahkan bahwa ia lebih memilih menunggu hingga arus sedikit melandai demi menjaga kekhusyukan.

Ia merasa bahwa jika dipaksakan masuk saat puncak keramaian, fokus ibadah sering kali terpecah karena harus menjaga keseimbangan badan agar tidak terdorong atau terpisah dari rombongan.

Berdasarkan pantauan langsung tim Ketik.com di lapangan serta merujuk pada keterangan sejumlah mukimin yakni sebutan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah lama menetap, bekerja, atau belajar di Arab Saudi, terdapat beberapa jendela waktu yang relatif lebih tenang untuk melaksanakan umrah.

Waktu pertama adalah pagi hari setelah salat Subuh, antara pukul enam hingga delapan pagi. Pada jam tersebut, mayoritas jemaah memilih kembali ke penginapan untuk beristirahat setelah rangkaian ibadah malam yang panjang.

Baca Juga:
Tinjau Perbaikan Jalan Rangkasbitung–Gajrug, Bupati Lebak Minta Warga Ikut Kawal Pembangunan

Suasana fajar yang sejuk di waktu ini memberikan ruang bagi jemaah untuk melakukan tawaf dan sa’i dengan lebih leluasa sekaligus memperbanyak doa dalam keheningan yang reflektif sebelum matahari naik tinggi.

Pilihan kedua yang cukup menantang namun efektif adalah pada tengah hari, sekitar pukul 12 hingga dua siang. Meski matahari Makkah menyengat, area mataf justru cenderung lebih lapang karena banyak jemaah yang menghindari panas ekstrem dan memilih berdiam diri di area teduh atau kembali ke hotel.

Bagi jemaah yang memiliki kondisi fisik prima, waktu ini sangat ideal untuk menghindari himpitan massa, meski tetap disarankan untuk menjaga hidrasi tubuh dengan air zamzam dan menggunakan pakaian yang nyaman.

Selain itu, waktu dini hari antara pukul dua hingga empat subuh juga menjadi rekomendasi utama bagi mereka yang menginginkan atmosfer spiritual yang lebih hening sebelum masuknya waktu Subuh.

Langkah antisipasi juga telah diambil oleh Pemerintah Arab Saudi untuk mengelola arus manusia yang masif ini dengan pendekatan teknologi.

Melansir laporan surat kabar lokal Okaz, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahkan telah menerapkan aturan jadwal umrah guna mengendalikan kepadatan di Masjidil Haram.

Berdasarkan data indikator kepadatan, otoritas mencatat bahwa rentang waktu pukul empat sore hingga sepuluh malam merupakan periode dengan kerumunan paling tinggi.

Sebaliknya, tingkat kepadatan pada pukul 11 malam hingga empat dini hari tergolong sedang, sementara pukul delapan pagi hingga tiga sore tercatat relatif lebih ringan di bawah pengawasan sistem kecerdasan buatan.

Untuk mendukung pengelolaan jemaah ini, otoritas Saudi kini semakin mengandalkan perangkat keamanan berbasis teknologi yang mampu memantau jumlah jemaah di area tawaf secara real-time.

Sistem canggih tersebut mengelola arus keluar-masuk pengunjung guna mencegah terjadinya penumpukan yang membahayakan di pintu-pintu utama. Teknologi ini juga berperan penting dalam memperlancar akses menuju kawasan pusat serta mengurai kemacetan bus pengantar jemaah di sekitar area masjid suci.

Melalui kombinasi strategi pemilihan waktu oleh jemaah seperti yang dilakukan Ahmad dan Dwi, serta manajemen teknologi oleh pemerintah, diharapkan ibadah umrah di penghujung Ramadan ini tetap berjalan aman dan penuh berkah.(*)

Baca Sebelumnya

Pastikan Mudik Aman, Kapolres Kendal Turun Gunung Cek Posko Operasi Ketupat Candi 2026

Baca Selanjutnya

PJI Bojonegoro Tebar Kebahagiaan, Parcel Sembako Dibagikan ke Seluruh Anggota

Tags:

Makkah masjidil Haram Umrah Ramadan Lailatul Qadar Strategi Umrah Kabar Haji dan Umrah Tips Ibadah jemaah Indonesia Jemaah Membludak Tawaf sai Info Saudi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Catatan Perjalanan ketik.com Muhsin Budiono Fajar Rianto Berita viral Info Makkah Hari Ini Ibadah Ramadan 2026 Ramadandimakkah Lebarandimakkah

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar