Ini Sosok Bagher Ghalibaf, Mantan Pilot Tempur IRGC Iran yang Diklaim Jadi Calon Boneka AS

Editor: Muhammad Faizin

25 Mar 2026 08:11

Headline

Thumbnail Ini Sosok Bagher Ghalibaf, Mantan Pilot Tempur IRGC Iran yang Diklaim Jadi Calon Boneka AS
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang diklaim Trump menjalin komunikasi dengan AS. (Foto: Parlemen Iran)

KETIK, JAKARTA – Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf tiba-tiba mencuat di tengah memanasnya konflik geopolitik Iran dengan Amerika Serikat. Ketua parlemen Iran itu kini menjadi sorotan setelah muncul spekulasi bahwa ia dilihat oleh sebagian kalangan di Washington sebagai sosok yang berpotensi menjadi mitra—bahkan kandidat pemimpin baru Iran.

Namun, di balik wacana tersebut, rekam jejak Ghalibaf menunjukkan profil yang jauh dari gambaran “figur kompromi”.

Sama seperti kebanyakan elite Iran lainnya, Ghalibaf punya rekam jejak sebagai sosok yang radikal atau ekstrem menunjukkan perlawanan kepada Barat khususnya Amerika Serikat. 

Dikutip dari Suara.com -jejaring media Ketik.com- Ghalibaf bukan sosok baru dalam struktur kekuasaan Iran. Ia lahir pada 1961 dan meniti karier dari dunia militer, khususnya melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

Saat perang Iran–Irak, ia pernah memimpin unit tempur dan terlibat dalam sejumlah operasi militer besar. Kariernya terus menanjak, termasuk ketika dipercaya memimpin angkatan udara IRGC hingga kemudian menjabat Kepala Kepolisian Iran pada awal 2000-an.

Tak berhenti di sana, Ghalibaf juga sempat menjabat sebagai Wali Kota Teheran selama lebih dari satu dekade sebelum akhirnya menduduki kursi Ketua Parlemen sejak 2020.

Figur Keras dengan Kontroversi Panjang

Ghalibaf menjadi Ketua Parlemen Iran sejak 2020, menggantikan Ali Larijani, sosok yang disebut-sebut sebagai pemimpin de facto Iran pasca syahidnya Ali Khomeini akibat serangan Israel-AS pada 28 Februari 2026 lalu. Ali Larijani juga gugur akibat serangan Israel pada 17 Maret 2026. 

Baca Juga:
Iran Buka Terbatas Selat Hormuz, Terapkan Aturan Ketat bagi Kapal yang Melintas

Di dalam negeri, Ghalibaf dikenal sebagai figur garis keras. Ia kerap dikaitkan dengan kebijakan represif terhadap demonstrasi publik, termasuk penanganan aksi protes mahasiswa dan gerakan oposisi.

Sejumlah laporan juga menyebut namanya berulang kali terseret isu dugaan korupsi, meskipun tidak pernah berujung pada proses hukum yang tuntas.

Citra ini membuatnya lebih dikenal sebagai “strongman” dibanding diplomat, sebuah karakter yang justru dinilai sebagian analis cocok dengan preferensi politik Presiden AS Donald Trump.

Disebut-sebut Jadi “Opsi” Washington

Dalam dinamika terbaru, sejumlah laporan menyebut bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan Ghalibaf sebagai sosok yang bisa diajak bernegosiasi di tengah konflik yang terus meningkat.

Spekulasi ini muncul di tengah kekosongan dan ketidakpastian kepemimpinan di Iran akibat konflik yang menewaskan sejumlah tokoh penting.

Meski demikian, asumsi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan realitas politik Iran. Sistem pemerintahan Iran menempatkan pemimpin tertinggi sebagai pengambil keputusan utama, sehingga posisi Ghalibaf dinilai tetap memiliki keterbatasan dalam menentukan arah kebijakan strategis negara.

Retorika Anti-Barat yang Konsisten

Alih-alih menunjukkan sinyal kompromi, Ghalibaf justru dikenal dengan retorika keras terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam berbagai pernyataan, ia menegaskan bahwa kehadiran militer AS di Timur Tengah menjadi sumber utama ketidakstabilan kawasan. Ia bahkan memperingatkan bahwa kepentingan Amerika di wilayah tersebut dapat menjadi target jika konflik terus berlanjut.

Sikap ini mempertegas bahwa meski namanya dikaitkan dengan skenario negosiasi, Ghalibaf tetap berada dalam garis ideologi keras yang sejalan dengan elite militer Iran.

Munculnya nama Ghalibaf dalam kalkulasi politik Washington mencerminkan dinamika baru dalam konflik Iran–AS. Namun, banyak pengamat menilai anggapan bahwa ia bisa menjadi “pemimpin kompromi” atau bahkan “figur boneka” terlalu menyederhanakan kompleksitas politik Iran.

Dengan latar belakang militer kuat, jaringan kekuasaan yang luas, serta rekam jejak kontroversial, Ghalibaf lebih tepat dipandang sebagai bagian dari inti kekuatan sistem Iran—bukan sosok yang mudah diarahkan dari luar.

Di tengah situasi yang masih cair, satu hal yang jelas: siapa pun yang muncul sebagai figur kunci di Iran ke depan akan tetap berada dalam bayang-bayang struktur kekuasaan yang jauh lebih besar daripada sekadar satu individu.

Kini dunia akan menanti, benarkah Ghalibaf akan menjadi sosok pengganti kepemimpinan Iran yang disenangi AS seperti klaim Trump, atau justru sesuai dengan klaim Ghalibaf sendiri bahwa ia tetap konsisten anti kompromi dengan negeri Paman Sam. 

Baca Sebelumnya

BMKG: Jakarta Cerah Berawan, Bandung Berawan, Medan Cerah Pada Rabu 25 Maret 2026

Baca Selanjutnya

Open House Ketua DPRD Batam Dipadati Warga, Pererat Silaturahmi Jelang Idulfitri 1447 H

Tags:

Bagher Ghalibaf Iran IRGC pemimpin Boneka AS Trump Israel Ali Larijani Ketua Parlemen Iran

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

16 April 2026 08:00

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

16 April 2026 06:58

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

16 April 2026 05:50

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H