Angka Kelahiran Rendah dan Kematian Meningkat, Jepang Terancam Musnah

Jurnalis: S. Widodo
Editor: M. Rifat

7 Mar 2023 06:24

Thumbnail Angka Kelahiran Rendah dan Kematian Meningkat, Jepang Terancam Musnah
Ilustrasi angka kelahiran di Jepang capai titik terendah. Pada 2050, populasi Jepang diprediksi hanya 97 juta. (Foto: Bloomberg)

KETIK, JAKARTA – Jepang akan musnah. Ini dikatakan langsung Penasehat Perdana Menteri (PM) Jepang, Masako Mori.

Ia menyindir penurunan angka kelahiran di negeri itu. Katanya, hal tersebut dapat menghancurkan jaring pengaman sosial dan ekonomi Jepang.

"Jika kita terus seperti ini, negara ini akan hilang," katanya akhir pekan ini, dikutip Strait Times, Senin (6/3/2023).

Pernyataan tersebut tak main-main. Pada 28 Februari lalu, Jepang mencatat penurunan jumlah bayi yang lahir, hingga ke rekor terendah.

Baca Juga:
Arus Balik Lebaran 2026, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Daop 8 Surabaya

Ada 800.000 kelahiran saja di negara itu tahun 2022. Padahal angka kematian dua kali lipat, yakni 1,58 juta.

"Orang-orang yang harus menjalani proses 'penghilangan', inilah yang akan menghadapi kerugian besar. Itu 'penyakit' mengerikan yang akan menimpa anak-anak itu," tambahnya lagi.

"Itu tidak jatuh secara bertahap, itu langsung turun," kata Mori yang memang kerap menasehati Kishida tentang masalah angka kelahiran dan masalah LGBTQ (Gay, Biseksual, dan Transgender).

Sebelumnya, PM Jepang Fumio Kishida telah berjanji menggandakan pengeluaran untuk anak-anak dan keluarga. Penurunan kelahiran berkembang lebih cepat dari perkiraan.

Baca Juga:
Menelusuri Jejak Keberadaan Kuil Jepang di Kota Malang, Sempat Ditakuti Masyarakat

Sejauh ini Jepang sudah membuat tunjangan anak, peningkatan penyediaan pengasuhan anak dan perubahan gaya kerja. Namun belum membuahkan hasil.

Sebuah makalah sempat menyinggung kesetaraan gender. Di mana dikatakan perlu perubahan menyeluruh yang mencakup pengurangan beban perempuan dalam membesarkan anak dan mempermudah mereka untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja setelah melahirkan.

"Menurun berarti anak-anak yang lahir sekarang akan terlempar ke dalam masyarakat yang terdistorsi, menyusut dan kehilangan kemampuannya untuk berfungsi," ujar Mori lagi.

"Jika tidak ada yang dilakukan, sistem jaminan sosial akan runtuh, kekuatan industri dan ekonomi akan menurun dan tidak akan ada cukup rekrutan Pasukan Bela Diri untuk melindungi negara," tambahnya.

"Pemerintah harus melakukan apa saja untuk memperlambat penurunan dan membantu mengurangi kerusakan," jelasnya.

"Kebijakan pemberdayaan perempuan dan angka kelahiran sama saja. Jika Anda menangani hal-hal ini secara terpisah, itu tidak akan efektif."

Diketahui, populasi Jepang telah turun menjadi 124,6 juta dari puncaknya lebih dari 128 juta yang dicapai pada tahun 2008. Sementara itu, proporsi orang berusia 65 tahun ke atas naik menjadi lebih dari 29% tahun lalu. (*)

Baca Sebelumnya

Kamu Wajib Tahu, Ini 5 Hal Penting Sebelum Sewa Vila di Bali

Baca Selanjutnya

Berani Memulai, Nasabah PNM Mekaar Berikan Inspirasi untuk Buka Usaha

Tags:

Kelahiran. Rendah kematian tinggi Jepang musnah

Berita lainnya oleh S. Widodo

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

24 Juni 2023 21:02

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

23 Juni 2023 21:45

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

23 Juni 2023 13:42

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

22 Juni 2023 20:20

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

21 Juni 2023 21:35

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

21 Juni 2023 15:55

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar