17 November Bukan Sekadar Peringatan, Ini Sejarah Kelam yang Membentuk Hari Pelajar Internasional

Editor: Fisca Tanjung

17 Nov 2025 09:50

Headline

Thumbnail 17 November Bukan Sekadar Peringatan, Ini Sejarah Kelam yang Membentuk Hari Pelajar Internasional
Ilustrasi Pelajar ( foto : pixabay )

KETIK, JAKARTA – Setiap 17 November, dunia memperingati Hari Pelajar Internasional, sebuah momentum yang menegaskan bahwa suara pelajar tidak pernah bisa dipandang sebelah mata.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa sejarah pendidikan global pernah dibentuk oleh keberanian mahasiswa dalam menghadapi penindasan.

Meski kini diperingati sebagai ajang apresiasi bagi peran pelajar dalam kemajuan bangsa, akar sejarah 17 November justru muncul dari tragedi yang mengguncang dunia pendidikan di Eropa.

Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol bahwa perjuangan akademik kerap menuntut keberanian besar.

Baca Juga:
Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Sejarah Hari Pelajar Internasional berawal dari tragedi di Cekoslowakia pada 1939, saat negara tersebut berada di bawah pendudukan Nazi Jerman. Ribuan mahasiswa di Praha turun ke jalan dalam aksi damai untuk menolak tekanan politik yang makin membelenggu.

Namun aksi itu berubah menjadi kekerasan setelah pasukan Nazi membubarkan massa dengan brutal.

Salah satu korban yang kemudian menjadi simbol perlawanan adalah Jan Opletal, mahasiswa kedokteran yang tertembak saat aksi berlangsung. Ia meninggal beberapa hari kemudian, dan kepergiannya justru memicu kobaran api perlawanan yang lebih besar.

Pemakaman Opletal pada 15 November berubah menjadi demonstrasi besar-besaran. Ribuan mahasiswa mengikuti prosesi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kekejaman rezim.

Baca Juga:
Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Namun dua hari setelahnya, tepat pada 17 November 1939, pasukan Nazi melakukan tindakan yang jauh lebih ekstrem: seluruh kampus ditutup, ratusan mahasiswa dan dosen ditangkap, sementara sembilan pemimpin mahasiswa dieksekusi tanpa pengadilan.

Tragedi itu menggugah solidaritas internasional. Pada 1941, di tengah Perang Dunia II, sekelompok pelajar pengungsi yang tergabung dalam International Students’ Council menyerukan agar 17 November diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap keberanian mahasiswa Cekoslowakia sekaligus pengingat bahwa pendidikan tidak boleh dibungkam oleh kekuasaan.

Sejak saat itu, Hari Pelajar Internasional menjadi simbol perjuangan pelajar di seluruh dunia—bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga mendorong agar hak pendidikan, kebebasan akademik, dan suara generasi muda tetap dijaga.

Kini, peringatan ini dimaknai sebagai ajakan untuk memastikan bahwa pelajar dari berbagai negara mendapatkan akses pendidikan yang adil, ruang untuk berpikir kritis, serta kesempatan berkontribusi terhadap perubahan sosial.

Semangat yang dulu diperjuangkan mahasiswa di Praha terus hidup dan menjadi energi bagi generasi pelajar zaman sekarang.

Baca Sebelumnya

[FOTO] Rangkaian Upacara HKN di Halmahera Selatan 2025

Baca Selanjutnya

Viral, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal Emosional Tanggapi Saran soal Makan Bergizi Gratis

Tags:

17 november Hari Pelajar Internasional Jan Opletal Cekoslowakia Praha 17 November peringati hari

Berita lainnya oleh Fisca Tanjung

Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

11 April 2026 17:07

Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

Ratusan Siswa MAN 2 Kota Malang Studi ke Senayan, Anggota DPR RI Cak Udin Kuatkan Edukasi Politik Kebangsaan

9 April 2026 19:56

Ratusan Siswa MAN 2 Kota Malang Studi ke Senayan, Anggota DPR RI Cak Udin Kuatkan Edukasi Politik Kebangsaan

Bukan Formalitas! Pengurus GAPEMBI Jatim Wajib Punya Dapur MBG dan Terdaftar di KADIN

9 April 2026 09:44

Bukan Formalitas! Pengurus GAPEMBI Jatim Wajib Punya Dapur MBG dan Terdaftar di KADIN

Tak Main-main, GAPEMBI Jatim Terapkan Standar Ketat untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

9 April 2026 09:33

Tak Main-main, GAPEMBI Jatim Terapkan Standar Ketat untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

Resmi Dilantik di Malang, GAPEMBI Jatim Siap Jadi Pilar Program Makan Bergizi Nasional

9 April 2026 09:14

Resmi Dilantik di Malang, GAPEMBI Jatim Siap Jadi Pilar Program Makan Bergizi Nasional

Daftar Lengkap Pengurus GAPEMBI Pusat hingga Daerah, Siap Kawal Program Gizi Nasional

6 April 2026 20:15

Daftar Lengkap Pengurus GAPEMBI Pusat hingga Daerah, Siap Kawal Program Gizi Nasional

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar