Teken PKB Periode IX 2025-2027, FSPPB Komitmen Hubungan Industrial Pancasila

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: Muhammad Faizin

20 Mei 2025 18:20

Thumbnail Teken PKB Periode IX 2025-2027, FSPPB Komitmen Hubungan Industrial Pancasila
Presiden FSPPB Arie Gumilar menyampaikan sambutan usai penandatangan PKB IX Periode 2025-2027 di Balroom, Grha Pertama, Jakarta, Senin 19 Mei 2025 (Foto: Humas FSPBB Pertamina)

KETIK, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) bersama dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB) secara resmi menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IX Periode 2025-2027 pada Senin 19 Mei 2025.

Selain itu, juga dilakukan Penandatangan Komitmen Hubungan Industrial Pancasila yang diselenggarakan di Ballroom,Grha Pertamina, Jakarta pada tempat dan hari yang sama.

Sehingga PKB IX Periode 2025-2027 ini mengusung tema 'PKB Sebagai Pilar Penguatan Sumber Daya Manusia Untuk Kedaulatan Energi Nasional'.

Presiden FSPPB Arie Gumilar dalam keterangannya, menyampaikan bahwa dengan ditandatanganinya PKB dan Komitmen Hubungan Industrial Pancasila, maka membuktikan bahwa hubungan industrial di Pertamina sudah terjalin dengan baik, harmonis dan dinamis.

Baca Juga:
Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

"Saya berharap  dengan adanya PKB yang sudah disepakati ini, akan menjadi integrator dari adanya pemisahan unit-unit bosnis (Holding Subholding) di Pertamina," kata Arie Gumilar, Selasa 20 Mei 2025.

Menurut Arie, FSPBB akan terus berjuang agar kedepannya Pertamina bisa kembali terintegrasi dan betul-betul menjadi soko guru perekonomian.

Yakni soko guru kemandirian energi Indonesia yang berada dibawah pimpinan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, ia berharap hubungan industrial yang dibangun di Pertamina hendaknya menjadi contoh, bahwa peran pekerja melalui serikat pekerja tidak hanya bicara soal hubungan industrial saja, tetapi juga bisa memberikan masukan strategis terhadap keberlangsungan proses bisnis di perusahaan.

Baca Juga:
PKB Dukung Kinerja Positif Pemprov Jatim, Dinilai Berdampak pada Masyarakat

Hal ini, menurut dia, tertuang dalam komitmen bersama di dalam Perjanjian Kerja Bersama, khususnya di pasal 7 ayat 7 yang berbunyi: bahwa FSPPB dapat memberikan masukan kepada perusahaan tidak hanya terbatas pada persoalan hubungan industrial.

Tapi juga dapat memberikan masukan strategis bagi keberlangsungan proses bisnis perusahaan yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan.

"Ini menjadi bukti, bahwa kami semua pekerja di Pertamina tidak hanya sekedar menuntut hak, tetapi juga memberikan kontribusi sebagai mitra strategis bagi perusahaan, direksi dan manajemen," kata Presiden FSPBB.

FSPBB, lanjut Arie, dapat memberikan kontribusi maksimal bagi keberlangsungan proses bisnis perusahaan juga kepada kepentingan bangsa dan negara, sebagaimana amanat UUD 45 pasal 33 ayat (3) dan ayat (2)”, jelas Arie.

"Jadi tema 'PKB Sebagai Pilar Penguatan Sumber Daya Manusia Untuk Kedaulatan Energi Nasional' ini sangat sejalan dengan semangat perjuangan FSPPB, yang sejak dulu menginginkan adanya kedaulatan energi nasional di tangan anak bangsa," ungkapnya. 

Arie menjelaskan, tema ini  sekaligus sejalan dan selaras dengan aspirasi dari manajemen dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan Pertamina sebagai soko guru kemandirian energi menuju swasembada energi nasional, kemandirian serta keberlanjutan dan ketahanan nasional.

"Tema ini juga mengangkat bagaimana kesiapan untuk pengelolaan Sumber Daya Manusia ketika Pertamina kembali harus terintegrasi dari hulu sampai ke hilir, berdasarkan amanat daripada UUD 1945 Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3)," ujarnya.

Arie menguraikan, proses perjalanan panjang sebelum akhirnya (PKB) IX Periode 2025-2027 bisa ditandatangani.

Dimulai dari verifikasi keanggotaan serikat pekerja, gebyar PKB. Kemudian dilanjutkan dengan pra-perundingan PKB, dan diakhiri dengan perundingan PKB.

"Semuanya tentu, tidak berjalan mulus-mulus saja pasti ada aral melintang dan kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah beberapa agenda perundingan harus dilanjutkan ke tahap perundingan lanjuta," tuturnya.

Namun, dengan semangat kebersamaan, musyawarah mufakat dan semangat kekeluargaan seluruh proses tahapan perundingan dan seluruh bahasan topik perundingan bisa diselesaikan sesuai harapan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama segenap Tim perunding, baik dari perusahaan maupun dari FSPPB yang sudah berhasil melaksanakan tugasnya sehingga semua proses tahapan perundingan dapat terselesaikan dengan baik dan tuntas," pungkas Arie.

Usai melakukan dua penandatangan PKB, FSPPB memberikan tali kasih berupa santunan kepada Yayasan Panti Yaumsi Kemayoran Asrama Yatim dan Dhuafa, serta  Panti Asuhan Nurul Iman, masing-masing senilai Rp 10 juta.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, dan Presiden FSPPB, Arie Gumilar, Senin 19 Mei 2025 menandatangani PKB IX Periode 2025-2027 dan Penandatangan Komitmen Hubungan Industrial Pancasila.

Momen ini disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan,  dan Direktur SDM PT Pertamina M. Erry Sugiharto.

Juga dihadiri jajaran pengurus dan 25 anggota Serikat Pekerja (SP) Konstituen FSPPB dari seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Yassierli mengapresiasi PKB antara perusahaan dan pekerja. Hal ini menjadikan Pertamina contoh bagi perusahaan lain. 

Ia mengatakan bahwa hubungan industrial suatu perusahaan bisa diwujudkan dengan proses diskusi musyawarah antara serikat pekerja dengan manajemen. 

"Saya ucapkan selamat atas penandatanganan PKB antara Pertamina dengan serikat pekerja. Ini menjadikan Pertamina sebagai contoh dan role model praktek hubungan industrial yang unggul yang adaptif," kata Yassierli.

Menaker menegaskan bahwa dialog menjadi proses diskusi untuk bermusyawarah bersama antara serikat pekerja dengan manajemen perwakilan manajemen.

"Itu menjadi kunci untuk kemajuan perusahaan ke depan," jelasnya.

Sedangkan Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantir mengatakan, PKB bukan hanya dokumen formal, melainkan wujud nyata dan komitmen bersama, untuk membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

"PKB harus memastikan keseimbangan hak dan kewajiban karena keberlanjutan perusahaan sejalan dengan kesejahteraan pekerja," kata Simon Aloysius.

Menurutnya, perundingan dilakukan dengan suasana kolaboratif dan semangat untuk membawa kemajuan bagi Pertamina. 

Sebab, pekerja adalah jantung dan pusat operasional yang berlangsung di perusahaan. Sehingga Pertamina tidak bisa berhasil tanpa kehadiran dan kontribusi para pekerja.

"Pada kesempatan ini,  kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjanjian ini," ujarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Siswa SMPN 27 Malang Dikenalkan Koleksi Arca Ganesha dan Durga pada Program Museum Keliling

Baca Selanjutnya

Komisi C DPRD Surabaya Ingatkan Pemkot Harus Humanis saat Lakukan Penertiban Bangli Kalianak

Tags:

Pertamina pkb FSPBB Hubungan Industrial Pancasila Arie Munandar Simon Aloysius Mantiri Yassierli Mochamad Iriawan

Berita lainnya oleh Surya Irawan

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

14 April 2026 07:40

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

28 Maret 2026 10:00

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

28 Maret 2026 08:40

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

28 Maret 2026 07:36

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

28 Maret 2026 07:05

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

19 Maret 2026 16:31

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar