Pascaskandal Korupsi, BGN Mulai Lirik Kantin Sekolah dan Dapur Komunitas untuk MBG

4 Juni 2026 22:00 4 Jun 2026 22:00

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Pascaskandal Korupsi, BGN Mulai Lirik Kantin Sekolah dan Dapur Komunitas untuk MBG

Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyampaikan keterangan pers terkait arah baru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: bgn.go.id)

KETIK, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyiapkan sejumlah langkah pembenahan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pascapergantian pimpinan di tubuh lembaga tersebut.

Salah satu strategi yang akan ditempuh adalah memaksimalkan pemanfaatan kantin sekolah, dapur umum, dan fasilitas komunitas untuk mendukung distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat.

Langkah tersebut disampaikan Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, dalam konferensi pers perdana setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana yang kini terjerat kasus dugaan korupsi program MBG.

Menurut Nanik, BGN tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap tata kelola program agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, dan merata hingga ke daerah-daerah yang selama ini masih sulit dijangkau.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujar Nanik, Kamis, 4 Juni 2026.

Sebagai bagian dari penataan tersebut, BGN memutuskan menghentikan sementara pembukaan dapur MBG baru. Sebaliknya, lembaga itu akan mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia di masyarakat.

Kantin sekolah, dapur komunitas, hingga dapur umum yang memenuhi standar keamanan pangan dan sanitasi akan menjadi bagian dari skema pelaksanaan MBG ke depan.

Langkah itu dinilai lebih efisien dibanding membangun fasilitas baru, sekaligus mempercepat perluasan layanan program di berbagai daerah.

Selain memaksimalkan sarana yang telah ada, BGN juga berencana memperkuat pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini menghadapi berbagai kendala operasional.

Menurut Nanik, pemerataan manfaat program menjadi salah satu prioritas utama pimpinan baru BGN.

“Karena itu kami melakukan penataan agar pemerataan manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia,” katanya.

BGN juga akan memperkuat pembinaan dan standardisasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana utama program MBG di daerah.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa dan kelompok penerima manfaat tetap memenuhi standar kesehatan dan gizi.

“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi,” tegas Nanik.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pembenahan tata kelola akan dilakukan melalui penguatan sistem pengendalian internal, validasi data, hingga penerapan rekomendasi dari berbagai lembaga pengawas.

Menurutnya, perbaikan sistem menjadi langkah penting agar pelaksanaan program dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Berbagai rekomendasi lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang sedang kami lakukan,” ujarnya.

Perombakan kepemimpinan BGN dilakukan Presiden Prabowo Subianto setelah mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Sehari setelah pencopotan tersebut, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis oleh Kejaksaan Agung. Kasus itu memicu evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo.(*)

Tombol Google News

Tags:

Nanik S. Deyang Agustina Arumsari Prabowo Subianto Badan Gizi Nasional BGN Program Makan Bergizi Gratis MBG SPPG Kantin Sekolah Dapur Komunitas Wilayah 3t Tata Kelola Dadan Hindayana Sony Sonjaya Lodewyk Pusung Jakarta Berita Indonesia Info Indonesia