KETIK, PACITAN – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kabupaten Pacitan dalam durasi cukup lama memicu tanah longsor di empat titik yang tersebar di Kecamatan Tulakan dan Ngadirojo, Senin, 2 November 2026.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah bagian rumah warga mengalami kerusakan serta talud di sekitar fasilitas umum lapangan voli longsor.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, tiga kejadian longsor terjadi di Kecamatan Tulakan, sedangkan satu kejadian lainnya dilaporkan di Kecamatan Ngadirojo.
1. Longsor di Rumah Samto, Dinding Rumah Warga Ngumbul Rusak
Di Kecamatan Tulakan, longsor pertama terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di rumah milik Samto, warga RT 02 RW 04, Dusun Jeruk, Desa Ngumbul.
Tebing di samping rumah mengalami longsor hingga materialnya menimpa dinding bangunan dan menyebabkan kerusakan.
2. Talud Dekat Lapangan Voli Desa Kluwih Ambrol Diterjang Hujan
Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 WIB, talud di dekat fasilitas umum lapangan voli di RT 01 RW 06, Dusun Tenggar, Desa Kluwih, juga mengalami longsor akibat hujan.
3. Tebing Longsor Timpa Teras Rumah Jatno di Desa Jetak
Pada waktu yang sama, longsor terjadi di rumah milik Jatno, warga RT 003 RW 002, Dusun Krajan, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan.
Material longsoran dari tebing samping rumah menimpa bagian teras hingga mengalami kerusakan.
4. Rumah Semi Permanen Paryanto di Sidomulyo Rusak Tertimpa Longsor
Sementara itu, kejadian longsor di Kecamatan Ngadirojo dilaporkan sekitar pukul 05.00 WIB.
Tebing di samping rumah milik Paryanto, warga RT 04 RW 06, Dusun Ledok Kulon, Desa Sidomulyo, longsor dan materialnya menimpa dinding rumah semi permanen hingga mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan, Yagus Triarso, mengungkapkan, kejadian tersebut dipicu hujan dan perubahan tanah pascakemarau.
"Perubahan kondisi tanah pasca musim kemarau panjang sangat berisiko memicu bencana tanah longsor saat musim hujan mulai tiba," ungkapnya, Senin, 2 November 2026.
Menurutnya, selama musim kemarau, tanah kehilangan kandungan air sehingga menyusut, mengering, dan memunculkan celah atau retakan di permukaan bukit dan tebing.
"Kondisi itu juga sesuai dengan peringatan dini BMKG mengenai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," imbuhnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Pacitan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat.
Warga juga melakukan kerja bakti untuk penanganan darurat di lokasi terdampak.
Khusus di wilayah Ngumbul dan Sidomulyo, warga sekitar turut bergotong royong menangani dampak longsor.
Sementara itu, penghuni rumah milik Samto dilaporkan tidak mengungsi dan masih bertahan di rumahnya.
BPBD belum mencatat adanya korban jiwa maupun bantuan darurat yang disalurkan dalam empat kejadian tersebut.
Data penanganan masih dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.(*)
