KETIK, TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan unik bertajuk "Golkar Tulungagung Golek Garwo"
Acara yang dikemas sebagai ajang biro jodoh dan silaturahmi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar bertempat di Hall Lojika Hotel Lantai 7 pada Minggu, 1 Oktober 2026 pagi.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Jairi Irawan, M.A.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk memfasilitasi masyarakat yang belum sempat mencari jodoh secara mandiri akibat kesibukan atau faktor lainnya.
Melalui acara tatap muka secara langsung (offline), para peserta dipertemukan sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan.
"Kegiatan hari ini adalah rangkaian HUT Golkar, di mana gongnya kita adalah Golkar Tulungagung Golek Garwo. Maksud kegiatan ini adalah bagaimana kita mempertemukan teman-teman yang belum sempat mencari jodoh secara mandiri, mungkin karena kesibukan atau yang lain," ujar Jairi Irawan saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Jairi menyebutkan, berdasarkan data pendaftaran di aplikasi, tercatat ada sekitar 318 peserta yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, komposisinya terdiri dari sepertiga peserta perempuan dan sisanya laki-laki.
Para peserta diproses sepanjang hari hingga sore untuk saling mengenal, menyatukan visi dan misi, dengan harapan bisa mendapatkan pasangan yang sesuai dengan keinginan mereka.
Ketika disinggung mengenai alasan memilih program Golek Garwo, Jairi memaparkan bahwa institusi pernikahan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Berdasarkan berbagai survei, termasuk dari lembaga terkait dalam entang tahun 2014 hingga 2024, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pernikahan mengalami pergeseran. Banyak yang menunda pernikahan karena faktor ekonomi, belum menemukan pasangan yang cocok, atau masalah pekerjaan.
"Kami melihat sekarang institusi pernikahan itu semakin riskan. Makanya, program ini kami harapkan bisa memberikan sedikit ikhtiar untuk mempertemukan mereka, bahwa pernikahan itu bisa menjadi penguat dalam institusi keluarga, masyarakat, maupun negara," jelas pria yang juga duduk di kursi legislatif tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti tren angka perceraian yang cenderung meningkat berdasarkan data dari lembaga terkait maupun pengadilan agama.
Oleh karena itu, program ini dirancang tidak sekadar mempertemukan, tetapi melalui tahapan yang matang mulai dari pengenalan fisik, ekonomi, hingga mental.
"Makanya ada proses pengenalan, baik fisik, ekonomi, maupun mental. Sehingga nanti ketika proses pernikahan, mereka sudah siap secara ekonomi dan mental, dan angka perceraian harapannya bisa berkurang," imbuhnya.
Di akhir wawancaranya, Jairi Irawan memberikan pesan motivasi sekaligus tips bagi para lajang yang masih berjuang menemukan pasangan hidup.
Jairi berpesan agar senantiasa mencari pasangan berdasarkan kecocokan hati, bukan semata-mata karena tren media sosial.
"Carilah referensi sesuai dengan hati, bukan referensi TikTok, bukan referensi dari media sosial. Karena apa, pernikahan itu yang dicari adalah sakinah, ketenangan, ketenteraman, bukan hanya soal kesenangan," pesan Jairi.
Jika rangkaian ikhtiar ini berjalan sukses, pihak DPD Partai Golkar Tulungagung bahkan membuka peluang untuk melanjutkan program lanjutan berupa "Golkar Ngunduh Mantu" bagi para peserta yang berhasil melangkah ke jenjang pernikahan. (*)
