KETIK, MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terpilih menjadi salah satu perguruan tinggi penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) 2026 untuk mendukung peningkatan kompetensi guru sekolah dasar (SD) dalam mengajar bahasa Inggris.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari program Pengembangan Kompetensi Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui program ini, Unikama turut mengambil peran dalam memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Inggris sejak jenjang pendidikan dasar.
Komitmen tersebut ditandai dengan koordinasi nasional sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Pusat Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Kamis, 5 November 2026. Unikama diwakili Wakil Rektor I, Dr. Choirul Huda, M.Si., dalam agenda tersebut.
Dr. Choirul Huda menyampaikan bahwa keterlibatan Unikama dalam program PKGSD-MBI merupakan bentuk tanggung jawab akademis kampus dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.
"Penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan pijakan utama kampus kami dalam mengawal transformasi pendidikan dasar di Indonesia. Kami menerjunkan para pakar dan fasilitator terbaik untuk memastikan para guru SD mendapatkan pelatihan bahasa Inggris yang metodologis, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan murid zaman sekarang," ujar Dr. Choirul Huda, M.Si.
Dalam pelaksanaannya, Unikama akan terlibat langsung dalam pengembangan kompetensi guru melalui pendekatan Perguruan Tinggi Mendatangi Lokus. Dengan metode ini, tim akademisi dan fasilitator mendatangi wilayah sasaran agar pelatihan dapat dijangkau para guru tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Program Banpem 2026 sendiri melibatkan 101 klaster Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan perguruan tinggi yang tersebar di 19 provinsi. Secara nasional, program ini menargetkan 58.482 sekolah, 3.002 kelas pelatihan, 227 kabupaten/kota, serta 2.717 kecamatan.
Program tersebut menjadi upaya menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru SD, terutama setelah pemetaan nasional pada 2024 mengidentifikasi sekitar 90.000 sekolah dasar belum memiliki guru berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris.
Pelatihan PKGSD-MBI dirancang menggunakan pola In-On-In selama enam bulan. Kurikulumnya didukung 13 modul pembelajaran, terdiri dari delapan modul tingkat A1 dan lima modul tingkat A2, serta melibatkan 1.057 Fasilitator Daerah (Fasda) di seluruh Indonesia.
Peserta akan mengikuti pelatihan selama 10 hari kerja dengan total 80 Jam Pelajaran (JP). Kegiatan tersebut terbagi menjadi 40 JP pembelajaran tatap muka bersama narasumber perguruan tinggi dan 40 JP pembelajaran mandiri melalui platform Learning Management System (LMS) Ruang GTK.
Materi pelatihan meliputi penguatan tata bahasa, kosakata, kemampuan komunikasi bahasa Inggris, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga praktik mengajar atau microteaching. Guru juga dibekali strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa SD melalui permainan, lagu, dan cerita.
Hingga saat ini, lebih dari 15.000 guru di berbagai wilayah Indonesia telah mengakses LMS Ruang GTK secara mandiri untuk menyelesaikan materi pembelajaran yang tersedia.
Terpilihnya Unikama sebagai penerima Bantuan Pemerintah 2026 sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas pendidikan nasional. Melalui keterlibatan ini, Unikama diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas guru serta memperluas pemerataan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.(*)
