Kado Hari Bakti PDAM Sleman ke-34: Dari Promo Rp500 Ribu hingga Benteng Musim Hujan

6 November 2026 15:08 6 Nov 2026 15:08

Fajar Rianto, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kado Hari Bakti PDAM Sleman ke-34: Dari Promo Rp500 Ribu hingga Benteng Musim Hujan

Suasana halaman kantor Perumda Air Minum Tirta Sembada Kabupaten Sleman yang dihiasi papan ucapan selamat HUT ke-34. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Memasuki usia ke-34 pada Perumda Air Minum Tirta Sembada Kabupaten Sleman memilih melangkah tanpa riuh seremonial belaka.

Di tengah desakan lonjakan kebutuhan air bersih kawasan permukiman perkotaan dan ancaman cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2026, BUMD penyedia air minum ini meluncurkan kado khusus bagi warga Sleman.

Di antaranya potongan biaya pasang baru sambungan air perpipaan menjadi Rp500 ribu, sekaligus mematangkan benteng mitigasi operasional musim hujan secara komprehensif dari hulu ke hilir.

Direktur PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman, Bernadus Edy Nugroho, menegaskan bahwa momentum perjalanan tiga dekade lebih ini diposisikan sebagai ajang evaluasi internal serta percepatan pembenahan layanan.

Mengusung tema “Kami Ada untuk Semua”, manajemen dituntut menjawab langsung berbagai persoalan distribusi air di tengah warga, memperluas jangkauan jaringan, hingga meningkatkan efisiensi penanganan aduan pelanggan.

"Memasuki usia ke-34 pada 2 November 2026, kami memaknai momentum ini sebagai perjalanan panjang sekaligus komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat Kabupaten Sleman," kata Edy saat memaparkan arah kebijakan perusahaan, Jumat 6 November 2026.

Ekspansi Pelanggan dan Optimalisasi Progo

Hingga akhir tahun ini, layanan air perpipaan Tirta Sembada telah mengalir aktif ke 45.993 pelanggan yang tersebar merata di 16 kapanewon di Kabupaten Sleman. Manajemen mematok target dapat menembus 47.500 pelanggan pada penghujung 2026, dengan capaian realisasi target sambungan rumah saat ini telah berada pada kisaran 70 persen.

Akselerasi penambahan pelanggan baru ini menjadi salah satu indikator dalam mengukur pemerataan akses air minum yang berkualitas di seluruh wilayah Sleman. Untuk menjamin keandalan pasokan bagi puluhan ribu sambungan tersebut, Tirta Sembada terus menggenjot pemanfaatan pasokan dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang bersumber dari Sungai Progo.

Dari total alokasi pasokan sebesar 150 liter per detik, sebanyak 125 liter per detik di antaranya telah terserap secara optimal. Penguatan infrastruktur jaringan ini dipadukan dengan optimalisasi sumber mata air alami, air permukaan, hingga sumur dalam di wilayah Sleman.

"Penguatan infrastruktur dan optimalisasi suplai SPAM Regional merupakan salah satu strategi penting PDAM Tirta Sembada dalam menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Sleman yang terus meningkat," ujar Edy.

Langkah penguatan jaringan ini diambil bukan tanpa alasan. Selain bertujuan menjamin kelancaran, kuantitas, dan kontinuitas aliran air ke rumah-rumah warga, ketergantungan masyarakat terhadap pengambilan air tanah secara mandiri diharapkan bertahap berkurang.

Dengan demikian, kelestarian lingkungan serta keseimbangan ekologis wilayah Sleman dapat tetap terjaga untuk jangka panjang.

Foto Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman, B Edy Nugroho,  menjelaskan arah kebijakan perusahaan. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman, B Edy Nugroho, menjelaskan arah kebijakan perusahaan. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Promo Terjangkau dan Mitigasi Musim Hujan

Upaya memperluas akses air bersih ini diwujudkan lewat promo pasang baru seharga Rp500 ribu yang dibuka sejak 15 Oktober hingga 30 November 2026.

Program tarif khusus tersebut berlaku bagi kelompok rumah tangga, sosial umum, sosial khusus, hingga layanan Buka Kembali Pasang Baru (BKPB) dengan ketentuan teknis panjang perpanjangan pipa maksimal dua hingga enam meter.

"Program promo pemasangan sambungan air baru dengan biaya hanya Rp500 ribu merupakan salah satu bentuk apresiasi kami kepada masyarakat dalam rangka Hari Bakti ke-34. Kami hadirkan untuk memberikan kemudahan dan meringankan beban biaya awal bagi masyarakat," kata Edy.

Pada saat bersamaan, datangnya musim hujan menuntut kesiapsiagaan teknis secara ekstra dari seluruh jajaran operasional.

Potensi kenaikan debit sungai, ancaman banjir, dan peningkatan kekeruhan air permukaan diantisipasi lewat pengamanan ketat di area intake, pemeriksaan rutin kelistrikan serta keberfungsian instalasi pompa, hingga pengerahan tim respons cepat di lapangan selama 24 jam.

"Prinsip kami adalah jangan menunggu terjadi gangguan baru melakukan penanganan. Pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons cepat menjadi bagian penting dari manajemen operasional perusahaan," tegasnya.

Komitmen kemanusiaan perusahaan juga diwarnai aksi donor darah pada 28 Oktober 2026 yang berhasil mengumpulkan 100 kantong darah, pembagian bantuan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu dan panti asuhan di sekitar instalasi pengolahan air, penyerahan bibit tanaman ke Dinas Lingkungan Hidup, serta percepatan integrasi layanan digital agar pendaftaran maupun aduan warga dapat tertangani lebih cepat dan transparan.

"Pada akhirnya, perjalanan PDAM Tirta Sembada bukan hanya tentang mengalirkan air melalui pipa, tetapi tentang menghadirkan kehidupan, kesehatan, kesejahteraan, dan harapan bagi masyarakat Sleman," tutur Edy. (*)

Tombol Google News

Tags:

PDAM Sleman Tirta Sembada Berita Sleman Hari Bakti SPAM Regional Spam Progo Air bersih Pasang Baru Promo Pdam mitigasi bencana Musim Hujan Edy Nugroho Pelayanan Publik Konservasi Air Bumd Sleman