Ketua DPRD Kabupaten Blitar Dukung Kontingen LPDG Berlaga di UDG Jatim, Kerukunan Jadi Perhatian

6 November 2026 18:58 6 Nov 2026 18:58

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Ketua DPRD Kabupaten Blitar Dukung Kontingen LPDG Berlaga di UDG Jatim, Kerukunan Jadi Perhatian

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, bersama dengan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kabupaten Blitar Jumat 6 November 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan penguatan toleransi antarumat beragama menjadi dua hal yang mengemuka dalam audiensi Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kabupaten Blitar bersama Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, Jumat 6 November 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang pimpinan DPRD Kabupaten Blitar tersebut, Supriadi menyatakan dukungannya terhadap kontingen LPDG Kabupaten Blitar yang akan berlaga dalam Utsawa Dharma Gita (UDG) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dukungan itu menjadi penyemangat tersendiri bagi LPDG yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di Candra Wilwatikta, Pandaan, pada 14-15 November 2026.

Ketua LPDG Kabupaten Blitar, Endang Sriutami T, menyampaikan bahwa audiensi tersebut dilakukan untuk meminta arahan sekaligus bimbingan Ketua DPRD terkait persiapan kontingen.

“Kami berharap melalui audiensi ini mendapatkan arahan dan dukungan sehingga persiapan kontingen Kabupaten Blitar dapat berjalan dengan baik. Kami ingin membawa nama Kabupaten Blitar dengan hasil yang membanggakan,” ujar Endang.

Menanggapi hal tersebut, Supriadi menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Blitar mendukung kegiatan LPDG, terlebih kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kehidupan keagamaan dan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Silakan mempersiapkan diri dengan maksimal. Kami berharap seluruh rangkaian perlombaan berjalan lancar dan kontingen Kabupaten Blitar mampu meraih hasil terbaik sesuai harapan bersama,” ujar Supriadi.

Menurut Supriadi, perhatian terhadap kegiatan keagamaan juga perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Sebab, keberagaman merupakan bagian dari realitas sosial Kabupaten Blitar yang harus dirawat bersama.

Pembahasan audiensi pun berkembang pada persoalan kerukunan antarumat beragama. Supriadi berharap hubungan harmonis yang selama ini terbangun di tengah masyarakat tetap terjaga.

“Kerukunan dan toleransi tidak cukup hanya menjadi slogan. Keduanya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta kesediaan menerima perbedaan,” imbuh Supriadi.

Perhatian terhadap kondusivitas wilayah juga semakin penting menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Blitar.

Supriadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap aman dan damai. Perbedaan pilihan dalam kontestasi demokrasi di tingkat desa, menurut pesan yang disampaikan dalam audiensi, tidak semestinya merusak hubungan persaudaraan yang telah terbangun.

“Jangan sampai perbedaan pilihan membuat masyarakat terpecah. Siapa pun yang nantinya menjadi pilihan masyarakat, persatuan dan kerukunan harus tetap menjadi prioritas,” kata Supriadi.

Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas lingkungan.

Audiensi tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi antara lembaga legislatif dan organisasi keagamaan tidak hanya berkaitan dengan dukungan kegiatan kelembagaan, tetapi juga menyangkut upaya membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Dukungan terhadap kontingen LPDG diharapkan menjadi bagian dari semangat bersama untuk memberikan ruang bagi seluruh kelompok masyarakat dalam mengembangkan kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan kontribusi sosial.

Kabupaten Blitar tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga fondasi sosial yang kuat. Kerukunan, toleransi, dan persatuan menjadi modal penting agar keberagaman tetap menjadi kekuatan dalam kehidupan masyarakat.

Tombol Google News

Tags:

DPRD Kabupaten Blitar Lembaga Pengembangan Dharma Gita Utsawa Dharma Gita Provinsi Jawa Timur