KETIK, TULUNGAGUNG – Dentuman semangat gotong royong menggema dari Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.
Melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026, sinergi kokoh antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjelma menjadi motor penggerak perubahan yang nyata.
Menjelang akhir pelaksanaannya, denyut pembangunan di desa ini berdetak semakin kencang dengan capaian fisik yang hampir rampung sepenuhnya.
Keberhasilan progres ini dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung, Dr. Agus Kuncoro, S.Sos., M.Si., saat mendampingi Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 di lokasi kegiatan.
Mewakili Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Agus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang bergotong royong menyukseskan program strategis ini.
"Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen penuh untuk terus mendukung TMMD sebagai langkah strategis dalam upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di perdesaan," ungkap Agus, Rabu 4 November 2026.
Berdasarkan laporan di lapangan, roda pembangunan fisik berputar dengan hasil yang membanggakan. Pembangunan jalan rabat beton kini telah mencapai 92,72 persen, rehabilitasi delapan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menyentuh angka 92,90 persen, dan pembangunan delapan jamban keluarga hampir sempurna di 99,31 persen.
Tidak hanya itu, renovasi masjid telah rampung 98,70 persen, pembangunan toilet umum 90,40 persen, serta lima titik sumur bor mencapai 98,74 persen.
Istimewanya lagi, program penanaman 1.000 pohon telah tuntas 100 persen, menghadirkan hijaunya asa bagi kelestarian lingkungan Desa Pojok.
Namun, TMMD ke-130 tidak sekadar berbicara tentang beton dan semen. Sentuhan kemanusiaan dan pemberdayaan turut hadir melalui program nonfisik yang merangkul langsung kebutuhan warga.
Mulai dari layanan kesehatan gratis, donor darah, sunatan massal, intervensi pencegahan stunting, posyandu, hingga penyuluhan wawasan kebangsaan dan perlindungan perempuan, semuanya berpadu harmonis.
Rangkaian kegiatan yang berlanjut hingga 6 November 2026 ini turut diisi dengan sosialisasi Koperasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, pelatihan UMKM, hingga perbaikan Jembatan Garuda.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini selaras dengan Asta Cita keenam, yakni membangun dari pinggiran untuk mewujudkan pemerataan dan mengikis ketimpangan.
Kehadiran Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Darat (Sesdispenad) Kolonel Arh. Budyanto Putro Sudarsono selaku pimpinan Tim Wasev menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dalam tinjauannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Tulungagung, jajaran TNI-Polri, dan masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan program ini.
"Keberhasilan TMMD tidak mungkin dapat dicapai oleh TNI sendiri. Karena diperlukan dukungan dan kerja sama yang kuat dari pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, serta seluruh komponen masyarakat," tegas Kolonel Budyanto.
Ia juga berpesan kepada Satgas TMMD agar senantiasa menjaga kualitas pekerjaan, menjunjung tinggi tertib administrasi, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan warga.
Lebih dari sekadar meninggalkan jejak infrastruktur yang kokoh, TMMD ke-130 di Desa Pojok diharapkan mampu merajut kepedulian sosial, menumbuhkan kemandirian, dan merawat semangat kebersamaan. Sebab, mahakarya pembangunan yang sejati bukanlah sekadar mengubah wajah suatu wilayah, melainkan menghadirkan senyum dan kesejahteraan bagi setiap jiwa yang tumbuh di dalamnya. (*)
