KETIK, HALMAHERA SELATAN – Perangkat wasit Turnamen Piala Bupati Halmahera Selatan 2026 dipastikan telah siap.
Namun, pelaksanaan turnamen masih menunggu kesiapan panitia serta terbitnya izin keamanan dari Polda Maluku Utara.
Dari sisi perangkat pertandingan, tidak ada lagi tahapan penting yang menjadi kendala. Koordinator Wasit PSSI Halmahera Selatan, Farly Chandra, menyebut seluruh kebutuhan dari unsur pengadil lapangan telah dipersiapkan.
Kepastian pembukaan kini berada pada penyelenggara, terutama berkaitan dengan proses administrasi keamanan sebelum pertandingan dapat digelar.
“Kalau soal wasit sudah siap. Tinggal panitia saja, kapan siapnya. Menurut panitia, semua bergantung izin dari Polda. Kalau Polda sudah beri izin, langsung sudah bisa dibuka. Tapi kalau belum, kita juga belum bisa bergerak,” kata Farly saat diwawancarai melalui telepon, Selasa 3 November 2026.
Di luar kesiapan pertandingan, penyelenggaraan Piala Bupati Halsel tahun ini juga memberi perhatian lebih besar terhadap administrasi peserta.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan berdasarkan daftar yang diserahkan masing-masing kesebelasan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Halmahera Selatan turut dilibatkan untuk mencocokkan identitas peserta dengan dokumen kependudukan. Langkah tersebut mulai memperlihatkan hasil dalam tahapan awal.
Pada salah satu kesebelasan kecamatan, ditemukan adanya ketidaksesuaian saat identitas yang diajukan menjalani pencocokan.
“Kalau untuk perbedaan Piala Bupati, kayaknya tahun ini lebih ketat dan semua pihak dilibatkan, seperti Disdukcapil. Jadi urusan pemain itu di-screening langsung oleh Dukcapil. Contohnya dari salah satu kecamatan, ketika data pemain dibacakan dan diperiksa, langsung ditemukan ada kesalahan data pemain,” jelas Farly.
Ketentuan mengenai komposisi skuad juga diperketat.
Penyelenggara menetapkan batas usia maksimal 35 tahun serta mengatur jumlah kategori senior dalam setiap kesebelasan. Aturan tersebut menjadi bagian dari proses pemeriksaan sebelum nama-nama yang diajukan dinyatakan memenuhi persyaratan.
Dalam pengecekan yang telah berlangsung, ditemukan peserta yang memasukkan jumlah kategori senior jauh melampaui batas yang ditentukan.
Temuan itu menjadi salah satu alasan verifikasi kali ini dilakukan lebih rinci sejak sebelum turnamen dimulai.
“Panitia membatasi umur pemain hanya sampai 35 tahun ke bawah, karena panitia tidak mau mengambil langkah untuk pemain berusia di atas 35 tahun. Tiap tim diwajibkan lima pemain senior. Waktu dicek, ternyata ada yang sampai 12 pemain senior. Jadi kali ini memang lebih ketat,” tuturnya.
