Helmi Umar Muchsin: Tanpa Boki Fatimah, Kisah Tirto dan Medan Prijaji Tak Akan Lengkap

Editor: Mursal Bahtiar

7 Mar 2026 20:53

Thumbnail Helmi Umar Muchsin: Tanpa Boki Fatimah, Kisah Tirto dan Medan Prijaji Tak Akan Lengkap
Helmi Umar Muchsin saat memaparkan sejarah singkat perjalanan Boki Fatimah Sabtu 7 Maret 2026 (Foto: Mamat For Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin memaparkan secara mendalam jejak historis Boki Fatimah atau Princes Van Kasiruta dalam Focus Group Discussion (FGD) Sejuta Hikmah Ramadan (SAHARA IX) dan Tadabbur Sirah bertema “Satu Perempuan untuk Kebangkitan Jurnalis Nusantara”, yang digelar di Aula Kantor Bupat, Sabtu 7 Maret 2026.

Dalam penyampaiannya yang runtut dan reflektif, Helmi menekankan bahwa pembicaraan tentang Boki Fatimah tidak dapat dilepaskan dari beragam perspektif sejarah yang melingkupinya. Ia mengingatkan bahwa kehati-hatian pemerintah daerah menjadi kunci dalam menyikapi pengusulan tokoh tersebut.

“Pihak Kesultanan sudah menyampaikan dari sisi historisnya, akademisi juga telah memaparkan referensi ilmiahnya. Namun ini membutuhkan dukungan pemerintah daerah berdasarkan undang-undang maupun peraturan pelaksanaannya. Karena banyak perspektif itulah, pemerintah harus berhati-hati agar langkah yang diambil tepat sasaran,” ujar Helmi.

Helmi kemudian mengurai empat faktor penting yang menurutnya menjadi pintu masuk untuk memahami posisi Boki Fatimah dalam sejarah pers nasional.

Baca Juga:
Raker Perdana PWI Halsel Tegaskan Satu Arah: Solid, Etis, Profesional

Pertama, keterkaitannya dengan Kesultanan Bacan. Menurut Helmi, Kesultanan Bacan memiliki kontribusi historis yang tak terpisahkan dalam narasi besar tersebut.

“Kalau kita bicara tentang Boki Fatimah, kita tidak bisa melepaskannya dari Kesultanan Bacan yang telah diwakili oleh Ompu Juru Tulis Kesultanan Bacan,” tuturnya.

Faktor kedua adalah sosok Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. Helmi menjelaskan bahwa terdapat beberapa versi sejarah mengenai relasi antara Tirto dan Boki Fatimah. Salah satunya menyebutkan keduanya pernah saling mengenal saat menimba ilmu dan terhubung melalui kecerdasan serta kemampuan bahasa asing yang dimiliki Boki Fatimah.

“Ada versi yang menyebut Tirto tertarik pada kecerdasan Boki Fatimah yang mampu berbahasa Belanda dan menyampaikan catatan-catatan kepada Medan Prijaji. Versi lain menyebut Tirto diasingkan ke Bacan karena ketakutan pemerintah kolonial atas kapasitas intelektualnya, lalu di sanalah ia mengenal Boki Fatimah,” jelas Helmi.

Baca Juga:
KNPI Halsel: Polemik Lahan Soligi Sudah Tuntas

Helmi menggambarkan Tirto sebagai sosok visioner yang memilih jalan perjuangan melalui jurnalisme. Ia bahkan menanggalkan status kebangsawanannya demi menjadi jurnalis kritis terhadap kolonialisme.

“Tirto mempunyai pemikiran bahwa media dan jurnalis adalah alat perjuangan dalam sejarah pergerakan. Ia ingin membuat surat kabar yang benar-benar milik pribumi, seperti Medan Prijaji yang berbagi saham,” katanya.

Dalam konteks itu pula, Helmi menyebut kemungkinan adanya dukungan finansial dari Kesultanan Bacan terhadap pendirian Medan Prijaji berbahasa Melayu sebagai salah satu surat kabar awal milik pribumi.

“Bisa jadi dalam perjalanan sejarah itu, Sultan Bacan memberikan dukungan finansial atas dasar nasionalisme yang kuat. Ini menjadi bagian penting yang perlu kita riset agar koneksinya benar-benar pas,” ungkapnya.

Faktor ketiga dan keempat, lanjut Helmi, adalah keterkaitan antara Medan Prijaji, Puteri Hindia, serta representasi perempuan di dalamnya. Ia menyinggung adanya sejumlah perempuan yang terlibat dalam surat kabar tersebut, termasuk istri Tirto.

“Ada sekitar lima perempuan di dalam surat kabar itu. Ini menunjukkan kontribusi Kesultanan Bacan dalam pendirian media tersebut dan memperlihatkan ruang perempuan dalam sejarah pers,” ucap Helmi.

Tak hanya itu, Helmi juga menyoroti peran sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer dalam mengangkat figur Boki Fatimah melalui karya-karyanya.

“Siapa yang tak kenal Pramoedya Ananta Toer. Dalam karya-karyanya seperti Bumi Manusia dan Jejak Langkah, ia mengangkat sosok perempuan dari Bacan yang digambarkan cantik, cerdas, berani, serta menguasai bahasa asing,” katanya.

Menurut Helmi, meskipun karya Pramoedya berbentuk novel sejarah, basisnya tetap berangkat dari fakta historis yang kuat. Penggambaran Boki Fatimah sebagai perempuan berintelektualitas tinggi dinilai semakin memperkaya narasi perjuangan pers pribumi.

“Ini catatan-catatan yang perlu kita faktualkan dalam bentuk buku agar mempermudah tujuan besar kita. Kita harus riset secara komprehensif supaya koneksinya utuh dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Helmi.

FGD tersebut menjadi ruang reflektif untuk menata kembali ingatan sejarah, sekaligus menguatkan ikhtiar menjadikan Boki Fatimah sebagai salah satu kebangkitan jurnalis perempuan Nusantara.

Baca Sebelumnya

Peringati Nuzulul Qur’an, Gerindra Tulungagung Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim

Baca Selanjutnya

Kejar Berkah Ramadan, Sat Reskrim Polres Abdya Bagi Sembako untuk Warga Miskin

Tags:

Helmi Umar Muchsin Boki fatimah Prinses Van Kasiruta Dukungan Pahlawan Nasional Kesultanan Bacan Halmahera Selatan Jurnalis Perempuan Nusantara Maluku Utara bacan

Berita lainnya oleh Mursal Bahtiar

Raker Perdana PWI Halsel Tegaskan Satu Arah: Solid, Etis, Profesional

18 April 2026 21:53

Raker Perdana PWI Halsel Tegaskan Satu Arah: Solid, Etis, Profesional

KNPI Halsel: Polemik Lahan Soligi Sudah Tuntas

18 April 2026 16:58

KNPI Halsel: Polemik Lahan Soligi Sudah Tuntas

Polres Halmahera Selatan Tak Kendur Tangani Tambang Ilegal

16 April 2026 17:43

Polres Halmahera Selatan Tak Kendur Tangani Tambang Ilegal

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

14 April 2026 09:50

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

14 April 2026 06:53

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

13 April 2026 19:02

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda